Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 121


__ADS_3

Liana sudah tiba di rumah orang tuanya.


Liana berhamburan memeluk ibunya! "ibu," lirih Liana, tak terasa air matanya menetes begitu saja.


"Sayang, Ayah gak dipeluk juga?" ucap Herdiawan.


Liana mengusap air matanya dengan telapak tangannya lalu memeluk ayahnya!


"Kenapa anak ayah jadi cengeng? mana Liana yang selalu tersenyum?" ucap Herdiawan sembari mengusap-usap punggung Liana.


"Aku kangen sama Ayah dan Ibu," lirih Liana tanpa melepas pelukan sang ayah.


"Kamu kesini sama siapa, Nak?" tanya Herdiawan.


Liana melepaskan tangannya yang melingkar di tubuh ayahnya!


"Sendiri," ucap Liana.


"Suamimu gak ikut?" tanya Ratih.


Liana menggelengkan kepalanya. "Dia sibuk Yah, Bu."


"Bik, tolong bikinkan minuman untuk dua orang ya," ucap Liana kepada asisten rumah tangga di rumah orang tuanya.


"Baik, Non," sahut asisten rumah tangga itu lalu segera pergi ke dapur.


"Untuk siapa?" tanya Herdiawan penasaran.


"Untuk bodyguard yang nemenin aku kesini," sahut Liana sambil tersenyum.


Hampir saja Liana melupakan bodyguardnya lagi.


Herdiawan dan Ratih saling tatap lalu tersenyum.

__ADS_1


"Happy birthday, Ibu," ucap Liana sembari memberikan kado yang ia beli saat perjalanan menuju rumah orang tuanya.


Ratih membuka kado dari putrinya! sebuah senyuman terukir dibibir Ratih.


"Kalungnya indah. Terimakasih, sayang," ucap Ratih pada Liana.


Liana mengambil sesuatu dari dalam tasnya!


"Ini kado istimewa buat Ibu," ucap Liana sembari memberikan amplop berwarna coklat berisi hasil USG kehamilannya.


"Kado istimewa?" ucap Herdiawan penuh tanya.


Ratih segera membuka amplop berwarna coklat itu dan alangkah bahagianya Ratih setelah melihat isi amplop itu.


"Kamu hamil? Alhamdulillah, Ibu mau punya cucu!" ucap Ratih penuh kebahagiaan.


Ratih memeluk Liana!


Di kantor.


"Saya mau pulang. Lakukan penjagaan super ketat pada ruangan saya, jangan sampai ada orang yang masuk kedalam ruangan saya," ucap Rendy kepada salah satu satpam yang berjaga di depan kantornya.


"Mau kemana lo?" tanya Ken.


"Pulang. Liana gak pernah makan kalau gak dipaksa," sahut Rendy sembari terus melangkahkan kakinya!


"Masih peduli lo sama Liana?" ucap Ken lagi.


Rendy tak menghiraukan perkataan Kendra, ia terus melangkahkan kakinya menghampiri mobilnya!


Di tempat lain.


Shila sudah mendapatkan informasi tentang beberapa orang lagi yang terlibat dalam kasus penusukan terhadap Kendra.

__ADS_1


"Gue jamin nyawa lo aman bersama gue tapi kalau lo bohong tentang informasi ini, jangan harap lo bisa hidup di dunia ini," ucap Shila kepada ke_dua preman itu.


"Gue gak bohong, gue masih mau hidup, gue ingin melihat anak gue tumbuh sampai dewasa," ucap Arman.


"Lo akan tetap hidup selama lo memberikan informasi tentang kawan-kawan lo," ucap Shila.


Arman memberitahu semua tempat persembunyian Sonny dan anak buahnya.


Setelah mengetahui tempat persembunyian mereka, Shila langsung bergegas pergi mencari tempat-tempat yang diberitahukan oleh Arman!


Shila melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju tempat persembunyian terdekat dari titik ia berada!


*** *** ***


Sesampainya di rumah. Rendy mencari sang istri, ia sudah masuk ke kamar Liana namun istrinya itu tidak ada di kamarnya.


Rendy berjalan ke taman kecil yang ada di belakang rumahnya! biasanya Liana akan ke sana jika sedang sedih.


Sesampainya di taman itu, Rendy tak mendapati sosok sang istri. Rendy mulai panik dan khawatir dengan istrinya.


"Bik! Bibik!" Rendy berteriak memanggil asisten rumah tangganya.


Asisten rumah tangga itu berlari menghampiri Rendy!


"Iya, Tuan. Ada apa?" sahutnya.


"Liana kemana, kenapa dia gak ada di rumah?" ucap Rendy dengan penuh kekhawatiran.


"Beliau pergi ke rumah orang tuanya, Tuan," sahut asisten rumah tangga itu.


Tanpa berucap lagi, Rendy segera pergi keluar rumah untuk menyusul sang istri!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2