
Keesokan harinya.
Liana dan Elma sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia mampir dulu ke toko kue untuk membeli kue ulang tahun karena hari ini Ken berulang tahun.
"Ma, aku beli kue dulu. Mama tunggu disini aja ya," ucap Liana kepada Elma.
"Sam ... temani Liana ya," ucap Elma kepada bodyguard yang mengkawal Liana dan Elma.
"Mama, gak segitunya juga kali. Toko kue kelihatan dari sini masa harus ditemani Sam," ucap Liana dengan tawa renyah.
"Buat jaga-jaga aja, sayang," ucap Elma dengan senyum manisnya.
"Yaudah deh, ayo Sam!" ucap Liana sembari turun dari mobilnya.
Sam mengekor dibelakang Liana dengan langkah sigap.
Sesampainya didalam toko kue itu Liana mulai memilih-milih kue yang ingin ia beli sedangkan Sam berdiri agak jauh dari Liana sembari terus memperhatikan Liana.
"Mbak, saya mau yang ini," ucap Liana kepada pelayan di toko kue itu.
Pelayan toko itu segera mengemas kue yang ingin Liana beli.
"Ini Kak!" ucap pelayan toko itu sembari memberikan kue itu.
Saat Liana hendak pergi dari toko kue itu tiba-tiba ia bertabrakan dengan seseorang hingga ia terjatuh dan membuat kue yang baru ia beli rusak.
Sam langsung berlari untuk menolong Liana!
"Maaf-maaf saya gak sengaja. Saya lagi buru-buru," ucap orang itu.
__ADS_1
Sam segera membantu Liana untuk berdiri setelah Sam tiba di dekat Liana.
"Anda baik-baik saja, Nona?" tanya Sam sembari meneliti tubuh Liana dari kepala sampai kaki.
"Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir," ucap Liana sembari terus menundukkan kepalanya dengan tangan yang tengah membersihkan roknya yang terkena kue.
"Sorry-sorry. Saya akan mengganti kue kamu yang rusak," ucap laki-laki itu lagi.
"Nggak-nggak. Gakpapa saya bisa beli sendiri," ucap Liana sembari mendongakkan kepalanya melihat wajah siapa yang sudah menabraknya.
"Anda!" ucap Liana dan laki-laki itu berbarengan dengan tangan yang sama-sama menunjuk kearah berlawanan.
Sam hanya diam sambil terus memperhatikan keduanya, selama majikannya tidak dalam bahaya ia tak ingin ikut campur dengan urusannya.
"Maaf ya, saya benar-benar gak sengaja," ucap laki-laki itu.
"Tidak apa-apa, santai saja," ucap Liana.
Pelayan toko kue itu kembali mengemas kue yang sama lalu memberikannya kepada Liana.
"Biar saya yang bayar," ucap laki-laki itu.
"Gak usah, saya bayar sendiri aja," ucap Liana.
"Gakpapa anggap aja sebagai permintaan maaf dan terimakasih saya sama kamu," ucap laki-laki itu sembari mengeluarkan uang sejumlah harga kue yang Liana beli.
"Terimakasih," ucap Liana dengan senyuman terbaiknya.
"Boleh saya tahu namamu? saya bingung mau manggil kamu apa, mau manggil Mbak gak pantas, mau manggil kakak gak enak didengar kamu terlalu cantik," ucap laki-laki itu.
__ADS_1
Liana tersenyum lagi, "anda berlebihan," ucap Liana.
Laki-laki itu menyodorkan tangannya sambil berucap, "Satya Erlangga."
Liana menjabat tangan laki-laki itu! "Liana," ucapnya.
"Nama yang cantik secantik yang punya nama," ucap Satya sembari terus menjabat tangan Liana.
"Anda berlebihan," ucap Liana sembari menarik tangannya.
"Ah ya maaf," ucap Satya sembari mengusap telapak tangannya.
"Permisi!" ucap Liana sembari melangkah pergi meninggalkan Satya di tempat itu.
Satya menatap kepergian Liana dengan perasaan yang sulit diartikan.
"Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?" ucap Satya sembari mengelus dadanya.
Satya masih berdiri ditempat semula sambil terus menatap kepergian Liana dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.
"Liana! berapa nomor handphonemu?" ucap Satya sembari melambaikan tangannya.
Sayangnya Liana sudah jauh darinya dan tidak mungkin Liana mendengar ucapan Satya.
"Yaampun sampai lupa nanya nomor handphone dia," gumam Satya.
Satya berjalan menuju mobilnya karena ia sudah selesai dengan urusannya di toko kue itu.
Sebelum masuk ke mobilnya, Satya menatap mobil Liana yang sudah jauh dan mulai tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Kita pasti bertemu lagi, Liana," ucap Satya dengan senyum bahagia.
Bersambung.