Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 110


__ADS_3

"Jadi, selama ini kamu menyimpan laki-laki lain? Mama tidak menyangka kamu tega melakukan ini pada putra Mama," ucap Elma.


Wajah Elma memerah karena kemarahan yang sedang melanda nya.


"Mama sudah terlanjur sayang sama kamu Liana, tapi apa yang kamu lakukan terhadap keluarga kami?" ucap Elma dengan amarah yang memuncak.


"Mam, dengar dulu penjelasan aku. Bukan itu yang sebenarnya terjadi," ucap Rendy mencoba menenangkan mamanya.


"Aku mencintai sosok orang lain yang ada dalam diri mas Rendy. Aku suka mas Rendy yang dulu dibandingkan Rendy yang sekarang," ucap Liana pada Elma.


"Maksud kamu apa Liana? jangan membuat Mama pusing," ucap Elma.


Kini Elma mulai menurunkan volume suaranya.


"Mam, sekarang aku sibuk sedangkan semenjak Liana hamil dia sering meminta waktu lebih dariku dan jelas saja aku tidak bisa memenuhi permintaannya," ucap Rendy.


Rendy beralasan agar Liana tak mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya kepada mamanya.


Liana menatap Rendy dengan tatapan tajam. Ada kemarahan yang coba Liana sembunyikan dari ibu mertuanya itu.


"Mama, apa aku egois karena menginginkan mas Rendy seutuhnya? aku tidak ingin ada orang lain yang memilikinya selain diriku," ucap Liana.


Liana berkata jujur mengisyaratkan bahwa saat ini Rendy memiliki wanita lain diluar sana.

__ADS_1


Elma tersenyum mendengar ucapan Liana, amarah yang sebelumnya menguasai dirinya kini sudah hilang dari dirinya.


"Sayang, Rendy hanya milik kamu dan Mama. Selain kita berdua tidak ada orang yang berhak atas Rendy," ucap Elma.


"Mama, hubungan kami baik-baik saja. Mama tidak usah khawatir," ucap Rendy sembari memeluk Elma dari belakang.


"Mas Rendy benar. Kami baik-baik saja," sahut Liana.


"Kamu pintar sekali beralasan, mas hingga aku tidak punya kesempatan untuk membuka perselingkuhan dirimu dengan wanita itu kepada mamamu," ucap Liana didalam hatinya.


Senyum yang dipaksakan Liana suguhkan kepada ibu mertuanya.


"Mama, aku mau makan soto ayam buatan Mama. Boleh aku minta tolong untuk membuatkannya?" ucap Liana.


"Boleh dong, sayang. Pasti cucu Mama yang kepengen makan soto," ucap Elma sembari mengusap perut Liana.


Elma pergi meninggalkan Rendy dan Liana!


Setelah Elma pergi, Rendy menarik tangan Liana yang juga akan pergi dari tempat itu.


"Aku mau bicara," ucap Rendy.


"Li, kamu jangan nekat untuk memberi tahu mamaku tentang aku dan Jenny," ucap Rendy sembari terus mencekal pergelangan tangan Liana.

__ADS_1


"Kenapa, kamu takut Mama marah? atau kamu takut kehilangan perempuan itu?" ucap Liana dengan tatapan datar.


"Bukan itu. Mama marah, aku gak masalah aku takut Mama syok lalu terkena serangan jantung dan akhirnya ... aku sudah tidak punya ayah, sekarang aku tidak ingin kehilangan ibu," ucap Rendy.


"Kalau gitu cepat urus perceraian kita atau aku akan membongkar semua rahasiamu kepada Mama," ucap Liana sembari berbalik hendak pergi.


"Ayo kita bicara," ucap Shila sembari meraih tangan Liana.


Rendy menatap Shila lalu menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar Shila tidak berbicara apapun kepada Liana.


Shila menatap Rendy lalu ia juga menggelengkan kepalanya seolah menjawab isyarat dari Rendy.


Shila membawa Liana ke sudut balkon lalu mulai bicara.


"Saya tahu masalah anda dengan pak Rendy. Tapi saya harap anda bertahan sebentar lagi saja," ucap Shila.


"Kamu gak ngerti. Saya tidak tahan dengan semua ini," sahut Liana.


"Setidaknya sampai bayi yang anda kandung terlahir ke dunia. Pikirkan tentang bayi yang tak berdosa ini," ucap Shila sembari meletakkan telapak tangannya di perut Liana.


Liana terdiam, memang benar apa yang dikatakan Shila.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2