
Liana sudah tiba di kediaman Elma bersamaan dengan Elma dan para bodyguardnya.
Liana berjalan memasuki rumah dengan pakaian kotor bekas siraman air minumnya.
"Liana ... kenapa penampilanmu berantakan bajumu juga kotor sekali, Nak?" ucap Elma yang baru tiba di rumahnya.
Liana menundukkan kepalanya, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada ibu mertuanya.
"Katakan sama Mama, kamu kenapa, sayang?" ucap Elma lagi karena Liana tak menjawab pertanyaannya.
"Emm ... ini, Ma tadi aku ... ." Liana kesulitan mencari alasan karena ia tidak bisa berbohong.
Shila berjalan menghampiri Liana dan Elma sembari terus menatap Liana dengan seksama.
"Nona muda, sebaiknya anda cepat ganti baju, pakaian yang anda kenakan terlihat basah. Anda bisa masuk angin jika mengenakan pakaian basah dalam waktu yang lama," ucap Shila setelah berada di samping Liana dan Elma.
"Ma, aku ganti baju dulu," ucap Liana lalu meninggalkan Elma dan Shila.
"Apa yang terjadi dengan menantuku?" gumam Elma.
"Bu, saya ke kamar dulu, kalau ada apa-apa panggil saya," ucap Shila.
Elma mengangguk lalu ia pun masuk kedalam kamarnya.
Tak lama Rendy dan Ken tiba di rumah Elma.
Rendy berjalan cepat karena ingin segera menemui Liana dan calon buah hatinya. Sedangkan Ken berjalan santai seperti biasanya.
Ken melirik ke semua arah, terlihat tak ada seorangpun disetiap ruangan lalu ia berjalan lagi menuju kamarnya.
__ADS_1
Di kamar Rendy.
Liana sedang berbaring ditempat tidur, ia mencoba menenangkan hati dari kejadian yang menimpanya siang tadi.
"Hai sayang," ucap Rendy.
Liana tak bergeming, ia kesal kepada Rendy karena ulah kekasihnya ia menjadi malu.
Rendy mencium kening Liana lalu mengusap perut sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Sayang, baik-baik ya didalam sana. Papa ingin segera bertemu denganmu," ucap Rendy sembari mendekatkan wajahnya ke perut Liana lalu mencium perut yang masih rata itu.
"I love you," bisik Rendy ditelinga Liana.
Karena Liana tak merespon semua ucapan dan perlakuannya, Rendy segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak terasa air mata Liana mulai menetes membasahi pipinya.
Setelah lima belas menit, Rendy sudah selesai dengan ritual mandinya.
Rendy sudah fresh dan wangi.
"Mau jalan-jalan ke taman?" tanya Rendy kepada Liana.
Semenjak Liana hamil ia memang suka bepergian walupun hanya berjalan-jalan di taman.
Liana tak menjawab, malah ia pergi meninggalkan Rendy di kamarnya!
Rendy menatap Liana dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
Di balkon rumah, Ken dan Shila sedang berbincang, Liana berjalan menghampiri keduanya sambil berusaha menyembunyikan kemarahannya.
"Lagi pada ngobrolin apa?" ucap Liana pada Shila dan Ken.
Shila dan Ken menoleh kearah suara!
"Liana? sini gabung sama kita," ucap Ken yang tengah berdiri sembari menyandarkan punggungnya ke tembok.
Liana tersenyum tipis. "Apa aku mengganggu?" ucapnya.
"Tidak, sama sekali tidak," ucap Shila.
Liana berjalan lebih dekat lagi kepada Shila dan Ken!
"Nona, boleh saya bertanya?" ucap Shila.
"Boleh, tapi saya gak bisa menjamin bisa menjawab pertanyaan kamu atau tidak," sahut Shila.
"Kenapa tadi saat anda tiba di rumah penampilan anda begitu berantakan dan pakaian anda juga kotor seperti abis disiram air yang berwarna?" tanya Shila.
"Apa? kamu kenapa Li, apa yang terjadi padamu?" tanya Ken dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja," ucap Liana.
"Tapi saya merasa anda sedang tidak baik-baik saja," ucap Shila sembari menatap Liana.
"Tadi Jenny menyakitimu?" tanya Rendy yang baru tiba di tempat itu.
Bersambung
__ADS_1