
"Arkhan, pastikan semua tawanan kita tidak bisa melarikan diri," ucap Shila kepada Arkhan.
"Itu sudah beres," sahut Arkhan.
"Bagus. Aku mau berkeliling sebentar, siapa tahu kita melupakan sesuatu," ucap Shila sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Arkhan di depan ruangan yang didalamnya ada orang-orang yang mereka sekap.
"Shil, aku ikut!" ucap Arkhana sembari berlari kecil menghampiri Shila.
*** *** ***
Rendy terus saja memainkan ponselnya, mengetik sebuah pesan yang entah dikirim kepada siapa pasalnya saat Liana memeriksa ponsel milik Rendy tidak ada pesan terkirim dalam waktu beberapa menit ataupun beberapa jam lalu.
"Sayang, lagi ngapain?" ucap Rendy kepada Shila setelah ia selesai dengan ponselnya.
"Lagi jatuh cinta lagi ya? sampai-sampai kami bawa handphonemu kemana-mana," ucap Liana tanpa menatap sang suami.
Rendy berjalan mendekati Liana lalu berlutut dihadapan istrinya itu.
"Aku memang sedang jatuh cinta. Jatuh cinta sama kamu," ucap Rendy sembari memegang tangan Liana.
Liana menarik tangannya lalu bangkit dari duduknya!
"Kata-kata itu sudah tak lagi dapat membuatku bahagia." Liana berjalan menjauhi Rendy!
Grep!
Rendy memeluk Liana dari belakang!
"Aku mencintaimu bahkan sangat mencintaimu. Aku akan buktikan kalau aku benar-benar mencintaimu," ucap Rendy sembari memeluk Liana dengan erat.
*** *** ***
__ADS_1
"Sepertinya semua sudah sempurna. Ayo! kita lakukan tugas kita masing-masing," ucap Shila kepada Arkhana.
"Siap," sahut Arkhana sigap.
Shila berjalan memasuki ruangan yang didalamnya sudah disiapkan tempat untuk ia bersembunyi!
"Arkhan, kembali ke tempat masing-masing," ucap Shila sembari terus berjalan!
Arkhan berjalan menuju titik dimana ia harus berjaga sementara Arkhana sudah lebih dulu pergi ke tempat yang sudah ditetapkan sebelum misi dijalankan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 05:00 wib.
Shila dan dua rekannya masih terjaga dan masih pada posisi masing-masing.
Semalaman berjaga, namun orang yang sedang mereka buru tidak datang ke tempat yang sudah mereka siapkan.
Shila mengetik sebuah pesan kepada orang yang memintanya untuk mengerjakan misi tersebut.
Setelah mengirimkan pesan itu, Shila keluar dari tempat persembunyiannya lalu berjalan menghampiri Arkhan dan Arkhana!
"Teman-teman sepertinya malam ini kita gagal. Kalian boleh istirahat," ucap Shila kepada Arkhan dan Arkhana.
Arkhan menguap. "Baiklah aku ngantuk. Aku mau tidur dulu," ucap Arkhan sembari berjalan menuju salah satu ruangan yang bisa ia pakai untuk tidur!
"Masih ada lain waktu. Semangat!" ucap Arkhana sembari menepuk pundak Shila.
Shila tersenyum. "Istirahatlah. Kita akan melanjutkan tugas kita nanti malam," ucap Shila.
*** *** ***
Pagi hari dikediaman Rendy dan Liana.
__ADS_1
Liana sudah beres dengan urusan pribadinya, ia keluar dari kamarnya hendak mencari makanan untuk ia sarapan!
Liana terus berjalan menuju ruang makan!
"Pagi, Bik. Sarapan apa hari ini?" ucap Liana dengan ramah kepada asisten rumahtangganya.
"Selamat pagi, sayang," ucap Rendy dengan penampilannya yang masih mengenakan pakaian santai.
Liana menatap Rendy sekilas lalu kembali fokus kepada makanan yang terhidang di meja makan.
"Gak ke kantor?" ucap Liana.
Liana mengambil roti lalu mengolesinya dengan selai!
"Aku meliburkan semua karyawan pada hari ini dan besok." Rendy berjalan menghampiri Liana.
Liana tak menanggapi ucapan Rendy, ia memilih melanjutkan mengunyah roti yang baru ia gigit.
"Ada acara apa, sehingga dengan seenaknya kamu meliburkan mereka?" tanya Liana setelah menelan makanannya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu," ucap Rendy.
Liana menatap Rendy sekilas.
"Aku jatuh cinta sama Satya. Kapan kamu akan menceraikan aku? agar aku bisa menerima cintanya," ucap Liana berbohong.
Terpaksa Liana berkata bohong karena ia ingin suaminya itu segera menceraikannya.
Rendy menatap Liana. Tak terasa sendok yang ia pegang terjatuh ke lantai.
Bersambung
__ADS_1