
Di rumahnya, Rania sedang duduk di kursi yang berada di balkon lantai dua rumahnya.
Di atas kursi yang mengayun pelan dengan tiupan angin sejuk yang menyapa tubuh mungil Rania, tiba-tiba muncul bayangan Galang di pikiran Rania.
Galang tersenyum manis ke arah Rania yang sedang duduk hingga membuat Rania terpesona dibuatnya.
Tak terasa sebuah senyuman tipis terukir di bibir ranum Rania.
Sesaat kemudian Rania tersadar dari lamunannya itu karena tiba-tiba Shania datang dan membuyarkan semua isi otaknya.
"Hayo, lagi mikirin apa?" ucap Shania.
Rania terperanjat dan langsung melihat ke arah suara!
"Kak Shania," gumam Rania.
"Mikirin apa sih? Sampai segitunya."
"Nggak. Gak mikirin siapa-siapa, kakak ada-ada saja deh."
"Masa, tapi kelihatan banget kalau kamu sedang memikirkan seseorang."
"Nggak, Kakak sok tahu deh."
"Bukan sok tahu tapi kalau orang sedang melamun memikirkan seseorang, tanpa dia sadari dia akan senyum-senyum sendiri. Persis seperti yang terjadi pada kamu barusan."
"Benarkah? Barusan aku senyum-senyum sendiri."
Shania membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan wajahnya ke telinga Rania!
"Jadi siapa yang sedang ada dalam otakmu?" tanya Shania dengan sedikit berbisik.
"Kakak apaan sih." Rania tersenyum lebar, dia tidak bisa menyembunyikan apa yang ia rasakan dari kakak iparnya itu.
__ADS_1
...****************...
Elvan berjalan menghampiri Kayla yang sedang duduk di tepi ranjang!
Pasangan pengantin baru itu sama-sama gugup dan tak tahu mau bilang apa dan mau melakukan apa? Keduanya sama-sama merasa malu untuk memulai sesuatu yang akan dilakukan untuk yang pertama kalinya oleh mereka.
"Kayla," ucap Elvan.
Kayla menatap Elvan dengan tatapan berbeda dari biasanya.
"Ada apa suamiku?" sahut Kayla.
Elvan duduk di samping Kayla lalu menatap wajah sang istri.
"Kamu sudah janji akan memberikan semuanya padaku."
"Terus?"
"Ya, aku ... aku mau menagih nya."
"Kalau boleh dan kalau kamu ikhlas."
"Sekarang? Gak salah ini masih jam setengah delapan loh."
"Gak harus sekarang, menunggu dua atau tiga jam lagi juga tidak apa-apa yang penting malam ini."
...****************...
Di kediaman Wijaya.
Galang yang sedang membaca materi kuliahnya tiba-tiba melihat bayangan Rania yang sedang menari-nari di atas buku yang ia baca.
Galang mengucek matanya karena tiba-tiba dia melihat Rania!
__ADS_1
"Astaga, kenapa aku melihat Rania sih?" gumam Galang.
Galang melanjutkan membaca buku itu dan lagi-lagi dia melihat bayangan wajah Rania.
"Duh, kenapa jadi ingat sama Rania sih?"
Galang memukul kepalanya berkali-kali!
"Rania, kenapa kamu terus mengganggu aku?"
Galang meletakkan bukunya di atas meja lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur!
"Apa aku jatuh cinta sama Rania ya? Tapi perasaan aku masih cinta sama Biani," gumam Galang.
Galang menutup matanya lalu membayangkan tentang Biani, tentang apa yang ia kagumi dari kekasih kakaknya itu.
Tiba-tiba bayangan wajah Biani hilang begitu saja dan tergantikan oleh bayangan wajah Rania.
Galang segera duduk lalu meminum air putih yang ada di meja yang sebelumnya sudah ia siapkan terlebih dahulu.
"Nggak-nggak, ini gak bisa dibiarkan. Masa aku jatuh cinta sama Rania," gumam Galang lagi.
...****************...
Elvan meraih pundak Kayla lalu membawanya berbaring di atas tempat tidur!
"Jangan marah ya. Aku ingin meminta hak aku sekarang," ucap Elvan.
Kayla membuka satu kancing piyama nya.
"Kenapa harus marah? Aku sudah janji akan memberikan semuanya untukmu lagi pula aku dan semua yang ada dalam tubuhku, semuanya sudah menjadi hak kamu," sahut Kayla.
Elvan tersenyum tipis lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kayla!
__ADS_1
Bersambung