
"Tidak semudah yang kau bicarakan, Jenny. Mamaku sudah sangat menyayangi Liana, kamu tahu mama punya penyakit jantung, aku gak mau mamaku kenapa-napa saat dia tahu kalau aku memilihmu dibandingkan Liana," jelas Rendy berbohong.
Liana beranjak dari duduknya hendak menyusul sang suami karena terlalu lama meninggalkannya.
Liana berjalan menuju toilet tiba-tiba Ken menghentikan langkahnya karena Ken tahu Rendy sedang bersama dengan Jenny.
"Li, tunggu sebentar," ucap Ken.
"Ada apa Ken?" ucap Liana.
"Sini!" Ken menarik tangan Liana membawanya bertemu dengan Shila.
"Tolong temani wanitaku ini, sebentar," ucap Ken kepada Liana.
Shila merasa heran karena sikap Ken yang aneh.
"Aku pergi sebentar. Kalian ngobrol aja dulu," ucap Ken lalu segera bergegas pergi.
Ken berjalan cepat menuju tempat Rendy bertemu dengan Jenny!
"Minggir lo!" ucap Ken sembari menarik Jenny yang sedang memeluk Rendy.
"Ken, lo kasar banget jadi cowok," gerutu Jenny.
"Sekarang lo pergi dari tempat ini," ucap Ken kepada Jenny, "dan lo Rendy, ikut gue," sambung Kendra.
"Sejak kapan lo ngatur hidup gue?" ucap Rendy dengan sedikit emosi.
"Sejak lo salah jalan," ucap Ken.
"Sayang, aku masih ingin bersamamu," ucap Jenny manja.
"Liana mencari lo," ucap Ken.
"Jenny, kamu pulang ya. Aku janji setelah aku ada waktu luang aku akan menemuimu," ucap Rendy.
"Ayo cepat!" Ken menarik tangan Rendy dengan kasar tanpa menghiraukan beberapa orang yang memperhatikannya.
"Jangan bodoh Rendy. Tadi Liana akan menyusulmu, kalau dia tahu lo masih berhubungan sama Jenny hari ini akan jadi hari terakhir lo melihat wajah Liana karena gue yakin kakeknya Liana akan menarik ucapannya kembali dan akan menjodohkan Liana dengan orang pilihannya," ucap Ken dengan emosi yang ia tahan.
Rendy hanya diam mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Ken.
"Gimana ngobrolnya?" ucap Ken setelah tiba didekat Shila dan Liana.
Liana dan Shila menatap Ken secara bersamaan lalu keduanya menyunggingkan senyuman manisnya.
"Hei, kenapa kalian menatapku seperti itu," ucap Ken yang merasa aneh dengan tatapan dua wanita itu.
"Tidak kenapa-napa," ucap Shila dan Liana berbarengan.
"Sepertinya kamu cocok dengannya," bisik Liana sembari bersiap melangkahkan kakinya menghampiri sang suami yang berdiri tak jauh dari mereka.
Ken tertawa kecil lalu duduk didepan Shila.
__ADS_1
Liana berjalan menghampiri sang suami dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya.
"Mas, lama banget di toiletnya?" ucap Liana.
"Aku sakit perut," sahut Rendy berbohong menutupi kesalahan yang ia perbuat.
"Iih makannya kamu tuh harus jaga makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh kamu makan kamu kan tahu kalau kamu punya masalah dengan pencernaan," jelas Liana.
"Iya, sayang," sahut Rendy singkat.
Setelah satu jam berbincang, kini hubungan antara orang tuanya Liana dengan Ridwan mulai membaik. Ridwan sudah bisa menerima Herdiawan sebagai menantunya dan ia juga sudah menyesali semua perbuatannya dimasa lalu.
Ratih sudah melupakan masa lalu dan ia juga sudah memaafkan papanya jauh sebelum Ridwan meminta maaf padanya.
"Ratih, Papa minta kamu tinggal bersama Papa lagi dan kamu Herdiawan, tolong gantikan posisi Papa di kantor," ucap Ridwan kepada Ratih dan Herdiawan.
"Akan aku pikirkan nanti, Pa," ucap Ratih.
"Papa tahu kesalahan Papa begitu banyak pada kalian, tapi Papa harap kalian dapat memberikan kesempatan Papa untuk menebus semua kesalahan itu," ucap Ridwan penuh penyesalan.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 13:25 wib.
Ridwan berpamitan untuk pulang lebih dulu karena ada urusan yang lain yang harus ia selesaikan.
Ridwan dan semua bodyguardnya sudah pergi dari tempat itu kini tinggal Rendy dan keluarga Liana di tempat itu.
"Semuanya berkumpul," ucap Ken kepada semua orang yang ia siapkan untuk menjaga keselamatan Liana.
Para bodyguard rahasia itu keluar dari persembunyiannya masing-masing.
"Itu orang-orang yang sengaja aku siapkan khusus untuk menjaga keselamatanmu," ucap Rendy.
"Elo atau gue yang nyiapin mereka?" ucap Ken.
Rendy nyengir kuda menampakkan deretan giginya yang rapi.
"Iya, lo yang nyiapin mereka tapi atas permintaan gue," ucap Rendy.
Liana tersenyum bahagia, begitu besar suaminya mencintainya hingga suaminya itu mengerahkan semua bodyguardnya untuk melindunginya dari kakeknya sendiri.
"Makasih ya, mas. Kamu begitu peduli sama aku," ucap Liana.
"Karena aku gak mau kehilangan kamu, aku sangat mencintaimu," ucap Rendy tanpa beban.
"I love you," ucap Liana dalam pelukan Rendy.
"Seandainya kamu tahu apa yang disembunyikan Rendy darimu, Li," ucap Kendra dalam hatinya.
"Pak, istrinya Pak Rendy cantik ya," ucap Shila.
"Ya," sahut Ken singkat.
"Dia juga baik," ucap Shila lagi.
__ADS_1
"Rendy punya istri cantik karena aku yang memulihkannya untuk Rendy," ucap Ken.
"Yang cantik malah dikasih orang, sendirinya malah keenakan ngejomlo," ucap Shila spontan.
"Karena aku mau kamu yang jadi istri aku," ucap Ken sembari menatap netra Shila.
Shila terdiam, lidahnya terasa kaku sampai ia tak dapat berucap.
"Shil!" Ken menjentikkan jarinya tepat didepan wajah Shila.
"Ah! iya, pak. Sorry saya kurang fokus," ucap Shila.
"Kamu ini lagi sama saya malah kurang fokus. Mikirin apa sih?" ucap Ken.
"Maaf," ucap Shila.
"Ayo, aku antar kamu pulang, atau kamu mau ikut ke kantor aja biar bisa nemenin aku seharian," ucap Ken dengan senyum nakal yang lama hilang dari dirinya.
"Saya mau pulang aja," ucap Shila dengan wajah yang merona.
"Rendy, Liana aku pulang duluan ya, mau nganterin Shila dulu habis itu baru ke kantor," ucap Ken kepada Rendy dan Liana.
"Yaudah, pergi aja. Hati-hati jangan diapa-apain anak orang," ucap Rendy.
Ken pergi tanpa menjawab ucapan Rendy! tak lupa ia berpamitan kepada kedua orang tuanya Liana.
"Ayah sama Ibu mau langsung pulang atau mau berkunjung ke kantor mas Rendy dulu?" tanya Liana kepada orang tuanya.
"Ayah sama Ibu mau langsung pulang aja," sahut Herdiawan.
"Kalau kamu mau kemana? mau pulang atau mau ikut ke kantor?" tanya Rendy kepada Liana.
"Aku langsung pulang aja," sahut Liana.
Herdiawan dan Ratih pulang dengan mengendarai mobil milik Ratih waktu dulu yang masih disimpan dan dijaga dengan baik oleh Ridwan.
"Ibu ini mobil siapa?" tanya Liana kepada ibunya.
"Mobil ibu. Dulu disita sama kakekmu dan baru dikasih ke ibu lagi beberapa hari yang lalu," jelas Ratih.
"Oh, gitu. Yaudah Ayah sama Ibu hati-hati dijalan ya," ucap Liana lagi.
"Ayah, Ibu maaf ya saya belum bisa ajak Liana mengunjungi kalian lagi," ucap Rendy.
"Tidak apa-apa, Nak," ucap Herdiawan.
Ratih dan Herdiawan pun pergi meninggalkan Rendy dan Liana.
"Tinggal kita berdua, mau pacaran dulu?" ucap Rendy.
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di karya ku jangan lupa dukung novel ini dengan like, komen kalau bisa hadiah dan vote nya juga ya.
__ADS_1
Salam manis untuk semuanya.