
Assalamu'alaikum sahabat semua.
Saya disini selaku author, sangat-sangat berterimakasih kepada kalian semua yang sudah setia mendukung karya ini hingga saya dapat menamatkan novel pertama saya yang berjudul "Tiba-tiba Menikah" sampai 142 bab. Tanpa kalian mungkin saya tidak akan bisa menyelesaikan karya pertama saya ini.
Kepada yang suka baca tapi gak pernah ninggalin jejak, salam buat kalian semua.
Kepada pembaca yang suka berkomentar negatif, 'terimakasih' semoga saya bisa memperbaiki karya saya.
Kepada pembaca yang suka berkomentar positif, 'terimakasih' komentar kalian memberi saya semangat untuk terus maju.
Kepada pembaca setiaku 'terimakasih banyak' semoga kalian sehat selalu dan bisa terus mendukung karya-karya saya.
Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada kalian semua, karena saya ini masih author amatiran jadi belum bisa memberi hadiah kepada pembaca teratas seperti author-author lainnya.
Saya datang membawa novel baru yang berjudul "Terpaksa Menikah"
Mohon dukungannya untuk novel saya yang baru, yang berjudul "Terpaksa Menikah"
Disini author mau tulis cuplikan bab yang akan ada di novel baru tersebut.
__ADS_1
"Aaaaa!" Rea berteriak sekeras suara yang ia punya.
"Ya Tuhan, kenapa engkau memberikan aku kehidupan jika engkau menjadikanku wanita yang tidak sempurna." Rea mengeluarkan semua kemarahannya dengan mengacak-acak rumah dan melempar semua barang yang ada didepannya.
Bik Ida melangkah dengan langkah cepat hendak menghentikan aksi sang majikan tapi Raka menghalangi Bik Ida.
"Jangan, Bik. Biarkan Rea mengeluarkan amarahnya," ucap Raka sembari terus mengawasi Rea karena takut sang istri mencelakai dirinya sendiri.
Lelah melempar semua barang dirumahnya, Rea menyandarkan tubuhnya ditembok. Perlahan tubuh Rea merosot hingga akhirnya ia terduduk di lantai.
"Kenapa tidak kau cabut saja nyawaku ya Tuhan?" lirih Rea disela tangisnya.
Raka mengusap air mata Rea yang terus mengalir membasahi pipi istrinya itu!
"Jangan berkata seperti itu, Kakak gak bisa tanpa kamu. Bukankah kita pernah berjanji untuk selalu bersama dalam keadaan apapun?"
Raka memangku Rea membawanya ke dalam kamarnya!
Sesampainya di kamar, Raka membaringkan tubuh Rea di tempat tidur!
__ADS_1
"Aku ingin hamil, aku ingin melahirkan, aku ingin tahu bagaimana rasanya dipanggil mama sama anak-anakku," lirih Rea.
Itu cuplikan bab setelah Rea dan Raka saling mencintai ya teman-teman.
Ikuti keseruannya cerita Rea dan Raka yang terpaksa harus menikah karena salah masuk kamar ya teman-teman.
Sudah 13 bab loh.
Di novel ini author mau bikin sosok suami yang mungkin akan didambakan oleh para perempuan. Jadi Raka ini sosok laki-laki yang dewasa, romantis, perhatian, dan sangat mencintai Rea meski Rea ini suka bersikap manja dan kekanak-kanakan.
Raka selalu sabar dan selalu menjadi orang yang pertama yang melindungi Rea meski sebelum saling mencintai Rea dan Raka sama-sama memiliki kekasih satu sama lain.
Disini Raka adalah sosok laki-laki yang bertanggungjawab atas semua tugasnya sebagai seorang suami meski di awal pernikahan mereka sama sekali tidak ada cinta, namun Raka selalu memperlakukan Rea dengan baik, Raka selalu memberi uang bulanan dan membiayai kuliahnya Rea.
Blurb
Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang sukses, terpaksa harus menikahi Rea Anastasya, gadis cantik dan manja. Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah tapi kesalahpahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.
Hingga akhirnya hari pernikahan itu terjadi. Rea dan Raka membuat perjanjian diawal pernikahan mereka.
__ADS_1