Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 138


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, kini tiba diacara pernikahan Ken dan Shila.


Para tamu undangan sudah berdatangan dari beberapa jam yang lalu, sebagian sudah ada yang naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Ken dan Shila.


"Pak Satya, saya pikir anda tidak akan datang," ucap Rendy dengan ramah.


"Tidak mungkin saya tidak datang keacara pernikahan Pak Kendra," sahut Satya.


Liana tersenyum manis kepada Satya. "Datang sendiri?"


"Kebetulan saya datang bersama teman. Teman saya masih di luar," jelas Satya.


"Pak Satya, saya tinggal sebentar ya." Rendy berjalan menghampiri rekan bisnisnya yang lain!


Setelah orang yang ditunggu oleh Satya tiba, Satya dan gadis itu berjalan beriringan menghampiri Ken dan Shila, untuk memberikan do'a dan selamat kepada raja dan ratu sehari itu!


"Alisa?" ucap Ken saat Satya dan wanitanya berada dihadapannya.


Alisa tersenyum. "Selamat ya, semoga kalian selalu bahagia," ucap Shila.


"Kalian sudah kenal?" tanya Satya.


"Pernah bertemu beberapa kali," sahut Ken.


"Pak Kendra, selamat atas pernikahan anda, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, war-rahmah." ucap Satya sembari menjabat tangan Ken.


"Terimakasih, Pak Satya." (Ken)


"Do'a kan juga semoga kami cepat menyusul," sambung Satya.


"Semoga secepatnya kalian berdua menyusul kami ke pelaminan," ucap Shila.

__ADS_1


"Tentu, Pak. Doa yang terbaik untuk anda," ucap Ken.


Satya dan Alisa segera turun dari pelaminan karena masih banyak tamu yang mengantri untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.


Satya berjalan sembari menggandeng Shila menghampiri Liana yang tengah berdiri didekat pintu masuk!


"Lagi nungguin siapa?" tanya Satya.


"Seseorang yang istimewa," sahut Liana.


"Rendy?" ucap Satya penuh tanya.


"Orang yang istimewa dalam hidup, bukan hanya suami." (Liana)


"Kalian pasangan yang serasi. Kapan nyusul Ken?" sambung Liana.


"Do'akan saja, semoga secepatnya," sahut Satya.


"Kamu cemburu?" (Satya)


"Untuk apa cemburu. Aku hanya bertanya, lagi pula Liana sudah punya Pak Rendy," ucap Shila.


"Baru beberapa bulan," sahut Liana dengan senyum manisnya.


Shila tersenyum menanggapi ucapan Liana.


"Kalian lanjut ngobrol ya, aku ke toilet sebentar!" Shila meninggalkan Satya dan Liana ditengah ramainya tamu undangan.


"Kakek!" Liana memeluk kakeknya yang baru tiba diacara resepsi pernikahan Ken.


"Sayang," ucap Ridwan sembari balik memeluk Liana.

__ADS_1


"Aku pikir, Kakek tidak datang. Mana Ayah dan Ibu?" ucap Liana sembari mencari Ayah dan Ibunya.


"Mereka tidak bisa datang sekarang, mungkin beberapa jam lagi." Ridwan melerai pelukan cucunya itu.


"Satya, kamu disini juga," ucap Ridwan kepada Satya.


"Iya, Kek. Kebetulan perusahaan aku dan Pak Rendy ... ." Satya.


"Kakek kenal sama Satya?" ucap Liana sembari menatap kakeknya.


"Kamu juga kenal sama Satya?" Ridwan malah balik bertanya.


"Satya adalah laki-laki yang mau kakek jodohkan sama kamu ... ." Ridwan.


"Jadi, Liana gadis itu?" ucap Satya terkejut.


"Iya. Kenapa kamu sampai terkejut seperti itu?" ucap Ridwan.


"Kalau tahu calonnya Liana, aku gak mungkin kabur ke luar negeri waktu itu," ucap Satya jujur.


Sewaktu kakeknya hendak menjodohkannya dengan Liana, Satya menolak perjodohan itu lalu ia kabur ke luar negeri selama beberapa bulan untuk menghindari pernikahan yang tak diinginkannya.


"Kok, dunia sempit banget ya." Liana berjalan dua langkah menghampiri Ridwan dan Satya.


"Kakek! kapan datang?" ucap Rendy yang baru tiba didekat mereka.


"Baru saja," sahut Ridwan.


Rendy mencium punggung tangan Ridwan, lalu mengantarkannya ke tempat pelaminan!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2