Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 57


__ADS_3

"Shoping? apa yang mau di beli? aku tidak sedang membutuhkan sesuatu," ucap Liana.


"Kalau gitu kita muter-muter aja," ucap Rendy.


"Baiklah," ucap Liana dengan senyum manisnya.


Rendy dan Liana masuk kedalam Mall tersebut! keduanya sama-sama menikmati perjalanan mereka.


"Sayang, lihat gaun itu!" ucap Rendy sembari menunjuk ke satu tempat.


Liana mengikuti arah telunjuk Rendy! "terus?" ucapnya.


"Sepertinya cocok buat kamu," ucap Rendy.


"Tuh kan. Pasti beli lagi," ucap Liana.


"Gakpapa, sayang. Aku gak marah kok." Rendy menarik tangan Liana lalu menariknya menghampiri gaun yang ia sukai.


"Mbak, pujaan saya mau mencoba gaun itu, tolong dibantu ya," ucap Rendy.


Wanita penjaga toko itu mengambil gaun yang Rendy tunjuk lalu mengajak Liana ke ruangan khusus untuk mencoba pakaian!


Rendy duduk di kursi khusus pengunjung toko tersebut sembari memainkan ponselnya.


Greep!


Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang!


"Sayang, aku rindu," ucap wanita yang memeluk Rendy.


"Jenny?" ucap Rendy sembari melerai pelukan wanita itu.


Jenny tersenyum kepada Rendy lalu kembali memeluk tubuh Rendy sembari membenamkan kepalanya di dada bidang milik Rendy!


"Jenny-Jenny, jangan seperti ini. Nanti istriku tahu," ucap Rendy sembari melerai pelukan Jenny.


"Aku ingin kita kembali seperti dulu, aku mencintaimu. Aku tahu kamu pasti masih mencintaiku," ucap Jenny dengan gaya manjanya.


"Rasa cintaku untukmu sudah hilang sejak kamu pergi dari acara pernikahan kita," ucap Rendy mencoba menepis rasa cinta yang masih bersisa untuk Jenny.


"Aku tahu kalau kamu masih mencintaiku. Aku masih merasakan detak jantungmu masih sama seperti dulu saat aku memelukmu," ucap Jenny sembari mengeratkan pelukannya.


"Jenny, please lepaskan aku," ucap Rendy.


"Katakan kalau kamu mencintaiku," ucap Jenny lagi.


"Ya, aku masih mencintaimu. Jenny mengertilah sekarang aku sudah punya istri," jelas Rendy.


Jenny tersenyum lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Rendy!


"Temui aku di parkiran!" Jenny melangkahkan kakinya meninggalkan Rendy di tempat itu.


Rendy menatap kepergian Jenny hingga wanita itu sudah tak terlihat lagi.


"Mas!" ucap Liana dengan menggunakan gaun yang Rendy pilih untuknya.


Rendy menoleh ke arah suara! senyum lebar terukir di bibirnya.


"Gimana?" tanya Liana.

__ADS_1


"Waw sayang, kamu cantik," ucap Rendy, matanya tak berkedip menatap Liana yang sedang berputar-putar dihadapannya.


"Iiih. Emang tadi aku gak cantik," ucap Liana.


"Cantik, sayang. Kamu selalu cantik dan sempurna dimataku," ucap Rendy dengan senyumnya.


"Gombal," ucap Liana.


"Aku serius. Kapan sih kamu jelek? baru bangun tidur aja kamu tetap cantik," ucap Rendy sedikit menggoda istrinya


Liana tersenyum lalu memeluk sang suami dengan penuh cinta!


"Terimakasih ya, mas, kamu selalu bisa membuatku bahagia," ucap Liana.


Liana memeluk sang suami dalam waktu beberapa menit.


"Maaf, sayang. Aku tidak bisa menjadi suami yang setia untukmu," ucap Rendy jauh di lubuk hatinya yang paling dalam.


"Tidak usah berterimakasih. Membuatmu bahagia adalah tugas aku sebagai seorang suami," ucap Rendy.


"Berarti aku ambil yang ini ya, mas?" ucap Liana.


"Iya, sayang. O, ya kamu boleh beli beberapa yang kamu suka," ucap Rendy dengan senyum yang tak pernah pudar di bibirnya.


"Ini aja deh, mas. Pakaianku udah banyak, kadang aku suka bingung mau pakai yang mana," jelas Liana.


"Terserah kamu, sayang. Sekarang kamu buka lagi gaunnya terus pakai lagi pakaian kamu yang tadi, habis itu kita lanjut keliling," ucap Rendy.


"Siap, komandan," ucap Liana penuh semangat.


Rendy tertawa kecil. "Kamu tunggu disini sebentar ya, aku ke toilet dulu," ucap Rendy.


Rendy berjalan cepat menuju tempat parkir untuk menemui Jenny, sesekali ia berlari kecil agar dapat menghemat waktu karena ia tidak ingin sampai Liana curiga padanya!


Setelah tiba di tempat parkir, Rendy mengedarkan pandangannya mencari-cari dimana sosok Jenny berada.


"Sayang, akhirnya kamu datang jua," ucap Jenny dengan gaya manjanya.


Tanpa basa-basi Rendy langsung bertanya kepada Jenny.


"Untuk apa kamu ngajak aku ketemu?" ucap Rendy.


"Sayang, aku rindu," ucap Jenny.


"Jenny, aku sudah punya is ... ."


Jenny memotong ucapan Rendy dengan cara mel***t bibir Rendy dengan lembut dan penuh cinta.


Jenny menghentikan ciuman panas itu setelah beberapa menit melakukannya.


"Aku tidak perduli dengan istrimu, menjadi yang kedua pun aku mau asalkan aku bisa bersamamu," ucap Jenny.


"Jenny," lirih Rendy.


"Aku mencintaimu, aku ingin kita seperti dulu lagi. Walau sekarang kamu sudah ada yang lain, aku tetap mencintaimu seperti dahulu," ucap Jenny dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Jujur, aku juga masih mencintaimu," lirih Rendy.


Rendy memeluk erat tubuh Jenny dengan jangka waktu yang cukup lama. Rasa rindu yang lama terpendam kini sudah terobati.

__ADS_1


Jenny tersenyum penuh kemenangan dalam pelukan cinta yang begitu tulus.


"Makasih, sayang karena kamu masih menyimpan rasa cinta untukku," ucap Jenny.


Rendy tak menjawab ucapan Jenny, ia melerai pelukannya! "Aku pergi ya, Liana sedang menungguku," ucap Rendy dengan berat hati.


Sebenarnya ia masih ingin bersama Jenny tapi karena ia tak ingin kehilangan Liana ia harus bisa membagi waktu untuk dua perempuan yang ia cintai.


"Aku masih kangen," ucap Jenny.


"Kita bisa bertemu lagi besok. Mama sudah sayang banget sama Liana, jika aku menyakitinya aku gak akan dapat apa-apa, semua harta dan perusahaan akan jatuh pada tangan Ken," jelas Rendy berbohong.


Ini kali pertama Rendy berbohong kepada Jenny, ia tak bisa berlama-lama berduaan dengan Jenny karena takut membuat Liana curiga padanya.


"Yaudah. Kita ketemu lagi besok kan?" ucap Jenny, dengan ekspresi wajah yang kecewa.


"Iya," sahut Rendy singkat lalu mencium pipi Jenny sekilas.


Rendy melangkahkan kakinya meninggalkan Jenny!


Jenny menatap kepergian Rendy dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.


"Tidak terlalu sulit untuk aku masuk lagi kedalam kehidupan kamu Rendy," gumam Jenny.


Di tempat lain.


Ken dan Shila sedang duduk di tepi danau.


"Shil, boleh aku bertanya?" ucap Ken tanpa menatap Shila.


"Boleh. Tanya saja," sahut Shila.


"Gimana ya nanyanya, aku bingung harus mulai dari mana," ucap Ken sembari menggaruk tengkuknya.


"Memang mau tanya tentang apa?" Shila bertanya balik kepada Kendra.


"Tenang wanita," ucap Ken.


"Tanya saja, aku asli wanita kok," ucap Shila dengan tawa renyah.


Ken ikut tertawa mendengar ucapan Shila.


"Aku mulai bertanya ya," ucap Ken, sementara Shila menatap Ken menunggu pertanyaan dari tuan mukanya itu.


"Perempuan yang bisa bela diri seperti kamu bisa bersikap lembut gak sama pasangannya?" ucap Ken.


"Pertanyaan macam apa ini?" Shila bertanya balik.


"Aku juga gak tahu. Sebenarnya istrinya Rendy jago bela diri juga seperti kamu, aku penasaran aja bagaimana rumah tangga mereka," jelas Ken.


"Kepo," ucap Shila.


Ken cuma nyengir menanggapi perkataan Shila.


Bersambung.


Mampir juga ke Terpaksa Menikah ya teman-teman.


__ADS_1



__ADS_2