
Acara resepsi pernikahan Ken dan Shila sudah selesai, semua tamu undangan sudah meninggalkan gedung itu. Kini tinggal keluarga saja yang berada ditempat itu.
Sam, Arkhana dan Arkhan bersama dengan para bodyguard lainnya datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Mereka mengucapkan selamat secara bergantian.
"Sepertinya ada yang nemu jodoh nih," ucap Shila sembari tersenyum jahil kepada Arkhana.
Arkhana tersenyum lalu memalingkan wajahnya.
"Kami akan menyusul kalian. Secepatnya," ucap Sam.
Semua pasang mata melihat kearah Sam dan Arkhana.
"Benarkah? kalau begitu segerakan rencana baik ini," ucap Elma penuh kebahagiaan.
Arkhana tersipu malu saat Sam terang-terangan mengakui hubungan mereka.
"Arkhan, sebaiknya kamu cepat cari cewek, jangan mau kalah oleh adik perempuanmu itu," ucap Shila.
Arkhan tertawa kecil. Aku pasti cari pasangan tapi itu nanti, setelah Arkhana benar-benar bahagia," ucap Arkhan.
Setelah selesai dengan perbincangan mereka.
Mereka segera masuk kamar masing-masing untuk beristirahat!
Di kamar pengantin.
__ADS_1
"Pak, tolong bukain resleting bajuku," ucap Shila yang kesusahan membuka resleting bajunya yang berada dibelakang.
"Pak? masih manggil Pak aja," ucap Ken.
"Eh, maaf. Lupa," ucap Shila.
"Suamiku, tolong dong," ucap Shila lagi.
Ken beranjak dari duduknya lalu menghampiri Shila yang tengah berdiri agak jauh darinya!
Ken mulai membuka resleting bajunya Shila! Ken merasakan rasa yang tak biasa saat melihat kulit punggung Shila yang putih nan mulus.
Ken menelan ludahnya membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba terasa kering, dalam hati ingin sekali ia meraba dan mengelus kulit mulus itu tapi Ken mencoba untuk tidak melakukannya karena ia tahu akan ada saat yang tepat untuk melakukannya.
"Sudah," ucap Ken.
"Terimakasih. Aku mandi dulu ya," ucap Shila sembari berjalan memasuki kamar mandi!
Shila segera keluar dari kamar mandi, ia berjalan menghampiri laki-laki yang baru aja sah menjadi suaminya yang sedang terbaring ditempat tidur.
Ken sudah tidur, mungkin ia merasa lelah setelah seharian menjalankan resepsi pernikahannya.
Shila segera berpakaian lalu menyusul sang suami ketempat tidur!
Shila membaringkan tubuhnya disamping Ken!
"Selamat malam, suamiku," gumam Shila lalu ia membalikkan tubuhnya hingga ia membelakangi sang suami.
__ADS_1
Baru Shila akan menutup matanya, tangan Ken melingkar di perutnya dan mulai merayap ke bagian-bagian tertentu.
Shila terperanjat dengan perlakuan Ken yang mulai mengarah ke tempat-tempat yang selalu ia jaga dari sentuhan orang lain.
"Aku pikir, kamu sudah tidur," ucap Shila sembari menggenggam tangan Ken yang tak bisa diam.
"Memang sudah tidur. Aku dengar ada yang mengucapkan selamat malam padaku, jadi aku terbangun," ucap Ken.
Kini Ken mulai mendekat sampai tubuh keduanya saling menempel tak menyisakan jarak.
"Tanganmu bisa diam gak sih?" ucap Shila.
"Gak bisa. Aku sudah meninggal lama untuk hal ini," ucap Ken.
Shila terdiam, ada rasa takut dalam hatinya namun ia tak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan Ken melakukan apa yang ingin dia lakukan, selain karena Ken berhak atas dirinya sebenarnya ia juga menikmati apa yang dilakukan oleh sang suami padanya.
"Mau melakukannya sekarang?" tanya Ken.
Shila terdiam sesaat, lalu menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya.
"Terserah kamu. Sebenarnya aku ... aku." (Shila)
"Kenapa hmm?" Ken mengeratkan pelukannya lalu mulai mencium leher belakang Shila.
Ken membalikkan tubuh sang istri menjadi menghadap padanya lalu mencumbui sang istri tanpa henti.
Setelah lima menit Ken menghentikan ciuman panas itu.
__ADS_1
"Lanjut?" ucap Ken sembari tersenyum manis kepada sang istri.
Bersambung