
Liana mundur beberapa langkah, darah segar keluar dari sudut bibirnya.
Dua laki-laki itu kembali melakukan penyerangan hingga Liana terjatuh ke aspal.
"Liana!" Elma berteriak lagi sambil berlari menghampiri Liana yang baru saja mendapat serangan tiba-tiba.
Dua laki-laki itu tersenyum saat tahu Elma sudah keluar dari mobilnya.
Ke_dua laki-laki itu langsung memegangi tangan Elma setelah Elma tuba didekat Liana lalu menampar wanita paruh baya itu dengan kencang!
"Mama," lirih Liana.
Liana segera bangkit lalu kembali menyerang dua laki-laki yang tak dikenalnya itu! Liana menarik tangan salah satu dari dua laki-laki itu lalu memelintir nya tanpa ampun.
"Gak ada yang boleh menyakiti keluargaku!" ucap Liana dengan amarah yang mulai menguasai dirinya.
Satu orang sudah berhasil dilumpuhkan kini tinggal satu orang lagi.
"Sini lo," ucap Liana sembari berjalan menghampiri laki-laki itu!
Laki-laki itu berjalan mundur karena merasa takut terhadap wanita yang kini tengah diselimuti amarah itu.
"A_a_ampun," ucap laki-laki itu.
Tanpa rasa iba Liana menendang laki-laki itu dengan kekuatan penuh hingga laki-laki itu terjatuh!
__ADS_1
Liana berjongkok didepan laki-laki yang sedang memegangi lengan atasnya yang baru saja terkena tendangan itu.
"Siapa yang nyuruh lo?" tanya Liana sembari menarik kerah baju laki-laki itu.
"T_tidak ada," ucap laki-laki itu terbata-bata.
"Jangan coba-coba untuk berbohong. Siapa yang menyuruh kalian!" ucap Liana dengan sedikit berteriak.
"Kami hanya ingin mengambil uang dan mobil kalian," ucap laki-laki itu berbohong.
Liana menampar laki-laki itu dengan keras! "ini balasan karena lo sudah menampar Mama gue," ucap Liana setelah menampar laki-laki itu.
Liana segera meninggalkan empat laki-laki yang sudah mencoba untuk mencelakainya itu!
"Sayang, kamu terluka. Kita balik ke rumah sakit aja ya," ucap Elma setelah berada didalam mobil.
"Gak usah ke rumah sakit lagi, Ma. Obatin di rumah aja," ucap Liana sembari mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Liana mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang meninggalkan Jalan yang menjadi saksi atas tragedi yang dialaminya hari ini.
Sesampainya di rumah, Liana dan Elma segera turun dari mobilnya lalu segera memasuki rumah!
"Ibu Elma, Nona muda kalian kenapa?" ucap bodyguard yang bertugas berjaga didepan rumah.
"Tidak apa-apa, ini hanya kecelakaan kecil," ucap Liana yang tak ingin membuat para bodyguard itu khawatir terhadap Elma.
__ADS_1
Setelah memasuki rumah Liana langsung ke dapur untuk mengambil air hangat untuk membersihkan lukanya!
Setelah Liana mendapatkan apa yang ia butuhkan, ia duduk dikursi ruang keluarga lalu mulai membersihkan lukanya.
"Biar Mama yang membersihkan lukanya," ucap Elma sembari meraih saputangan dari tangan Liana.
Elma membersihkan luka itu dengan hati-hati lalu mengobati luka itu setelah membersihkannya.
"Pasti sakit ya, Nak?" ucap Elma.
"Sedikit," sahut Liana singkat.
"Luka ini tidak sebanding dengan luka yang anak mama berikan padaku. Bahkan aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan atau tidak dalam rumah tangga yang sudah ternoda," ucap Liana dalam hatinya.
Tiba-tiba air mata Liana meluncur begitu saja membasahi pipinya.
"Sayang, kamu nangis? mungkin Mama terlalu keras ya ngebersihin lukanya?" ucap Elma.
"Lukanya perih, Ma," ucap Liana.
"Maaf ya, sayang," ucap Elma.
"Hatiku yang perih. Bukan luka berdarah ini yang sakit," ucap Liana didalam hatinya lagi.
Bersambung.
__ADS_1