
Di perjalanan pulang Elma terus melamun, tak ada obrolan diantara Elma dan Liana.
Liana terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak membuka suaranya karena ia tahu ibu mertuanya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Setelah berkendara selama dua puluh menit dua pemotor mencoba menghentikan laju kendaraan yang dikemudikan oleh Liana dengan paksa.
Merasa terancam, Liana menambah kecepatan laju kendaraannya ia mencoba tetap tenang karena tak ingin membuat ibu mertuanya panik.
"Li, jangan ngebut Mama takut," ucap Elma sembari berpegangan.
"Mam ... sepertinya ada yang ngikutin kita," ucap Liana sembari terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
"Siapa?" tanya Elma.
Liana menggelengkan kepalanya. "Mungkin hanya perasaan aku saja," ucapan Liana lalu menurunkan kecepatan laju kendaraannya.
Setelah Liana mengemudi dalam kecepatan normal tiba-tiba dua pemotor yang terdiri dari empat orang itu menggedor kaca pintu depan bagian kemudi!
"Berhenti lo!" teriak orang yang mengendarai sepeda motor itu.
"Li, siapa mereka?" tanya Elma yang mulai ketakutan.
"Gak tahu, Ma. Mungkin preman jalanan yang mau minta duit," ucap Liana.
"Mama takut," ucap Elma lagi.
"Aku akan menambah kecepatan lagi. Mama pegangan ya," ucap Liana.
Tanpa menguras jawab ucapan Liana, Elma Langsung berpegangan dengan kencang.
"Mama, jangan panik. Kita akan baik-baik saja," ucap Liana lalu menginjak pedal gas mobilnya.
Liana terus mencoba menghindari dua motor yang mengejarnya namun dua motor yang berusaha menghentikan mobilnya itu berhasil mendahului mobil yang dikemudikan oleh Liana dan berhenti tepat didepan mobil Liana.
__ADS_1
Liana sigap me_rem mobilnya hingga akhirnya tabrakan pun dapat terhindarkan.
Dua orang turun dari motornya lalu menggedor-gedor pintu mobil Liana!
"Woi keluar!" ucap laki-laki itu dengan nada tinggi.
Elma terperanjat karena terkejut saat mendengar suara gebrakan yang begitu kencang.
"Liana bagaimana ini? Mama takut," ucap Elma.
Elma mulai merasakan sakit dibagian dadanya, ia memegang dadanya yang terasa sakit.
"Mama." Liana mulai panik.
"Li, Mama ... ." (Elma)
Liana memberi minum kepada Elma dan memintanya untuk tetap tenang.
Elma menuruti perkataan Liana dan kini rasa sakit itu mulai berkurang.
"Mama tunggu disini. Aku mau keluar, kunci pintu mobilnya dari dalam apapun yang terjadi, Mama jangan membuka pintu mobil apalagi keluar dari mobil," jelas Liana.
"Jangan, sayang," ucap Elma.
Empat orang laki-laki itu terus menggedor-gedor mobil Liana meminta agar Liana dan Elma turun dari mobilnya!
"Aku harus keluar untuk bicara dengan mereka sebenarnya apa yang mereka inginkan," ucap Liana.
"Tapi, sayang ini bahaya," ucap Elma yang tak tahu kalau menantunya bisa bela diri.
Liana tak mendengarkan ucapan Elma, ia tetap keluar dari mobilnya!
"Apa yang kalian inginkan?" ucap Liana setelah turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Wanita tua itu!" ucap laki-laki itu dengan nada bicara tinggi.
Elma yang mendengar ucapan laki-laki itu langsung ketakutan.
Beberapa laki-laki itu memaksa untuk membuka pintu mobil Liana! Liana tak tinggal diam, ia mencegah orang-orang itu agar tidak membuka pintu mobilnya.
"Jangan macam-macam. Sebaiknya kalian pergi dari sini!" ucap Liana setelah menarik tangan laki-laki itu dengan kasar.
Laki-laki itu meringis kesakitan. "Mau main-main rupanya?" ucapan laki-laki itu.
Dua laki-laki itu mulai menyerang Liana!
Liana tak tinggal diam, ia melakukan perlawanan terhadap para preman itu kali ini bukan hanya dirinya sendiri yang harus lepas dari orang-orang tak dikenal itu namun juga ibu mertuanya.
"Liana, hati-hati!" teriak Elma.
"Kurangajar! apa mau kalian?" ucap Liana sembari terus menghindari serangan lawannya.
Liana yang tadinya tidak ingin memperlihatkan kemampuannya didepan ibu mertuanya dengan terpaksa ia harus memperlihatkannya juga karena tidak mungkin ia membiarkan ibu mertuanya itu terancam bahaya.
Liana mulai mengeluarkan kemampuannya dan mulai mengalahkan orang-orang itu satu persatu!
Dua orang yang menyerangnya sudah terkalahkan kini tinggal dua orang yang berusaha membuka pintu mobilnya dengan paksa.
Dua laki-laki itu menyerang Liana secara bersamaan! dan Liana mendapat pukulan dibagian punggungnya.
"Ahh," lirih Liana.
Liana kembali mendapat pukulan, kali ini dibagian wajahnya.
"Liana!" teriak Elma dari dalam mobil.
Bersambung.
__ADS_1