
Entah kenapa Rendy begitu mengkhawatirkan Liana, ia takut terjadi apa-apa terhadapnya.
Dulu pernah terjadi, salah satu pesaing bisnisnya menculik Jenny dan mereka meminta agar Rendy tidak mengikuti tender besar yang kemungkinan besar Rendy yang akan jadi pemenangnya.
Rendy tak ingin kejadian itu terulang terhadap Liana, jika baru jadi pacar saja mereka berani melakukan hal itu, apalagi Liana yang kini sudah sah jadi istrinya.
Di ruangan Kendra.
Ken duduk didepan meja kerjanya, kali ini Ken menatap laptopnya namun dengan pandangan kosong. Pikirannya melayang, entah kenapa ia terus mengingat Alisa hingga ia melihat sosok Alisa dimana-mana.
"Mungkinkah aku jatuh cinta pada Alisa?" lirihnya dalam hati.
"Ken," ucap Liana yang baru tiba di ruangan Kendra.
Liana sudah mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari Ken, akhirnya ia masuk tanpa disuruh.
"Ken!" ucap Liana lagi kali ini dengan nada sedikit dinaikkan dan ia juga memetik jarinya tepat didepan wajah Kendra!
Seketika lamunan Ken buyar begitu saja kala ia mendengar suara Liana.
"Eh, Li. Dari kapan disini?" tanya Ken, karena ia baru menyadari keberadaan Liana dihadapannya.
"Sejak lima menit lalu. Ngelamunin apa sih sampai segitunya?" tanya Liana kepada Ken.
"Nggak ada." Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "ada apa Li, tumben keruangan aku?" sambung Ken.
"Aku sebal. Bosmu itu terlalu khawatir padaku hingga dia tidak mengizinkan aku pergi sama Mama," ucap Liana yang kini sedang duduk di kursi yang ada didepan meja kerjanya Ken.
"Itu tandanya dia sayang sama kamu atau mungkin kalian udah saling cinta," ucap Ken sembari menutup laptopnya.
"Tidak mungkin," ucap Liana singkat, "eh iya Ken. Siapa gadis tadi, dia pacarmu?" sambung Liana.
"Bukan. Bahkan aku baru berkenalan dengannya tadi," saut Ken.
"Jangan bohong. Aku lihat tingkahmu tadi seperti orang yang sedang jatuh cinta," ucap Liana sembari menggoda Ken.
"Sok tahu. Emang kamu tahu gimana orang yang sedang jatuh cinta?" ucap Ken.
Sejak awal menikah dengan Rendy. Liana memang sudah akrab dengan Ken, apalagi pembawaan Ken yang santai dan humoris membuat Liana nyaman mengobrol dengan Ken. Meski awalnya Liana sangat membenci Ken karena Ken lah yang memaksanya untuk menikah dengan Rendy, namun seiring berjalannya waktu Liana mulai memaafkan apa yang sudah berlalu.
"Aku tidak bohong. Aku memang baru berkenalan dengannya," ucap Ken.
"Baru berkenalan kok kaya udah kenal?" Liana terus bertanya kepada Ken untuk menghilangkan rasa penasarannya.
Saat mereka asyik berbincang, Rendy langsung masuk kedalam ruangan Kendra yang memang pintunya tidak ditutup itu.
__ADS_1
"Disini rupanya. Lagi pada ngomongin apa, serius banget?" ucap Rendy yang baru tiba di ruangan Ken.
Liana dan Ken menoleh kearah suara secara bersamaan.
"Kenapa, takut bini lu gue ambil? dicari mulu, " ucap Ken kepada Rendy.
Rendy nyengir kuda sambil berjalan menghampiri keduanya.
"Ken, siapa adis yang tadi bersamamu, apa dia calon menantu yang Mama Minta?"
"Dia gadis yang pernah aku tolong itu. Baru aku kenalan sama dia, malah kalian keburu dateng mana belum minta nomor teleponnya lagi," jelas Ken.
Rendy menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar.
"Kalau memang suka, Lu samperin aja kerumahnya. Lu pernah ke rumahnya kan?" ucap Rendy memberi saran kepada Ken.
"Dia udah pindah dari kontrakannya," ucap Ken.
"Kalau jodoh, kalian pasti ketemu lagi," ucap Liana sembari mengusap bahu Ken.
Ken tersenyum lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Li, pulang yuk," ucap Rendy kepada istrinya.
"Udah. ayo kita pulang!" Rendy menggenggam tangan Liana lalu membawanya keluar dari ruangan, Ken.
"Ken, jangan lupa besok kita ke perkampungan. Kamu jemput gue ke rumah ya!" ucap Rendy sebelum keluar dari ruangan adiknya.
"Besok aku ikut ya," ucap Liana.
"Kamu gak boleh ikut," jawab Rendy singkat.
Liana menghentikan langkahnya, bibirnya mengerucut kedepan. Ia ingin sekali ikut dengan suaminya namun tidak diizinkan oleh Rendy.
"Kenapa manyun gitu? kamu marah?" ucap Rendy.
"Aku pengen ikut," ucap Liana merengek.
Kali ini Liana mengesampingkan sifat juteknya ia lebih memilih bersikap manja kepada suaminya saat ini.
"Marahnya nanti aja ya di rumah," ucap Rendy sembari mengelus pipi mulus Liana.
Rendy melanjutkan langkah kakinya. Setelah beberapa langkah ia mendapati sang istri tidak membersamainya. Rendy berbalik kebelakang ternyata istrinya itu tetep diam ditempat tadi dia menghentikan langkahnya.
Rendy menghampiri Liana! senyum manis tak pernah pudar dari bibirnya.
__ADS_1
"Mau jalan sendiri atau mau aku gendong? oh, atau mau aku peluk dulu baru mau pulang," ucap Rendy dengan gaya nakalnya.
"Mas, aku pengen ikut." Lagi-lagi Liana merengek kepada suaminya.
Bukannya marah, Rendy malah tersenyum melihat tingkah istrinya. "Ternyata kamu punya sifat manja juga," gumam Rendy dalam hati.
"Istriku sayang, yang cantik, yang baik, yang manis, yang shalihah pulang yuk. Nanti akan aku pikiran dulu," ucap Rendy kepada Liana.
Rendy yang berdiri tidak jauh dari istrinya tak berani menyentuh apapun bagian anggota tubuh istrinya itu karena ia pernah akan merangkul istrinya, bukannya mendapatkan kebahagiaan malah ia harus merasakan sakit dibagian tangannya akibat dipelintir oleh istrinya itu.
Liana berjalan dengan menghentakkan kakinya sedikit kencang!
Sedangkan Rendy hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, melihat tingkah istrinya yang menurutnya begitu menggemaskan.
Rendy segera menyusul Liana ke mobilnya.
Saat ia sampai didepan mobilnya terlihat Liana sudah duduk didalam mobilnya. Rendy segera masuk ke mobilnya lalu melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Selama di perjalanan tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Liana masih cemberut karena belum mendapatkan izin dari suaminya untuk ikut bersama suaminya ke perkampungan.
Rendy tetap fokus berkendara sambil sesekali ia melirik kearah istrinya yang sedang cemberut itu.
Tak lama mobil yang Rendy kendarai tiba di halaman rumahnya. Rendy memarkirkan mobilnya lalu mengajak Liana turun.
Tanpa berkata-kata Liana berjalan cepat menuju kamarnya.
"Begitukah sifat aslimu, Li?" tanya Rendy kepada dirinya sendiri sembari memandangi punggung Liana.
Rendy berjalan santai menuju kamarnya! setelah tiba di kamarnya Rendy duduk dibibir ranjang sambil mengingat tingkah istrinya, tanpa ia sadari senyum terus terukir dibibirnya kala ia mengingat tingkah istrinya itu.
Dikamar Liana.
Kini wanita itu sudah membersihkan diri tubuhnya pun sudah terasa lebih segar dari sebelumnya.
Liana duduk didepan meja riasnya untuk menyisir rambutnya yang panjang. Liana memandangi tubuhnya dari pantulan cermin yang ada didepannya.
Senyum mengembang dibibirnya kala ia mengingat tingkah lakunya terhadap suaminya tadi, ada rasa malu dalam hatinya namun semua sudah terjadi ia tidak bisa mengubah semua yang sudah terjadi hari ini.
Bersambung
Rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca. Ceritanya bagus dan tentunya seru.
Reza Firto Adijaya adalah ceo muda, berusia 27 tahun. Seorang pria berlimpah akan harta, tahta, dan wanita. BersiterBersiteru dengan seorang Aurora Safitri, seorang mahasiswi miskin yang mendapat SISTEM KEKAYAAN: HACKER. Setiap misi yang diselesaikan, akan dibayar mahal oleh SISTEM. Misinya antara lain adalah Mengeksploitasi keamanan data pada perusahaan. Kebetulan Reza mendirikan perusahaan dalam bidang online, membuat dia selalu menjadi Bulan-bulanan misi dari NONA HACKER yang satu ini. Suatu saat Aura ditangkap oleh bandit suruhan Reza. Lalu terjadi hal yang tidak terduga membuat Reza akhirnya tergila-gila pada gadis itu. Namun, Aura sedang mencintai pria masa sekolahnya. Bagaimana perjuangan Reza untuk mendapatkan hati aura?
__ADS_1