
Shila mengambil ponselnya lalu mengetik sebuah pesan.
📩 "Sesuai rencana."
Setelah mengirim pesan, Shila kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Selesai," ucap Arkhana.
"Sepertinya udah oke semua," timpal Arkhan.
"Kalian berdua kompak banget," ucap Shila dengan senyumnya.
"Kita kan kembar," sahut Arkhan dan Arkhana.
Shila dan dua rekan kembarnya tertawa kecil.
Setengah merasa urusannya selesai, Shila segera dan dua rekannya masuk ke tempat persembunyian mereka masing-masing.
*** *** ***
Di rumahnya, Rendy selalu membawa ponselnya kemanapun termasuk ke kamar mandi.
Liana yang menyadari hal itu semakin merasa tidak tahan hidup berdampingan dengan laki-laki yang sudah menikahinya hampir satu tahun itu.
"Li, belum tidur?" ucap Rendy yang melihat Liana masih duduk di balkon.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat," sahut Liana dingin.
Rendy mendekati Liana lalu memangku Liana ala bridal style tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada istrinya itu!
"Mas, kamu apa-apaan sih," ucap Liana sembari meronta.
"Bawa kamu ke kamar," ucap Rendy dengan santainya.
"Turunin aku. Aku bisa jalan sendiri!" Liana terus meronta agar Rendy menurunkannya.
"Sekarang udah malam. Kamu harus tidur," ucap Rendy sembari membuka pintu kamar Liana dengan susah payah.
Rendy membaringkan Liana di tempat tidurnya! seperti biasa Rendy akan mencium kening Liana dan mengelus lembut perut Liana sebelum ia pergi dari kamar Liana.
Liana memutar bola matanya malas. Rasanya ia tak ingin melihat wajah suaminya saat ini.
Rendy yang masih terjaga tak lepas dari ponselnya, beberapa kali ia mendapat pesan namun setelah membaca pesan tersebut Rendy tak pernah membalasnya.
*** *** ***
"Shila kemana, Mam? perasaan dari tadi aku gak liat dia," ucap Ken kepada Elma.
"Tadi pagi, Shila izin pergi untuk beberapa hari," sahut Elma.
"Pergi ... kemana?" tanya Ken penasaran.
__ADS_1
"Gak tahu. Dia cuma bilang ada urusan penting yang gak bisa ditinggalkan," jelas Elma.
"Kenapa, Mama izinin dia pergi tanpa alasan yang jelas?" ucap Ken.
"Gimana lagi, Mama gak bisa melarang Shila karena selama ini dia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan lagi Mama rasa Shila juga punya urusan pribadi, mungkin dia mau menghabiskan waktu bersama keluarganya atau orang-orang terdekatnya. Misalnya pacarnya mungkin," ucap Elma panjang lebar.
Ken tak berucap lagi, ia berjalan menuju kamarnya!
"Kamu kemana, Shil, pergi kok gak bilang sama aku?" tanya Ken didalam hatinya kepada dirinya sendiri.
"Besok aku mau ngapain? kerja enggak, Shila gak ada," gumam Ken.
Ken membaringkan tubuhnya di tempat tidur! lalu perlahan pergi ke alam mimpi.
Di tempat lain.
"Sayang kapan kita menjalankan rencana kita?" tanya Jenny kepada Bram.
"Malam ini gak bisa. Kita harus menyusun rencana dulu," sahut Bram.
"Oke berarti besok." Jenny duduk dipangkuan Bram lalu mengalungkan tangannya di leher kekasihnya itu.
"Kita cuma berdua, jadi aku harus memikirkan bagaimana cara agar kita bisa meraup uang milik Rendy tanpa ketahuan sama mereka," jelas Bram.
"Matikan saja semua CCTV-nya. Tapi ingat jangan sampai ada yang tertinggal seperti sebelumnya," ucap Jenny sembari bergelut manja.
__ADS_1
"Itu pasti, tapi kita harus punya cara lain lagi untuk masuk ke kantor Rendy. Aku yakin mereka sudah menutup pintu rahasia untuk keluar masuk kantor itu, yang aku ketahui," jelas Bram.
Bersambung