Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Mita ngambek lagi


__ADS_3

Entah mengapa hati Mita merasa sedikit deg degan, saat kami sudah memasuki gerbang Rumah nya setelah seorang Satpam dengan ramahnya menyambut kami dan membukakan gerbang. Mita terkejut, saat dirinya telah sampai di tempat tujuan yaitu Rumah Hendra yang begitu luas dan juga terlihat taman yang begitu indah untuk dipandang.


"Ayo masuk" ucap Hendra seraya turun dari mobil.


Mita hanya mengangguk dan mengikuti Yudi dari belakang, dirinya merasa takjub dengan Rumah di hadapannya. 


"Rumah papa kok besar banget, mirip Istana di komik-komik" tutur Mita kagum


Hendra langsung memencet Bell pada pintu Rumahnya, mendengar itu Mita sedikit terkejut.


"Rumahnya  juga ada Bell nya? Sama kaya sekolahan Mita yang di kampung" Gumam Mita tersenyum.


Yudi tidak memperdulikan sikap Mita, dirinya sudah sangat lelah dan ingin tidur di kamarnya.


Tiba-tiba seorang wanita dengan perut menonjol sangat besar terlihat di balik pintu, saat membukakan pintu Rumah. Wanita itu langsung menyapa Yudi dan Hendra dengan senyum lebarnya. Ia adalah Elis istri Hendra yaitu ibu Yudi.


"Assalamualaikum"ucap Hendra dengan senyuman khasnya yang berwibawa.


"Waalaikumsalam" ucap Elis tersenyum sopan kepada suaminya.


"Nih papah yang ditunggu dari tadi baru datang" ucap Elis yang menyambut suami dan anaknya.


"Mana nih menantu mama" tanya Elis pada intinya. Mita segera berjalan untuk memberi salam pada mama mertuanya itu.


"Halo tante perkenalkan nama saya Mita" ucap Mita memperkenalkan diri.


"Loh kok panggil tante sih, mulai sekarang kamu harus panggil dengan sebutan mama ya" ujar Elis sambil mencium kening Mita karena Elis orangnya sungguh penyayang.


"I..iya mah" gugup Mita saat memanggil dengan sebutan mama.


"Ya udah ya ma, Yudi mau ke kamar dulu soalnya capek banget" yudi pun pergi meninggalkan mereka semua.


"Capek karena habis main gendong-gendongan sama istrinya nih" Goda sang papah dengan sedikit teriak agar didengar oleh Yudi. Yudi hanya diam pura-pura tak dengar, karena saat ini ia memang sangat kelelahan.


"Ya sudah ayo masuk Mit, kita ngobrol di dalam aja" ajak Elis pengertian.


"Mamah baik banget ya" ucap Mita jujur.


"Mama dipuji nih ceritanya" ledek Elis.

__ADS_1


"Gak kok ma, mama kelihatan baik banget dan juga cantik" tutur Mita dengan sopan.


"Kamu ini ada-ada aja. Gimana perjalanan kamu tadi" tanya Elis lagi.


Mita pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya.


"Jadi kamu pernah dikerjain oleh Yudi saat nyuci di sungai" teriak Elis tak percaya ternyata putranya sangat usil.


"Iya ma, terus kaki Mita sempat kesleo dan gak bisa nyuci. Tapi untungnya kakak yang lanjutin cuci baju waktu itu" jelas Mita dengan wajah yang sangat bahagia saat ia mengingat kejadian itu.


"Wah hebat kamu ya, bisa membuat Yudi mau nyuci baju, padahal selama ini aja mama gak pernah lihat dia mencuci baju" sahut Elis lagi keheranan. Saat mereka sedang asyiknya mengobrol, datanglah Zura adik dari Yudi.


"Assalamu'alaikum" ucap Zura memasuki rumah.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


"Eh anak mama sudah pulang. Sini duduk dulu" sambut Elis dan mempersilahkan Zura untuk duduk bersamanya.


"Ini kenalin, istri abang kamu. Namanya Mita dan mulai sekarang dia akan tinggal disini" jelas Elis memperkenalkan. Mita hanya tersenyum kepada Zura.


"Apa?" Teriak Zura yang terkejut.


"Iya Ra jadi ada teman lagi di rumah dan gak hanya kita berdua" sahut Elis.


"Wah kakak juga cantik banget, kok kakak mau nikah sama Bang Yudi" sahut Zura mendekat pada wajah Mita, Zura sangat tak percaya bahwa kakaknya akan punya istri, selama ini aja Yudi gak pernah bawa seorang cewek satupun ke rumahnya.


"Udah-udah nanti aja kalau kamu mau tanya-tanya sama Mita, sekarang dia pasti capek banget baru juga datang tapi udah mama suruh cerita, lebih baik kamu anterin ke kamar abang kamu ya" pinta Elis pada Zura. Zura pun mengantarkan Mita sesuai yang di suruh mamanya.


"Kamu kenapa kak?" Tanya Zura saat melihat Mita yang memandangi seluruh rumah, sehingga membuat Mita tersadar.


"Hehe, ini Ra Rumahnya kok mirip Istana, sungguh besar banget" ucap Mita. tersenyum 


"Ini juga kan Rumah kakak, kita ini sudah satu keluarga kak"ucap Zura terkekeh.


"Bukan lah Ra, Mita mana sanggup beli Rumah sebesar dan semegah ini" ujar Mita dengan keluguannya.


Zura hanya tersenyum gemas dengan tingkah Mita, Zura menyadari ternyata kakaknya sangat lah polos.


"Rumah kami juga rumah kakak kok," ucap Zura sekali lagi meyakinkan Mita.

__ADS_1


Kini mereka telah sampai di depan kamar Yudi, Zura pun membuka pintu yang menghalanginya.


"Nih kak, kamar kakak dan juga pastinya kamar abang. Sini Zura bantu kemasin barangnya" sahut Zura membantu.


"Loh disana ada orang, kirain tadi boneka yang gede" ledek Zura melihat Yudi namun tak dihiraukan karena Yudi tengah sibuk memainkan hpnya.


"Wah kakak punya novel banyak banget" mata Zura tertuju pada beberapa novel saat dirinya ingin mengemasi baju yang masih di dalam tas milik Mita.


"Hehe iya, kemarin sih gak mau bawa kesini, tapi kakak nyuruh Mita membawanya" jelas Mita.


"Wah kakak hebat deh, Zura mau baca ya" Zura pun mengambil novel yang berjudul 'KASIH ANAK MALANG'.


"Iya baca aja, semoga suka aja ceritanya, soalnya Mita sudah kehabisan Ide mau lanjutinnya" ucapnya dengan memasang wajah lugunya.


"Kalian ini kok berisik banget, gak fokus nih aku main hp" sahut Yudi yang berada di kasurnya, padahal dia cuma buka facebook.


"Alah abang tuh gak sibuk juga, palingan cuma buka facebook yang gak penting itu" sahut Zura lagi. Ya emang sih selama Zura mengenal abangnya yang dia lihat hanya facebook, yang selalu Yudi buka, entah apa juga yang dibacanya


"Lebih baik kamu keluar sana gih, balik ke kamarmu sendiri. Ganggu abang aja" kata Yudi yang masih melihat hpnya. 


Dalam benak Mita ia sangat bersyukur karena keluarga barunya mau menerimanya dan memberi kasih sayang yang lebih. Ia kira akan seperti apa pertemuannya dengan mama mertuanya dan ternyata setelah sampai di rumah ini Mita malah disambut dengan kebahagiaan. Apalagi kami sudah mulai akrab satu sama lain.


"Kak dari sini taman nya tampak bagus banget, Mita mau kesana" seru Mita yang melihat sebuah taman dari jendela kamarnya dan letak taman itu berada di samping rumahnya yang lumayan luas.


"Ya udah pergi aja sana" sahut Yudi cuek.


"Kakak temenin Mita dong" pinta Mita memohon.


"Gak mau" ujarnya singkat.


"Ya udah Mita ngambek nih" ancam Mita.


"Ngambek aja sana, gak. Bakal kakak peduliin kamu" ucap Yudi tak peduli dengan ancaman Mita. 


Mita pun diam dengan bibir yang sudah maju, dia bosan karena Yudi sama sekali tak menghiraukannya, Mita memilih untuk pergi ke taman seorang diri.


"Huh disini tamannya lebih bagus dan udaranya sangat segar bangat" gumam Mita yang menari-nari kegirangan di taman.


 Sudah hampir 30 menit Mita di taman dan akhirnya ia memilih duduk di kursi yang sudah ada di sana. Ia lelah dan mulai bosan.

__ADS_1


__ADS_2