
Elvan berkendara dengan kecepatan sedangkan, ia sedang dalam perjalanan menuju rumah Kayla! Sesekali Elvan melihat layar ponselnya untung melihatmu slamat rumah Kayla.
...****************...
Kayla sedang bersiap-siap karena dia tahu sebentar lagi Elvan pasti datang untuk menjemputnya.
"Mau kemana?" ucap Mamanya Kayla.
"Ma, aku mau pergi sama temanku, bolehkan?" ucapan Kayla sembari terus memoles pipinya dengan bedak.
"Boleh dong tapi teman yang mana yang mau ngajak kamu pergi sehingga kamu berdandan secantik ini? Biasanya juga jarang dandan," tanya Mamanya Kayla.
"Teman baru. Sebenarnya bukan teman sih, Ma, aku kenal sama dia karena dia udah mengembalikan ponsel aku yang ketinggalan di salah satu restoran. Kami baru kenal sekitar dua minggu yang lalu, bahkan sekarang baru pertemuan kami yang ke dua," jelas Kayla.
"Hati-hati loh, sayang sekarang banyak orang yang berpura-pura baik hanya untuk mendapatkan apa yang mereka mau," ucap Mamanya Kayla lagi.
"Mama tahu kan aku ini siapa dan pekerjaanku apa? Aku gak mungkin berteman dengan seseorang tanpa aku tahu siapa dan bagaimana sifat dia. Ini pertemuan aku yang ke dua kalinya kalau dia benar-benar baik aku lanjut kalau gak ya gimana lagi," ucap Kayla.
"Mama tahu, tapi gak mungkin kamu menyelidiki semua orang yang dekat denganmu kan."
"Aku akan melakukan itu, apa lagi sekarang temanku ini laki-laki," ucap Kayla sembari menatap Mamanya.
"Laki-laki?"
"Ya, laki-laki."
"Rupanya anak Mama sudah punya pacar."
"Bukan pacar karena diantara aku dan dia tidak ada pembicaraan yang mengarah ke arah sana," ucap Kayla.
Tok!
Tok!
Tok!
"Assalamu'alaikum!"
"Itu pasti dia," ucap Kayla sembari berjalan menuju pintu utama rumahnya.
"Waalaikumsalam."
Kayla membukakan pintu rumahnya dan benar saja ucapannya, Elvan berdiri di depan pintu rumahnya.
Elvan menatap Kayla tanpa berkedip. Dia terpesona dengan kecantikan yang Kayla miliki.
"Van!" ucap Kayla.
Elvan tak menanggapi perkataan Kayla, dia masih asyik memandang wajah Kayla.
"Elvan!" ucap Kayla lagi sambil menjentikkan jarinya didepan wajah Elvan.
Elvan terperanjat.
"Ah, ya. Maaf," ucap Elvan.
Kayla tersenyum, "masuk dulu," ucap Kayla.
Elvan mengekor dibelakang Kayla!
"Duduk."
Elvan duduk di kursi ruang tamu tanpa berucap sepatah kata pun!
Tanpa disuruh seorang asisten rumah tangga di rumah Kayla menyuguhkan teh untuk Elvan!
Mamanya Kayla berjalan menghampirimu Elvan dan Kayla yang sedang duduk di ruang tamu!
"Mama, kenali ini Elvan," ucap Kayla sembari meraih tangan Mamanya dan membawanya untuk duduk bersamanya.
"Van ini Mamaku," ucapan Kayla setelah Mamanya duduk di kursi itu.
"Tante, aku Elvan," ucap Elvan.
Mamanya Kayla tersenyum ramah kepada Elvan.
"Tante, aku kesini mau minta izin untuk mengajak Kayla pergi," ucap Elvan.
"Boleh, asalkan kamu bisa dipercaya," ucap Mamanya Elvan.
"InsyaAllah aku bisa dipercaya. Makannya aku kesini untuk meminta izin kepada Tante agar tante tahu kalau anak tante pergi sama aku," ucap Elvan.
"Kalau Kayla nya mau, Tante gak bisa melarang. Kalian boleh pergi tapi karena kalian laki-laki dan perempuan dan hanya jalan berdua kalian harus tahu batasan," jelas Mamanya Kayla.
"Tante tidak perlu khawatir, Kayla aman bersamaku."
__ADS_1
"Ya, udah, Van kita pergi sekarang," ucap Kayla.
Elvan menatap Kayla lalu kembali menatap Mamanya Kayla, sebuah senyuman terukir di bibirnya.
"Kalau gitu aku permisi ya, Tante," ucap Elvan.
"Silahkan."
Kayla berjalan terlebih dahulu sedangkan Elvan berjalan dibelakang Kayla tak lupa sebelum pergi, Elvan mencium punggung tangan Mamanya Kayla seperti yang selalu ia lakukan kepada orang tuanya.
"Assalamualaikum," ucap Elvan dan Kayla berbarengan.
Elvan membukakan pintu mobilnya untuk Kayla dan setelah Kayla masuk kedalam mobil, Elvan baru masuk kedalam mobilnya!
Elvan menyalakan mesin mobilnya lalu mulai melajukan kendaraannya!
"Kemana nih, kita?" ucap Elvan sembari terus menyetir.
"Terserah, asal jangan ke hotel saja," ucap Kayla.
"Sepertinya ke hotel, ide bagus," ucap Elvan sembari tersenyum.
"Bagus bagimu, tapi tidak untukku."
Elvan tertawa kecil. "Gimana, kita mau ke hotel gak?" ucap Elvan.
"Baru kenal udah ngajak ke hotel. Jangan macam-macam ya sama aku," ucap Kayla judes.
"Kamu galak juga ya."
Elvan terus berkendara menuju suatu tempat!
Setelah setengah jam berkendara, Elvan memarkirkan mobilnya di sebuah tempat!
Kamu suka dengan alam?" ucap Elvan.
"Tentu saja," sahut Kayla.
"Baiklah, kalau gitu ayo kita turun!" ucap Elvan.
Elvan dan Kayla turun dari mobilnya lalu mulai melangkahkan kakinya menuju hamparan rerumputan yang dihiasi bunga-bunga disekitarnya.
"Kamu sering ke tempat ini?" tanya Kayla sembari terus melangkah.
Elvan mengajak Kayla ke tepi danau!
"Makasih ya, udah mau nemenin aku," ucap Elvan.
"Santai saja, anggap saja ini perkenalkan kita."
Elvan tersenyum, "Kay sekarang hari minggu, kenapa kamu gak jalan sama pacarmu?"
"Karena aku lebih memilih jalan sama kamu," ucap Kayla.
"Maaf, jika aku mengganggu," ucap Elvan.
"Santai saja."
Saat Elvan dan Kayla sedang asyik mengobrol beberapa orang menghampiri mereka!
"Lagi pacaran ya?" ucap laki-laki itu.
"Ikutan dong, bisa joinan kita," ucap teman laki-laki itu.
"Asyik nih, cewek satu join rame-rame," ucap teman yang satunya lagi.
Elvan dan Kayla berdiri dihadapan beberapa laki-laki itu!
"Maaf, bang tolong jangan ganggu kami," ucap Elvan dengan ramah.
Salah satu dari mereka hendak meraih dagu Kayla namun Elvan menepis nya!
"Jangan sentuh dia," ucap Elvan.
"Heh, lo juga udah apa-apain dia kan? Boleh lah gue nyicipin juga," ucap laki-laki itu.
"Kay, ayo pergi! Kita gak perlu meladeni mereka," ucap Elvan.
Elvan memegang pergelangan tangan Kayla lalu mulai berjalan meninggalkan empat laki-laki yang mengganggu mereka.
Setelah berjalan beberapa langkah salah satu dari mereka menarik paksa tangan Kayla hingga Kayla mundur beberapa langkah dan tangannya terlepas dari genggaman Elvan.
"Lepaskan!" ucap Kayla.
Elvan segera menghampiri mereka!
__ADS_1
Saya sudah katakan, jangan ganggu kami tapi kalian tetap melakukan itu."
Elvan melepaskan pegangan laki-laki itu dari tangan Kayla dengan paksa.
Salah satu dari mereka mulai tersulut emosi lalu mulai berusaha menyerang Elvan!
Dengan sigap Elvan mengindari serangan dari laki-laki itu tak lupa ia menyuruh Kayla untuk menjauh dari mereka.
Perkelahian antara Elvan dan empat orang preman itu tak bisa terhindarkan, Elvan merasa tidak terima dengan perlakuan mereka terhadapnya dan juga Kayla.
Karena Elvan bisa bela diri, dia berhasil membuat empat laki-laki itu kewalahan untuk melumpuhkannya.
Mereka sudah mulai kelelahan dan mulai kalah oleh Elvan, namun salah satu dari mereka ada yang membawa senjata tajam.
Laki-laki itu ingin menikam Elvan, namun karena Elvan menghindari serangan itu akhirnya sasaran laki-laki itu meleset dan hanya mengenai lengan Elvan.
Pisau kecil itu menancap di lengan Elvan dan darah segar mulai keluar dari luka tusukan itu.
"Elvan!" ucap Kayla.
empat laki-laki itu tertawa melihat Elvan yang terluka.
Elvan masih berusaha melawan mereka untuk melindungi Kayla.
Kayla yang melihat Elvan sudah lemah, tanpa pikir panjang langsung menyerang empat laki-laki itu!
Bugh!
Kayla menendang punggung salah satu dari mereka dengan keras!
Laki-laki itu tersungkur dalam satu kali tendangan.
Tiga laki-laki yang semula berdiri dan bersiap untuk mengeroyok Elvan, membalikkan badannya menjadi menghadap Kayla!
"Kamu ingin bermain-main manis?" ucap salah satu dari mereka.
Mereka tertawa sambil menatap Kayla.
Elvan segera merobek lengan bajunya lalu membalut lukanya dengan sobekan bajunya!
"Jangan macam-macam sama saya," ucap Kayla.
Empat laki-laki itu terus tertawa, mereka merendahkan kemampuan seseorang wanita.
Kayla yang tadinya tidak ingin menunjukkan kemampuannya, akhirnya menyerang mereka untuk membela dirinya.
Mereka mengelilingi Kayla lalu melangkah secara bersamaan mendekati Kayla.
Kayla mulai menunjukkan kemampuannya, dia menyerang mereka satu persatu hingga akhirnya mereka dapat terkalahkan.
Laki-laki yang membawa senjata tajam itu hendak melukai Kayla, namun berhasil digagalkan oleh Elvan.
Kayla memberi bogem kepada laki-laki yang tadi hendak meraih dagunya!
"Jangan pernah berniat untuk melecehkan seorang wanita," ucap Kayla kepada laki-laki itu.
Setelah hampir lima belas menit, akhirnya empat laki-laki yang tidak dikenal itu dapat dilumpuhkan.
Kayla berjalan menghampiri Elvan!
"Van, kamu harus segera ke rumah sakit," ucap Kayla karena melihat darah terus mengalir dari luka tusukan itu.
Elvan tak berucap, dalam hatinya ia merasa kagum sekaligus heran, wanita seperti Kayla ternyata bisa melakukan hal yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Kayla membantu Elvan untuk berjalan menuju mobilnya!
"Aku gak apa-apa, Kay," ucap Elvan.
"Gak apa-apa gimana? Kamu terluka," ucap Kayla.
Kayla membuka pintu mobil dan meminta Elvan untuk masuk kedalam mobil!
"Masuklah, biar aku yang nyetir," ucap Kayla.
"Gak perlu, Kay. Aku masih bisa nyetir kok."
"Elvan kamu terluka, kamu nurut saja sama aku ya."
Kayla masuk kedalam mobil lalu mulai melajukan kendaraannya!
"Ternyata bukan cuma Mamaku yang bisa melakukan sesuatu yang tidak muncul bisa dilakukan oleh wanita," ucap Elvan didalam hatinya.
Kayla terus mengemudikan mobilnya dengan fokus. Secepatnya ia harus tiba di rumah sakit karena Elvan harus segera mendapatkan penanganan dokter.
Bersambung
__ADS_1