
Setelah selesai makan malam keluarga itu duduk di ruang keluarga untuk sekedar berbincang menghadirkan kembali kehangatan yang telah lama hilang.
"Udah lama ya, kita gak kumpul bareng. Mama senang banget karena keluarga kita kembali utuh," ucap Elma.
Elma mengungkapkan isi hatinya yang lama ia pendam.
"Mama gak sabar pengen gendong cucu," ucap Elma sembari mengusap perut Liana yang masih rata.
"Sebentar lagi, Ma," ucap Rendy sembari memeluk Liana dengan mesra.
Liana tersenyum. Ia membiarkan Rendy memeluk dan menciumnya meski sebenarnya ia sangat ingin menolak perlakuan suaminya.
"Aku tahu, kamu pasti tidak nyaman dengan perlakuan Rendy," ucap Ken didalam hatinya.
"Cuma bisa ngeliatin kan? awas ngiler. Makannya cepat nikah," ucap Rendy yang tahu kalau Ken tengah memperhatikannya.
"Ken kapan kamu mengenalkan calon istrimu sama Mama?" tanya Elma.
"Emm ... nanti, Ma. Pacarku lagi ada misi," sahut Ken.
"Tugas ... tugas apa? pacarmu kerja apa?" ucap Liana.
"Kerja sebagai agen rahasia," ucap Ken dengan santainya.
"Agen rahasia? kenapa perempuan bisa jadi agen rahasia? itukan berbahaya," ucap Elma dengan raut wajah tak percaya.
"Nanti aku kenalin. Awas jangan pada kaget kalau pacarku sempurna," ucap Ken penuh percaya diri.
__ADS_1
"Gak mungkin bisa ngalahin kecantikan Liana," ucap Rendy.
Ken tertawa kecil lalu menatap Liana lekat.
"Ngapain lo liatin istri orang?" ucap Rendy yang merasa cemburu.
"Sepertinya memang cantikkan Liana. Li kamu sama aku aja," ucap Ken.
"Gak boleh. Liana cuma milik gue!" ucap Rendy sembari memeluk erat sangat istri.
Elma tertawa renyah, kelakuan dua putranya itu masih sama seperti dulu masih sering bercanda lalu berdebat.
"Mulai deh," ucap Elma.
"Mas lepas dong. Aku gak bakal lari kok," ucap Liana karena Rendy terus memeluknya.
"Janji ya. Apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku," ucap Rendy.
Seketika suasana di ruangan itu menjadi serius. Elma dan Ken menatap Rendy dan Liana dengan perasaan tegang.
"Aku mencintaimu sungguh sangat mencintaimu," ucap Rendy lagi karena Liana tak kunjung membuka suara.
Elma dan Ken saling bertatapan lalu kembali menatap Rendy dan Liana.
"Liana ... kamu mencintai aku kan?" ucap Rendy.
Liana tersenyum lalu melepaskan tangan Rendy yang menggenggam tangannya!
__ADS_1
"Setiap hari kamu menyatakan cinta. Aku bosan," ucap Liana.
"Kalian lagi serius atau bercanda sih?" ucap Ken.
Liana dan Rendy menoleh kearah Ken lalu menatap Elma dan keduanya tertawa.
"Jangan terlalu serius. Kami hanya mempraktikkan adegan film," ucap Liana menutupi kejadian yang sebenarnya ia alami.
"Bercandanya bikin Mama pengen ketemu Papa. Mama pengen dirayu-rayu lagi sama Papa yang tiap hari menyatakan cintanya sama Mama," ucap Elma.
Ditempat yang jauh dari kediaman Elma.
"Besok kita jalankan tugas dari bos Jenny," ucap Sonny.
"Baik, Bos. Katanya sekarang wanita tua itu sering dikawal sama bodyguard perempuan," ucap anak buahnya Sonny.
"Iya. Lo pada tenang aja besok kita bawa pasukan yang lebih banyak dari waktu itu," ucap Sonny.
Preman ini memang gak ada kapoknya, udah pernah dikalahkan oleh Liana masih menerima pekerjaan yang sama dari orang yang sama juga.
"Sekarang wanita tua itu selalu dikawal oleh satu bodyguard perempuan saja. Waktu itu kita pernah kalah karena jumlah kita cuma tiga orang, besok kita bawa lebih dari lima orang sekalian untuk berjaga-jaga kalau lawan kita lebih dari satu," jelas Sonny.
"Tapi, Bos."
"Ingat sepuluh juta dan jika kita berhasil sepuluh juta lagi akan menyusul," ucap Sonny lagi.
Bersambung.
__ADS_1