Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 27


__ADS_3

Liana menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan, hal seperti itu sering ia lakukan untuk mengurangi ketegangan yang tengah melandanya.


Ken terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata dengan dua mobil dibelakangnya yang terus mengikuti kemana arah Ken melajukan kendaraannya.


Aksi kejar-kejaran pun tak dapat terhindarkan! setelah beberapa kali Ken dapat menghindari dua mobil yang mencoba menghentikan laju mobilnya, kini Ken tak dapat menghindar lagi.


Satu mobil memepet mobil Ken dari kanan dan satu lagi berhenti tepat didepan mobil Ken, hal itu membuat Ken harus menghentikan laju mobilnya dengan paksa!


"Ken awas!" teriak Liana tegang karena mobil yang dikemudikan oleh Ken hampir menabrak mobil didepannya.


Ken menginjak pedal rem dengan kuat dan ia berhasil menghentikan mobilnya dengan jarak hanya sepersekian centi dari mobil didepannya.


Setelah mobil yang dikemudikan Ken berhenti, orang-orang suruhan Ridwan turun dari mobilnya!


"Sepertinya kita kalah banyak dari mereka," ucap Ken yang melihat ada delapan orang yang turun dari dua mobil yang menghentikan mobilnya.


Rendy menggenggam erat tangan Liana sembari menatap wajah istrinya itu, "apapun yang terjadi, kita akan tetap bersama," ucap Rendy dengan nada lirih.


"Semoga saja," saut Liana.


Beberapa orang menggedor kaca mobil yang didalamnya ada Liana, Rendy dan Ken. Mereka meminta agar ketiganya keluar dari mobilnya.


"Nona. Nona Liana keluar dari mobil ini atau kami akan merusak mobil ini!" ucap salah satu dari orang-orang suruhan kakeknya Liana sembari terus menggedor-gedor kaca mobil Rendy.


Liana masih terdiam ditempatnya, memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa lolos dari kepungan orang-orang itu.


Tak lama Rendy dan Ken keluar dari mobilnya!


"Apa mau kalian?" tanya Rendy dengan nada tinggi.


"Kami menginginkan nona Liana," ucap salah satu dari mereka.


"Tidak akan pernah kubiarkan kalian membawanya pergi," ucap Ken yang mulai tersulut emosi.


Liana keluar dari mobil, lalu berjalan menghampiri suaminya!


"Aku minta dengan baik-baik, tolong sekarang kalian pergi dari sini karena aku tidak mau ikut dengan kalian," ucap Liana.


"Maaf, nona. Kami hanya menjalankan tugas," ucap laki-laki yang pernah mencoba menculik Liana.


Dua orang menghampiri Liana lalu mencoba menarik tangan Liana! namun sebelum keduanya berhasil menarik tangan Liana lebih jauh Rendy sudah lebih dulu menyerang mereka dengan memberi sebuah bogeman diperut mereka.


Akhirnya perkelahian pun terjadi di antara mereka.

__ADS_1


Karena orang-orang suruhan kakeknya Liana lebih banyak, Rendy dan Ken mulai kewalahan menangani mereka.


Melihat Rendy dan Ken yang mulai lemah, Liana segera membantu keduanya. Liana berlari kearah Rendy dan menghadang beberapa orang yang mencoba menghalanginya!


"Ken dibelakangmu!" teriak Liana yang melihat salah satu dari orang suruhan kakeknya hendak memukul Ken dengan kayu.


Mendengar ucapan Liana, Ken segera berpindah posisi dan akhirnya ia terhindar dari pukulan lawannya.


Liana melawan dua orang sekaligus, tanpa ada rasa takut diwajahnya. Liana terus bergerak menghindari serangan demi serangan dari para lawannya. Saat lawannya lengah Liana memberi serangan balik.


Melihat gerakan Liana yang begitu lincah dalam menghindari serangan dari musuhnya membuat fokus Ken terpecah hingga ia mendapat bogem dibagian wajah dari lawannya. Tak hanya sekali, Ken juga mendapat dua pukulan dibagian perutnya. Hingga membuat ia jatuh tersungkur.


Sedangkan Rendy yang sudah tahu dengan kemampuan Liana terus fokus kepada lawannya.


Rendy menghadang orang yang mencoba memukuli Ken dengan kayu. Ken yang baru mendapat pukulan yang cukup keras dibagian perut dan wajahnya, tak bisa berbuat banyak.


Tiga orang sudah lemah tak berdaya ditangan Liana. Kini tinggal lima orang yang masih berusaha menyerang Liana dan Rendy.


Liana berlari menghampiri Ken yang tergeletak diaspal! "Ken, kamu gak kenapa-napa kan," tanya Liana setelah ia berada didekat Ken lalu membantunya berdiri.


"Aku baik-baik saja. Kamu tenang saja," ucap Ken sembari memegangi perutnya, dan darah segar juga keluar dari sudut bibirnya.


Ken menarik tangan Liana hingga Liana berpindah posisi lalu Ken memberi bogem kepada salah satu dari mereka yang mencoba memukul Liana dari belakang.


"Maaf, Li," ucap Ken setelah memukul lawannya.


Liana tersenyum, tanpa menjawab ucapan Ken ia langsung kembali menyerang orang-orang suruhan kakeknya itu.


Setelah beberapa hampir lima puluh menit berjibaku melawan orang-orang suruhan kakeknya Liana. Akhirnya Rendy, Ken dan Liana dapat mengalahkan kedelapan orang-orang tersebut, meski Rendy dan Ken penuh luka lebam dibagian wajah dan bagian tubuh lainnya.


Ken mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar! sementara Liana membantu membersihkan luka yang terdapat pada pelipis Rendy.


"Mas, kamu baik-baik saja?" ucap Liana sembari mengusap darah yang mengalir dari pelipis Rendy dengan ibu jarinya.


"Aku, baik-baik saja." Rendy meraih tangan Liana yang sedang mengusap pelipisnya dengan lembut.


"Terimakasih. Maaf aku gak bisa melindungimu," ucap Rendy sambil menggenggam erat tangan Liana.


"Kamu yang melindungiku tadi. Seharusnya aku yang berterimakasih," ucap Liana dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Bisa-bisanya disaat seperti ini kalian malah romantis-romantisan," ketus Ken sembari mengusap sudut bibirnya.


Rendy dan Liana menoleh kearah Ken secara bersamaan lalu tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita pergi dari sini, sebelum orang-orang ini mendapat tenaga baru lagi," ucap Rendy dengan tangan yang masih menggenggam tangan Liana erat.


Ken hanya berdecak kesal melihat kelakuan pasangan suami istri yang mungkin baru akan memulai kisah cintanya. Ken segera menuju mobil disusul oleh Rendy dan Liana dibelakangnya.


"Biar aku yang nyetir," ucap Liana sembari membuka pintu depan mobil dibagian kursi kemudi.


"Tapi ... ."


"Kalian terluka. Aku tidak mau kita mengalami kecelakaan lalu-lintas," ucap Liana memotong perkataan suaminya.


Rendy dan Ken menuruti perkataan Liana yang memang benar adanya.


Ken duduk di bangku belakang sedangkan Rendy duduk disamping istrinya.


Setelah memastikan Ken dan Rendy sudah berada di dalam mobil, Liana segera melakukan kendaraannya.


"Mau lanjut ke perkampungan atau ke rumah sakit?" tanya Liana sembari terus menyetir.


"Pulang saja. Sepertinya kita tidak ditakdirkan untuk terjun langsung ke lapangan," ucap Rendy kepada Liana.


Liana menuruti perkataan suaminya lalu ia memutar balikkan kendaraannya.


Liana melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata.


"Li-li, pelan-pelan dong," ucap Ken yang duduk dibangku belakang.


"Biar cepat sampai. Luka kalian perlu diobati," ucap Liana sambil terus melajukan kendaraannya.


Rendy tak bersuara ia hanya memandangi wajah istrinya yang sedang fokus berkendara.


"Kamu banyak memberi kejutan dalam hidupku. Siapa kamu sebenarnya, Li?" ucap Rendy dalam hatinya.


"Jangan memandangku seperti itu," ucap Liana.


"Woi! ingat ada jomblo nih," seru Ken dari belakang Rendy dan Liana.


Bersambung.


Sambil nunggu cerita ini up lagi mampir yuk ke karya temanku yang berjudul: Cinta Online


Cantka gadis manis kuat, tegar tetapi rapuh dalam hidupnya sejak ia terlahir sudah bersahabat dengan Airnata. Tetapi ia punya keyakinan kelak ia akan menemukan cinta dan kebahagiaannya walau penuh lika liku kehidupan. Gavin cinta pertamanya yang membuat hidupnya terasa indah. Karena sesuatu hal harus berpisah dengan dirinya pada akhirnya ia menemukan kebahagiaan lain melalui cinta online. Tetapi benarkah cinta online itu tulus, dan abadi atau semakin membuat hidup cantika semakin kacau?? atau akankah cinta pertamanya adalah cinta sejatinya? dan akan kembali dalam hidupnya?


__ADS_1


__ADS_2