Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 115


__ADS_3

"Pak Satya tentang kontrak kerja sama perusahaan kita ... ." (Ken)


"Saya sudah membicarakan hal itu dengan Pak Rendy," ucap Satya memotong perkataan Kendra.


"Oh maaf, saya belum tahu mungkin Pak Rendy belum sempat memberitahukan hal itu kepada saya," ucap Kendra.


Satya hanya tersenyum menanggapi perkataan Kendra.


"Lalu ada hal penting apa yang membuat anda kesini, apa ada masalah?" tanya Ken.


"Tidak-tidak. Sama sekali tidak ada masalah, sebenarnya saya ingin bicara berdua dengan Pak Rendy," ucap Satya.


"Tentang perusahaan?" tanya Ken.


Satya tidak menjawab pertanyaan Ken. Satya hanya menggelengkan kepalanya.


Ken tak bertanya lagi, dalam pikirannya mungkin ada hal pribadi yang tak bisa disampaikan kepada orang lain.


Di area kantor.


Shila sedang berkeliling sambil sesekali memperhatikan setiap ruangan yang ada di kantor milik majikannya itu!


Tak lupa Shila melihat-lihat ruangan kosong dan juga gudang yang berada di belakang kantor.


Shila nampak sedang mencari sesuatu yang entah apa itu tapi yang pasti Shila terlihat sedang mencari sebuah tempat.


"Dimana ruang CCTV?" tanya Shila kepada satpam yang bertugas berjaga di depan kantor.


"Ada di sebelah sana!" Sahut satpam itu sembari menunjuk ke arah suatu ruangan.


"Oke. Terimakasih," ucap Shila.


Shila berjalan ke arah ruangan itu!


Sesampainya didepan ruangan itu Shila mencoba membuka pintu ruangan itu namun ternyata pintu itu terkunci.

__ADS_1


"Di kunci?" ucap Shila dalam hatinya.


Shila mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu mengetik sebuah pesan.


Setelah mengirim pesan itu, Shila segera pergi dari tempat itu karena tak ingin membuat orang-orang curiga terhadapnya.


Shila berjalan menuju gudang tempat berkas-berkas lama disimpan! Shila memperhatikan sekeliling memastikan tidak ada orang yang melihatnya, setelah merasa aman Shila langsung masuk ke ruangan itu!


"Tidak terlalu penuh. Sepertinya ruangan ini bisa aku gunakan," gumam Shila.


Merasa sudah menemukan tempat yang cocok, Shila segera pergi dari tempat itu.


"Dari mama?" tanya Ken.


Shila terkejut karena tiba-tiba Ken berada di tempat itu.


"A_anda ... sedang apa anda disini?" tanya Shila.


"Ditanya malah balik nanya," ucap Ken.


"Rindu? jangan kepedean jadi orang," ucap Ken.


Shila tertawa kecil. "Lalu untuk apa anda mencari saya?" tanya Shila.


"Tidak. Siapa yang mencari dirimu?" ucap Ken.


Sebenarnya memang Ken mencari Shila karena waktu kebersamaannya sempat terganggu karena kedatangan Satya.


"Orang itu udah pulang?" tanya Shila.


"Udah. Ayo ke ruangan aku lagi!" ucap Ken sembari menarik tangan Shila.


Di tempat lain.


"Liana kalau kamu meninggalkan Rendy, aku akan jadi orang pertama yang bersedia menikahimu," gumam Satya sembari terus fokus berkendara.

__ADS_1


"Aku harap kamu jangan bertahan dengan laki-laki yang sudah membagi cinta. Aku tahu kamu pasti tersakiti oleh kelakuan Rendy." Satya terus berucap pada dirinya sendiri.


Di rumah Rendy.


Liana masih terbaring di tempat tidur dengan posisi masih sepertinya semula.


Perlahan Liana membuka matanya dan langsung nampak wajah sang suami dihadapannya.


"Iih kenapa aku meluk laki-laki menyebalkan ini. Sejak kapan aku memeluknya?" ucap Liana didalam hatinya.


Liana menarik tangannya yang memeluk tubuh Rendy sembari mencoba menjauhkan dirinya dari tubuh sang suami!


Rendy membuka matanya lalu segera bangkit.


"Kamu udah bangun?" tanya Rendy.


Liana tak menjawab ucapan Rendy.


"Mau minum?" ucap Rendy lagi.


Liana hanya menggelengkan kepalanya!


Rendy mengusap-usap perut Liana!


"Anak Papa, lagi marah ya sama Papa? sampai Mamamu juga ikut mendiamkan Papa," ucap Rendy.


Rendy mendekatkan wajahnya ke perut Liana!


"Marahnya jangan lama-lama ya, sayang," ucap Rendy lagi lalu mencium perut Liana.


Rendy berdiri lalu mencium kening Liana.


"I love you," bisik Rendy ditelinga Liana sembari membelai lembut rambut Liana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2