
Satu minggu sudah Rendy dan Liana tinggal di rumah Elma, hari ini Rendy dan Liana memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena Keduanya sudah tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang hamil dan apa saja yang biasa terjadi terhadap orang yang sedang hamil.
"Hati-hati ya, sayang. Jaga cucu Mama baik-baik," ucap Elma pada Liana dan Rendy.
"Aku pasti menjaga cucu Mama dengan baik. Mama tidak perlu khawatir," ucap Rendy sembari merangkul pinggang Liana dari samping.
Liana tersenyum manis kepada Elma.
"Mas Rendy pasti menjaga aku dan cucu Mama. Mas Rendy kan orangnya bertanggungjawab, dia gak mungkin membuat kami sedih apalagi sampai celaka," ucap Liana pada Elma sembari menatap Rendy sekilas.
Liana sengaja berkata seperti itu pada Elma. Sindiran pedas ia suguhkan untuk suami yang sangat ia cintai.
"Maaf Liana aku tidak bermaksud untuk menyakiti dirimu. Akan aku buktikan kalau aku memang benar-benar mencintaimu," ucap Rendy didalam hatinya.
"Aku sama Liana pamit ya, Mam."
Rendy dan Liana mencium punggung tangan Elma bergantian lalu segera bergegas pergi meninggalkan rumah Elma.
Elma menatap kepergian anak dan menantunya dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.
Di tempat lain.
__ADS_1
Shila belum kunjung mengetahui siapa orang yang sudah menyuruh orang untuk melukai Ken. Karena ia sudah tidak punya waktu untuk menyelidiki lebih banyak lagi tentang orang tersebut, akhirnya ia memilih menangkapnya orang itu dan akan menginterogasi orang itu.
Shila memulai rencana penangkapan terhadap orang itu dimulai dari mengikuti laki-laki itu sampai mendapat kesempatan yang bagus baru ia akan menangkap orang itu.
Shila terus mengikuti laki-laki itu sampai di persimpangan menuju perkampungan laki-laki itu berbelok lalu berhenti disebuah rumah tua yang nampak kosong dan tidak terurus.
Shila memarkirkan motornya ditempat yang lumayan jauh dari rumah tua itu lalu berjalan menuju rumah tersebut! Shila mulai mengendap-endap memasuki rumah itu!
Terdengar ada beberapa suara yang berbeda sedang membicarakan suatu hal yang sepertinya sangat rahasia.
"Jangan sampai kalian ketahuan. Pastikan kalian sudah menghapus semua jejak," ucap seseorang yang kemungkinan besar adalah seorang laki-laki.
"Beres, Bos," sahut seseorang.
Prang!
Tak sengaja Shila menendang sebuah botol kaca bekas minuman keras!
Shila menutup mulutnya karena terkejut oleh ulahnya sendiri.
"Suara apa tuh?" ucap salah satu dari laki-laki yang sedang berbicara ditempat itu.
__ADS_1
Orang-orang itu segera bergegas kearah suara! mencari tahu siapa yang sudah menyelinap masuk kedalam rumah itu.
Secepatnya Shila berlari ke arah motornya lalu segera meninggalkan tempat itu!
"Hei! berhenti lo!" ucap salah satu laki-laki yang melihat Shila.
Shila terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi!
"Kejar orang itu!" ucap salah satu laki-laki itu.
Beberapa orang langsung menaiki motornya masing-masing lalu segera mengejar orang yang sudah menyelinap masuk kedalam tempat persembunyian mereka.
Aksi Kejar-kejaran pun tak bisa terhindarkan.
Shila terus melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata!
"Sial! padahal sedikit lagi aku akan tahu siapa mereka." Shila menggerutu sembari terus fokus berkendara.
Beberapa motor dibelakang Shila terus berusaha mengejarnya kemanapun Shila melajukan kendaraannya!
"Woi! berhenti gak lo!" ucap salah satu pemotor yang jaraknya sudah dekat dengan Shila.
__ADS_1
Shila terus melajukan motornya tanpa arah tujuan, saat ini yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana cara untuk lolos dari gerombolan preman itu.
Bersambung