Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 32


__ADS_3

Rendy merasa malam ini waktu berjalan sangat lambat, ia merasa sudah sangat lama duduk sambil memandangi wajah istrinya tapi saat ia melihat jam, waktu baru menunjukkan pukul 02:10 wib.


"Yaampun, belum subuh juga," rutuk Rendy.


Tak lama Liana terbangun. Liana membuka matanya perlahan dan langsung nampak sosok Rendy yang tengah duduk sambil menopang kepalanya dengan tangannya.


"Belum tidur atau udah bangun?" tanya Liana kepada Rendy dengan muka bantalnya.


"Aku gak bisa tidur," saut Rendy singkat.


Liana duduk lalu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang! "kenapa?" tanyanya.


"Karena kamu," jawab Rendy.


Liana mengernyitkan dahinya, ia tidak merasa melakukan apa-apa terhadap suaminya itu.


"Apa salahku?" tanya Liana dengan raut wajah kebingungan.


"Salahmu, karena kamu cantik. Aku jadi gak bisa tidur karena terus memandangimu dan juga ada rasa ingin ... ."Rendy menggantung ucapannya, " sudahlah. Lupakan saja," ucap Rendy mengalihkan pembicaraan.


"Malam-malam, malah ngegombal," ucap Liana sambil memutar bola matanya malas.


"Li, aku mau tidur," ucap Rendy kepada Liana.


"Mau tidur ya tinggal merem, ngapain harus bilang ke aku," ucap Liana ketus.


"Boleh gak aku peluk ... ."


"Gak boleh." Sebelum Rendy meneruskan ucapannya Liana sudah lebih dulu memotong ucapan Rendy.


"Aku belum selesai ngomong. Main nyamber aja kaya api ketemu gas," ucap Rendy sambil menggaruk tengkuknya.


"Tadi bilang mau peluk. Peluk apa, kalau bukan pengen peluk aku," ketus Liana.


Rendy tertawa kecil kala mendengar perkataan istrinya itu.


"Dasar istri mesum. Aku mau peluk bantal guling, tapi kalau diizinkan meluk kamu, aku mau banget," ucap Rendy sembari senyum menggoda Liana.


Liana melempar bantal guling kepada Rendy! "Nih! peluk bantal guling. Kalau mau meluk aku, kita berantem dulu," ucap Liana.


"Kamu tega banget, Li. Gak kasihan apa sama suami sendiri," ucap Rendy dengan nada lemas, "padahal badanku sakit semua gara-gara diserang oleh orang suruhan kakekmu," sambung Rendy lagi.


Liana menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar.


"Suamiku sayang sini yuk, aku pijitin biar badannya gak sakit-sakit lagi," ucap Liana.


Terpaksa Liana harus bersikap baik kepada suaminya, karena memang gara-gara menolongnya dari orang-orang suruhan kakeknya, Rendy jadi terluka dan pasti merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Apa, kamu manggil aku apa?" ucap Rendy mengulang perbuatannya.

__ADS_1


"Suamiku," saut Liana.


"Nggak-nggak. Coba ulangi kalimat pertama tadi," ucap Rendy penuh penasaran, ia ingin memastikan kalau tadi ia tidak salah dengar.


"Suamiku, sayang. Kenapa emangnya, ada yang salah?" tanya Liana balik.


"Kamu manggil aku, suami dan sayang? apa itu serius?" tanya Rendy.


Ini pertama kalinya Liana menyebut Rendy dengan sebutan suami dan juga memanggilnya sayang. Ia tidak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut Liana.


"Kamu kan emang suamiku. memangnya kamu tidak menganggapku sebagai istrimu?" tanya Liana yang mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan dari Rendy.


"Aku menganggapmu sebagai istriku, istri sahku. Tadi yang pertama kalinya kamu menyebutku dengan kata suami, makannya aku mencoba memastikan kalau aku tidak salah dengar," jelas Rendy panjang lebar.


"Sebenarnya, kita lagi bahas apa sih? bukannya tadi kamu lagi bahas tentang kamu yang gak tidur?" ucap Liana.


"Kamu serius mau mikirin aku?" tanya Rendy.


"Serius lah. Gimana, mau gak aku pijitin?" ucap Liana.


"Mau banget," ucapan Rendy sembari tengkurap disamping Liana.


"Aku pijit tanganmu dulu ya, mas," ucap Liana. Tangannya mulai bekerja memijat suaminya.


"Awh! awh! pelan-pelan napa, Li," ucap Rendy yang merasa kesakitan karena Liana memintanya terlalu keras.


"Owh maaf. Aku terlalu bersemangat," ucap Liana sembari mengurangi tenaganya.


Liana tak menjawab ucapan Rendy, ia terus fokus melakukan tugasnya.


Setelah beberapa menit Liana memijat Rendy, tidak terdengar lagi suara ocehan-ocehan dari mulut Rendy.


Liana terus memijat suaminya dengan telaten dan setelah dua puluh menit berlalu, Liana mendengar dengkuran halus dari mulut sang suami. Ia pun menghentikan gerakan tangannya.


Liana membaringkan tubuhnya disamping suaminya dengan posisi tubuh menghadap kearah sang suami, Liana tak langsung tertidur ia memandangi wajah sang suami yang kini tertidur pulas.


"Benarkah kamu sudah mencintaiku, mas?" tanya Liana didalam hatinya.


Liana mengelus pipi mulus milik sang suami lalu ia menyusul suaminya ke alam mimpi dengan posisi sebelah tangan masih menangkup pipi Rendy.


Akhirnya malam itu menjadi malam pertama mereka tidur dalam satu tempat tidur yang sama.


Di kamar sebelah.


Ken sudah terbangun sejak dua jam lalu, Ken mengutak-atik ponselnya mencoba menghubungi orang yang ia suruh untuk mencari Jenny dan mencari tahu apa alasan Jenny melarikan diri saat acara pernikahannya waktu itu.


Ken mengirim pesan kepada orang suruhannya itu.


["Sudah ada hasil belum?"] tanya Ken lewat pesan whatsapp.

__ADS_1


["Belum, Pak. Kami masih berusaha untuk mendapatkan bukti yang kuat,"] kirim.


Ken langsungnya membaca pesan dari orang itu.


["Kalian sudah tahu dimana keberadaan Jenny saat ini?"] tanya Ken lagi.


["Sudah. Wanita itu sedang berlibur ke luar negeri bersama seorang pria. Kami sedang berusaha mencari tahu siapa laki-laki yang bersama wanita itu. Anda tenang saja, setelah kami menemukan bukti yang kuat kami akan segera memberi tahu anda,"] balas orang suruhan Ken itu.


Setelah Ken selesai dengan obrolannya, ia segera menghapus sisa pesan di ponselnya takutnya pesan itu dibaca oleh Rendy.


Ken melakukan misi ini tanpa sepengetahuan Rendy, karena ia tahu Rendy tidak akan mengizinkannya untuk mencari bukti kejahatan Jenny.


Rendy yang sudah dibutakan oleh rasa cinta, tidak ingin memperpanjang masalah ini dan ia juga mengikhlaskan uang yang sudah dibawa kabur oleh Jenny.


Tanpa sepengetahuan Rendy. Kendra terus mencari bukti kejahatan yang dilakukan oleh Jenny, karena bukan tidak mungkin dari dulu wanita itu hanya memanfaatkan Rendy saja.


Setelah selesai dengan urusannya. Ken kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, lalu ia kembali tertidur.


Pagi sudah tiba, namun Liana belum terbangun dari tidurnya. Rendy yang merasa ada sesuatu yang menempel di pipinya dengan perlahan membuka matanya tanpa adanya pergerakan sedikitpun.


Setelah Rendy membuka matanya, ia mendapati tangan Liana yang menangkup pipinya.


Rendy tersenyum kecil, ada rasa bahagia yang menghampirinya saat itu.


Rendy enggan bergerak padahal sebenarnya ia ingin buang air kecil, karena ia tidak ingin telapak tangan Liana lepas dari pipinya.


"Cuma diginiin doang, aku sudah bahagia Li," lirih Rendy didalam hatinya.


Rendy memejamkan matanya kembali berpura-pura seolah ia masih tidur, ia tidak mau membuat Liana malu saat Liana terbangun dengan tangan yang masih dalam posisi sebenarnya.


Tak lama Liana terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya dan langsung menyadari kalau telapak tangannya masih menempel dipipi sang suami.


Liana segera menarik tangannya lalu berkata, "untung, mas Rendy masih tidur kalau nggak, bisa malu aku," ucap Liana dengan nada pelan.


Liana kembali memandangi wajah sang suami.


"Aku tidak tahu apakah rasa yang bergejolak dihatiku ini adalah cinta atau bukan?" ucap Liana lagi.


Liana bangkit dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rendy yang memang tidak tidur, mendengar dengan jelas ucapan Liana barusan.


Rendy membuka matanya lalu tersenyum, entah kenapa ia merasa sangat bahagia.


Bersambung.


Terimakasih sudah mampir di novelku. Jangan lupa Like, Komen dan votenya biar author lebih semangat berkarya.


Rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca.

__ADS_1


Aditya Bramansta Wijaya seorang ceo tampan nanti dingin dipertemukan dengan seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai seorang dokter yang bernama Erlin Putri Sanjaya, Dan disetiap kali pertemuannya pasti terjadi konflik diantara keduanya, hingga saat pertemuan yang terakhir Erlin menabrak mobil Adiknya dari belakang, yang membuat Aditya mengajukan sebuah persyaratan pada Erlin untuk mengganti dengan menjadi kekasih bohongannya, demi menghindari sebuah perjodohan. Akankah Aditya bisa terbebas dari perjodohan keluarganya, dengan menjadikan Erlin sebagai kekasih bohongannya??



__ADS_2