Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Yudi deman


__ADS_3

Setelah beberapa menit, mereka pun akhirnya sampai ke warung yang mereka tuju. Mereka menatap ke arah sana-sini mengamati pengunjung warung yang memang sangat ramai.


"Mbok, kami pesan nasi goreng 2 sama teh hangat 2 gelas" ucap Yudi memesan pada mbok Susi pemilik warung ini.


"Siap! Kalian duduk aja dulu nanti mbok bawakan" ucap Mbok Susi mengangkat jempol.


Mita dan Yudi mencari meja kosong lalu duduk disana sambil menunggu pesanan datang, setelah beberapa menit, menu mereka siap disantap.


"Ini pesanannya, selamat makan!" Ucap Mbok Susi.


"Terima kasih mbok" ujar Yudi mengambil makanan yang sudah mbok Susi antarkan.


 Mita hendak mengambil sambal yang ada dalam piring makanannya, namun Yudi merampasnya.


"Ih kok di ambil sambal Mita" rengek Mita.


"Kamu harus jaga kesehatan, gak boleh makan sambal" ujar Yudi khawatir.


"Tapi kan cuman sedikit, kak" ucap Mita memelas.


"Kamu gak boleh makan yang terlalu pedas" ucap Yudi yang masih tak mau menyerahkan sambal.


"Gak akan pedas, kak. Cuma sedikit doang kok" seru Mita.


"Gak boleh ya gak boleh, kalau kamu sakit perut gimana" ucap Yudi.


"Gak akan kak" ujar Mita meyakinkan.


"Sekali gak tetap gak, Mita. Udah kamu makan itu aja" cetus Yudi menunjuk piring yang ada di depan Mita.


"Gak mau" kesal Mita bersedekap dada.


"Yaudah kalau gak mau, nyesel loh kalau kamu gak makan. Udang gorengnya enak banget, eeum" ucap Yudi yang mulai menyuapi nasi goreng dengan taburan udang di atasnya, dengan sengaja membuat Mita tergoda supaya Mita mau makan.


Mita hanya menelan ludah ketika melihat Yudi makan dengan lahapnya terlihat begitu enak, sedangkan cacing di perutnya sudah demo dari tadi minta segera diisi.


"Makan" titah Yudi mengarahkan sesendok nasi ke mulut Mita, berusaha menyuapi istrinya. Mita yang sudah tergoda akan rasa nasi goreng dan udang itu mulai membuka mulutnya.


"Wah enak banget ya kak" ucap Mita yang sudah makan setengah nasi goreng.


"Gitu dong, kalau jadi penurut ginikan enak gak bandel" ujar Yudi menarik hidung Mita.

__ADS_1


"Ih kakak jangan di tarik hidung Mita, ini udah mancung nanti tambah mancung" ucap Mita mengelus hidungnya yang memerah.


"Mancung ke dalam" sahut Yudi.


"Ih kakak nih" ucap mita mendengus kesal dan segera menghabiskan makanannya.


Setelah beberapa menit, Mita sudah menghabiskan sepiring nasi goreng dan segelas teh hangat.


"Pulang yuk" ajak Mita.


"Sudah kenyang ngajak pulang" ujar Yudi.


"Habisnya, Mita capek kak" timpal Mita menatap.


"Emang kamu ngapain aja bisa capek, dari tadi kamu cuman duduk doang kok" 


"Kakak lupa tadi siapa yang ngejar Mita pas mau ketemu kakak, Mita harus lari kan capek" dengus Mita sebal mengingat kejadian tadi.


"Ya udah biar kakak bayar dulu" Yudi pun membayar makanan yang ia pesan dan segera menuju mobilnya untuk pulang.


"Assalamualaikum" ucap Mita dan Yudi bersamaan saat memasuki rumah. Mereka baru sampai di rumah.


"Yaudah, Yudi masuk dulu ya mah. Capek banget nih" tungkas Yudi memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Mamah lagi nonton apa?" Tanya Mita.


"Nonton kartun aja, kayaknya anak mamah suka kartun" ujar Elis memperkirakan anak yang masih dalam kandungan.


"Kapan lahirnya mah, bukannya ini udah besar banget" sahut Mita mencoba memegang perut mamanya yang berisi.


"Mungkin sebentar lagi, tapi gak tau pasti kapan itu" ucap Elis tersenyum lembut.


"Kamu kok baru pulang" tanya Elis.


"Kakak nyuruh Mita nemenin dia di kantor, padahal Mita sudah sangat bosan di sana. Masa Mita disuruh liatin dia kerja" celetuk Mita cemberut.


"Dia gak mau jauh-jauh dari kamu" ujar Elis terkekeh membuat Mita tersipu malu.


"Tuh kamu baru digituin aja udah memerah pipimu" ucapnya lagi tertawa.


"Papa belum pulang kerja mah?" Tanya Mita mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Belum, mungkin sebentar lagi" jawab Elis.


"Yaudah ya mah, Mita mau mandi dulu" Mita pun berjalan meninggalkan Elis dengan wajah yang sangat merah karena blushing.


Mita nampak heran melihat Yudi yang tertidur pulas di kasur kamarnya, walau tak seperti biasa sikap Yudi hari ini. Karena habis pulang kerja, Yudi langsung menuju ke kamar.


"Apa kakak kecapek an sampai tidurnya pulas banget. Ini kan udah jam 5 lewat" gumam Mita membuka lemari untuk mengambil pakaian ganti.


Tak lama kemudian Mita sudah selesai dan segera keluar, namun masih sama, Yudi masih tertidur lelap dan tak menghiraukannya.


"Kakak gak mandi" tanya Mita.


"Hmm" Yudi hanya membalas deheman dan tak sedikit pun membuka matanya.


"Kakak baik-baik saja kan" Mita pun bertanya lagi untuk memastikan. Karena sikap Yudi benar-benar aneh hari ini. Padahal tadi masih bercanda dengannya.


"Hmm" balas Yudi lagi dengan posisi yang sama. 


"Yaudah kalau gitu, Mita ke bawah dulu ya? Kalau kakak butuh Mita teriak aja pasti Mita bakal datang" ujar Mita yang hendak pergi meninggalkan Yudi.


"Assalamualaikum" ucap Hendra  yang baru pulang dari kerja.


Hendra juga sedang memegang perusahaan yang ia miliki. Perusahaan besar yang ia pimpin dan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Yudi. 


"Waalaikumsalam, eh Papah. Sudah pulang? Papa pasti capek banget, sekarang mending papa mandi dulu dan kami siapkan makan malam" ucap Mita dengan senyuman mengembang, ia menyambut Hendra yang emang baru pulang dari kantor. Hendra dalam hati bersyukur mempunyai menantu yang sangat perhatian dan sayang padanya sekeluarga.  


"Kamu pengertian banget ya menantu!" Ujar Hendra terkekeh geli saat memandang Mita yang malu-malu.


"Bik Ijum sudah hampir selesai masaknya" tegur Mita saat ingin membantu memasak. 


"Sudah siap semua ini non" ucap Bik Ijum.


"Padahal baru mau bantuin bik Ijum masak, eh ternyata udah selesai masaknya" kata Mita menatap ke arah panci yang sudah berisi olahan bik Ijum.


"Non gak usah terlalu capek ya, nanti takut jatuh sakit" ujar bik Ijum yang khawatir jika Mita selalu membantu pekerjaan rumah yang ia kerjakan.


"Gak papa kok bik, Mita yang bantu susun makanan di meja makan ya" Mita pun mengambil makanan dan segera menyusunnya dengan rapi di atas meja makan.


Mita sudah selesai dengan masakannya dan sekarang tinggal bersiap untuk menunggu adzan magrib dan shalat berjamaah, setelah itu baru mereka makan malam bersama. Perlahan ia berjalan menuju kamarnya dan yang membuat ia heran adalah Yudi yang masih tidur di ranjang dengan menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.


"Kakak kenapa tidur terus" Mita mencoba membangunkan Yudi untuk segera bersiap ke mushola, namun saat Mita memegang kening Yudi, ia terkejut saat suhu badannya yang amat panas dan terlihat Yudi yang menggigil.

__ADS_1


__ADS_2