Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 102


__ADS_3

Setelah berbincang dengan waktu yang lama, Satya pamit untuk pulang lebih dulu.


"Saya pulang duluan ya," ucap Satya.


"Oh iya, silahkan," sahut Rendy.


Liana tak banyak bicara, ada rasa bersalah pada Rendy karena ia sudah tidak mengakui pernikahannya dengan Rendy.


Satya melangkah pergi menjauh dari Rendy dan Liana.


Setelah Satya sudah tak terlihat lagi, Rendy mendekati Liana lebih dekat dari jarak sebelumnya. Diusapnya perut ramping sang istri.


"Disini ada anakku, buah cinta kita. Apa kamu yakin tetap ingin pergi? anak ini akan lahir tanpa ayah. kamu gak kasihan pada anak kita?" ucap Rendy sembari terus mengusap perut Liana.


Liana hanya diam tak menjawab ucapan Rendy dan tak merespon perlakuan Rendy padanya.


"Liana, aku gak bisa liat kamu sedekat itu sama Satya kamu milikku selamanya akan tetap menjadi milikku gak boleh ada orang lain yang memiliki dirimu selain aku," ucap Rendy dengan tatapan sayu.


Tiba-tiba Liana meneteskan air mata.


"Kamu gak bisa lihat aku dekat dengan laki-laki lain? apa kamu pikir aku bisa ngeliat kamu dekat dengan wanita lain?" ucap Liana dengan nada lirih.

__ADS_1


"Aku masih berhubungan sama Jenny karena aku ... ." Rendy menggantung ucapannya.


"Apa? karena dia wanita pertama yang ada dalam hati kamu?" ucap Liana.


"Bertahanlah denganku, demi anak kita. Suatu saat nanti aku akan buktikan kalau aku benar-benar mencintaimu dan tak ingin kehilangan kamu," ucap Rendy.


Liana tak berucap lagi, ia memang sudah memikirkan tentang bayi yang dikandungnya jika ia tetap pergi maka bayi yang tak berdosa itu akan jadi korbannya.


"Sudah sore. Kita pulang ya," ucapan Rendy setelah melihat jam ditangannya.


"Aku pulang sama Sam aja," ucap Liana datar dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Rendy mengusap air mata sang istri dengan lembut.


"Kata-kata manismu sudah basi. Aku tidak akan terbuai lagi dengan semua janji palsumu itu, mas," sahut Liana dengan tatapan tajamnya.


Liana beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju mobilnya!


"Sam ayo kita pulang!" ucap Liana sembari terus berjalan menuju mobilnya.


Sam mengangguk paham lalu ia mengekor dibelakang Liana!

__ADS_1


Setelah Liana sudah berada di dalam mobil, Rendy masuk kedalam mobil dan duduk di bangku kemudi!


"Sam, kamu pulang bawa mobil saya ya," ucap Rendy pada Sam.


"Baik, Pak," sahut Sam lalu segera pergi meninggalkan Rendy dan Liana!


Di tempat lain.


"Jadi sekarang kita pacaran?" ucap Ken kepada Shila.


"Lebih tepatnya ta'arufan," sahut Shila.


"Kenapa begitu?" tanya Ken.


"Ta'arufan proses saling mengenal antara dua orang yang akan melangkah menuju pelaminan sedangkan pacaran ... anda tahu lah orang pacaran seperti apa?" ucap Shila.


"Baiklah calon istriku ayo kita pulang dan beri kabar baik ini pada mamaku," ucap Ken dengan senyuman penuh kebahagiaan.


"Ish gak gitu juga kali Pak Kendra," ucap Shila.


"Terus bagaimana? aku harus manggil kamu apa?" ucap Ken, "kamu jangan manggil aku Pak dong aku belum tua loh," sambung Ken.

__ADS_1


"Bersikap seperti biasa saja. Hubungan kita tidak perlu diberitahukan kepada siapapun biar waktu yang memberitahu mamamu dan surat undangan yang memberitahu orang lain," ucap Shila.


Bersambung


__ADS_2