
Yudi masuk dengan wajah tak suka dengan Aryo, Dia yakin bahwa Aryo suka sama Mita, walaupun Mita hanya menganggapnya seorang kakak.
"Eh Yoyo, kamu gak masuk sekolah. Sudah hampir siang noh" ucap Yudi duduk di samping Aryo dengan santainya.
"Maaf nama saya Aryo bukan Yoyo" ucap Aryo merasa tidak suka dengan sikap Yudi.
"Yaudah kalau gitu abang pamit ya" ucap Aryo tak menghiraukan Yudi. Aryo pun pergi tak lupa ia mengucapkan salam pada Mita,
Entah kenapa Yudi sangat tidak menyukai Aryo karena sikap nya yang membuat Yudi kesal. Padahal Aryo tidak membuat kesalahan apapun dengan dirinya, dia juga tidak mengenal dekat Yudi. Baru pertama bertemu tapi sudah tidak menyukai. Entah lah??? Apa jadinya kalau mereka sampai bertemu lagi.
"Kamu itu udah bersuami, jadi jangan banyak bergaul sama cowok" ucap Yudi pada Mita dan langsung pergi meninggalkan Mita sendiri. Mita yang keheranan dengan sikap Yudi hanya bisa menyimpannya dalam hati.
Setelah setengah jam berlalu, akhirnya makanan pun siap disajikan. Hari ini Mita dan ibu nya cukup banyak memasak makanan. Walaupun hanya makanan yang sangat sederhana dan tidak mewah. Namun rasanya sungguh enak tidak kalah dengan makanan yang mahal. Semua keluarga pun sudah kumpul untuk sarapan bersama, Mita langsung menyiapkan sarapan untuk Yudi seperti layaknya seorang istri.
"Mita, 2 hari lagi kan kamu sudah harus ke Jakarta. Jadi siapkan semua barang yang akan dibawa nantinya, tapi hari ini dan besok kamu kan masih disini jadi selesaikan apa yang mesti kamu selesaikan" ucap Hendra tersenyum kemudian melahap makanannya. Mita hanya mengangguk tersenyum, dirinya sudah ikhlas menerima semua takdir hidup nya.
Selesai sarapan Mita membereskan piring dan lainnya ia mencuci piring habis itu nyapu dan yang terakhir nyuci baju. Mita ingin nyuci baju di kali/sungai soalnya di sana lebih enak dan sungainya pun tak begitu jauh dari rumahnya, segera ia pergi ke dalam kamarnya mencari baju yang kotor termasuk baju Yudi, karena sekarang Mita sudah menjadi istrinya Yudi maka ia pun akan mencucikan baju Yudi juga.
"Kak Yudi" teriaknya dari dalam kamar. Yudi yang tengah duduk bersama papa dan mertuanya pun langsung pergi dimana sumber suara yang memanggilnya itu.
"Ada apa Cil" tanya Yudi yang baru masuk ke dalam kamar Mita. Yah sekarang mereka sudah halal jadi tidak ada yang larang kalau mereka mau berbuat apa saja.
"Baju kotor kakak mana" tanya Mita langsung.
"Emang kenapa kok menanyakan baju kakak" ucap Yudi.
"Mita mau nyuci kak tapi baju kakak kemana yang kotor mau sekalian cuciin" jelas Mita
"Oh gitu. Ambil tuh di pojokan dekat tas kakak" ujar Yudi.
__ADS_1
"Kamu mau nyuci di mana, di sumur belakang?" Sahutnya lagi.
"Mita mau nyuci di kali kak. Kenapa, kakak mau ikut" tanya Mita.
"Jauh apa deket kali nya," timpal Yudi.
"Gak jauh kak, dekat sini"
"Ya udah kalau gitu kakak mau ikut, bosan di rumah terus" ucap Yudi yang akhirnya ikut Mita pergi ke sungai. Baru mau keluar rumah Meli menegur mereka berdua.
"Kalain mau ke mana" tanya Meli pada Mita.
"Kami mau ke kali bu, mau nyuci baju di sana" jawab Mita sejujurnya. Mereka pun pergi dan tidak lupa baju yang mereka bawa menggunakan ember untuk di cuci
"Kakak pernah pergi ke sungai" tanya Mita di tengah perjalanan mereka untuk memecahkan keheningan di antaranya.
"Kakak mana sempat untuk pergi ke sungai, kakak itu sibuk kerja" jawab Yudi.
"Dulu waktu kecil doang, sekarang gak pernah lagi" jawabnya lagi.
"Wah kakak beruntung bisa ke sungai sama Mita" sahut Mita.
"Apa juga untungnya pergi ke sini sama kamu, aku cuma mau lihat-lihat doang" ujar Yudi sedikit berbohong.
"Kakak tuh aneh, kadang kakak ngomong pakai aku kamu dan biasanya pakai sebutan 'kakak' juga" ucap Mita dengan senyuman lebar di bibirnya.
"Itu sih perasaan kamu aja" Sahut Yudi mengelak. Dan tak terasa mereka mengobrol sepanjang jalan dan telah sampai sungai.
"Ya udah kak, kalau kakak mau lihat-lihat Mita mau nyuci di sana dulu" ucap Mita sambil menunjuk sebuah tempat yang ada papannya untuk bisa mencuci dan dibalas anggukan oleh Yudi.
Sudah 15 menit Yudi berjalan untuk melihat sekitaran sungai, ia pun kembali ke tempat tadi untuk mengajak Mita pulang. Dari jauh Yudi melihat Mita yang tengah serius mencuci baju di pinggiran sungai, Yudi mempunyai rencana untuk mengagetkan Mita dari belakangnya.
__ADS_1
"Mita awas di bawah kakimu ada ular" teriak Yudi di belakang Mita, mita yang kaget langsung berdiri hendak lari namun ia malah nyebur ke sungai yang banyak batunya dan akhir cerita kaki Mita malah kesleo.
Byurrrr
Yudi tak menyangka bahwa kegiatannya membuat Mita malah nyemplung ke sungai dan Yudi pun harus nyemplung untuk membantu Mita.
"Kak. tolong Mita"
"Mita gak bisa berenang" ucap Mita yang hampir tenggelam di sungai dengan melambai-lambaikan tangannya. Yudi dan Mita basah kuyup karena ulah Yudi yang mengagetkan Mita. Yudi pun membopong Mita ke pinggir sungai.
"Kamu gak papa" tanya Yudi panik.
"Kakak ngapain ngagetin Mita, Mita gak bisa berenang kak" ujar Mita dengan ekspresi panik dan masih ngos-ngosan.
"Kakak gak tau kalau kamu gak bisa berenang, kan cuma bercanda doang eh malah kamu nyebur ke sungai. Untung kamu gak papa, kalau misal kamu hanyut kan bisa aku yang disalahin" ucap Yudi.
"Mita sih gak papa kak, tapi Mita takut tadi kalau misal Mita tenggelam gimana" sahutnya.
"Ya kakak pasti selamatkan kamu lah" jawab Yudi.
"Udah ah Mita mau nyuci lagi tinggal sedikit dan biar kita cepet pulang. Awas kakak ngagetin Mita lagi nanti Mita bakal marah sama kakak" ucap Mita ingin bangkit namun kakinya begitu sakit
"Aduh kak, kaki Mita sakit banget" lirih Mita dan kembali untuk duduk lagi
"Kamu kenapa Cil, kenapa kaki kamu" tanya Yudi khawatir
"Kayaknya Kaki Mita keseleo deh kak, gimana Mita pulangnya nih kak, sakit banget untuk jalan" ujar Mita kesakitan.
"Ya udah kalau gitu kamu duduk aja dulu, biar kakak yang lanjutin nyuci biar cepat selesai dan kita bisa cepat pulang" ucap Yudi seraya pergi menuju tumpukan baju nya.
"Emang kakak bisa nyuci baju, itukan tugas perempuan kak" tanya Mita yang melihat punggung Yudi dari belakang.
__ADS_1
"Tenang saja, kakak bisa nyuci kok" tutur Yudi.