Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 102 Farewell Party


__ADS_3

"kalian nanti tampil di awal dan akhir sebagai penutup" ucap Jesica sebelum meninggalkan Toni dan teman-temannya karena merasa diabaikan.


Toni hanya mengangguk, ia malas menanggapi Jesica. Sedikit saja ia bicara atau senyum Jesica akan menempel terus padanya. Dina hanya memperhatikan apa yang Toni lakukan.


Ada rasa kesal, namun tak terlalu mempengaruhi dirinya. Dina tahu Toni tidak suka dengan cewek yang terlalu agresif padanya, ia hanya ingin melihat reaksi Toni pada Jesica ternyata tak berubah sama sekali.


"ayo Ton...kita bersiap..." ucap Boni


"ayo Din...jangan jauh-jauh dari aku ya...." Toni menggandeng tangan Dina


"Ton..." protes Dina lirih


"kali ini saja...agar semua orang tak ada yang berani mengganggumu" ucap Toni pelan


"memangnya kenapa? Aku bisa jaga diri"


"ini teman-teman kampusku Din...bukan kampusmu...di sini beda di tempatmu yang tak peduli sama urusan orang" bisik Toni "kamu lihat sekelilingmu, banyak cowok yang menatapmu seolah-olah kamu mangsa mereka"


"baiklah..." Dina tak lagi protes, ia menydari dari dia masuk semua mata tertuju padanya. Entah apa yang mereka pikirkan Dina tak tahu. Ia merasa tidak nyaman, namun semua sudah telanjur, jika ia tahu akan berada dalam situasi seperti itu, pasti ia tak akan mau ikut.


"kamu duduk dulu" ucap Toni menarik kursi untuk Dina. Dina duduk dengan tenang, menunggu Toni yang entah kemana. Dina duduk ditemani Ardi, ia hanya diam karena merasa tidak mengenal Ardi.


"Din...kamu kenal Toni sudah lama?" tanya Ardi


"sudah...sejak SMA" jawab Dina santai


"oh...aku kira baru saja kenal..."


Dina hanya tersenyum, ternyata tidak ada yang mengenal Toni seperti apa, yang paling penting tak ada yang tahu cerita mereka berdua. Tak berapa lama, Toni datang membawa dua gelas minuman dan meletakkan di meja.


Toni duduk di sebelah Dina, mereka duduk di meja paling depan di ujung sebelah kanan panggung. Boni dan Joy pun ikut bergabung bersama mereka. Acara pun dimulai, dan Jesica adalah pembawa acara.


"Ton...dua lagu kan...yang kedua kamu sendiri?" tanya Joy, Toni hanya mengangguk mengiyakan ucapan Joy.


Tibalah saatnya band Toni naik ke panggung "aku naik dulu ya..." ucap Toni lembut


"kita cuma ke panggung Toni...enggak kemana-mana, pakai pamitan segala" Ardi mencibir, Toni tak menghiraukan memang sudah menjadi kebiasaan Ardi selalu begitu.


Lagu pertama mulai dinyanyikan oleh Toni, semua teman-teman Toni terutama cewel-cewek histeris dengaj penampilan Toni. Bahkan ada yang berteriak dari belakan 'I love you Toni'


Toni tak terusik, ia sesekali menatap ke arah Dina yang menatapnya dengan tatapan biasa saja, karena memang Dina tak memiliki perasaan apapun pada Toni saat ini.


Lagu pertama selesai, anggota Band Toni turun, namun Toni tak ikut turun, ia mulai mengambil gitar dan duduk di kursi tinggi di atas panggung.


"kenapa Toni enggak turun?" tanya Dina pada teman-teman Toni, mereka hanya mengedikkan bahunya.


"teman-teman ada special perform dari Toni....tak biasanya Toni mau bernyanyi sendiri di panggung...kira-kira mau nyanyi apa ya...?" ucap Jesica di atas panggung "yuk....kita saksikan hal yang langka dari seorang Toni" Jesica pun turun dari atas panggung


"tes...tes....hmm....terima kasih Jesica...." ucap Toni sedikit tersenyum "lagu kedua ini...sengaja aku bernyanyi sendiri tanpa teman-teman, lagu ini spesial buat seseorang yang pernah aku kecewakan...."


Belum juga Toni melanjutkan kata-katanya, semua teman-temannya bersorak, menyebutkan nama-nama cewek, bahkan Jesica yang memgang microphone pun ikut menyahut "pasti aku ya Ton..."


Dina menatap sekeliling, ia bingung kenapa semua teman-teman Toni menjadi riuh ramai. "memangnya siapa Di?" tanya Dina pada Ardi

__ADS_1


"mana kutahu Din...Toni tertutup kalau masalah pribadi" jawab Ardi


Kemudian terdengar lagi suara Toni setelah teman-temannya mulai tenang. "Seseorang yang pernah aku sia-siakan karena keegoisanku, seseorang yang telah lama aku cintai..."


"siapa Ton...?!" teriak dari arah belakang meja Dina


Toni hanya tersenyum "dia duduk di meja paling depan..." ucap Toni sambil menatap Dina. Dina hanya diam saja tak bergeming, ia tak menyangka Toni akan mempermalukan dirinya seperti ini. Semua mata tertuju ke arahnya, tapi Dina bersyukur karena di meja sebelahnya ada juga cewek lain yang terlihat terpana menatap Toni di atas panggung.


Toni mulai memetik gitar, ia tahu Dina sangat menyukai jika dirinya bernyanyi sambil memetik gitar.


Kasih sudah ku akui


Semua salahku padamu


Beri aku kesempatan


Untuk buktikan cinta


Setia padamu lagi


Oh maaf maafkan diriku


Yang telah membuat hatimu terluka


Hanya kau cintaku


Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu


Walau hanya sekejap saja


Untuk tinggalkan diriku


Beri aku kesempatan


Untuk buktikan cinta


Setia padamu lagi


Oh maaf maafkan diriku


Yang telah membuat hatimu terluka


Hanya kau cintaku


Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu


Walau hanya sekejap saja


Kan kupeluk dirimu


Takkan kulepas lagi


Untuk buktikan cintaku

__ADS_1


Kan kuhapus lukamu


Akhiri semua ini


Hanya untukmu oh


Maaf maafkan diriku


Yang telah membuat hatimu terluka


Hatimu terluka (hanya kau cintaku)


Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu


Walau hanya sekejap


Oh janjiku janjiku padamu


Tuk mencintaimu sekali dalam hidupku


Kasihku dengarkan


Hanya engkau yang bisa temani hidup ini


Sampai akhir usia kita oh


(Rio Febrian ~ Maafkan)


Dina mendengarkan lagu itu, ia menatap Toni tak berkedip sama sekali. Suara Toni semakin bagus menurutnya, dan juga sejak tadi pandangan Toni sering ke arahnya.


Toni selesai menyanyikan lagu "princess...maafkan aku...tolong beri aku kesempatan kedua" ucap Toni tersenyum menatap Dina yang menatapnya datar. Toni meletakkan gitarnya dan turun dari panggung kemudian ia duduk di sebelah Dina lagi.


Jesica menatap tajam pada Dina, seolah ingin memakannya hidup-hidup. Dina mengabaikan, ia tak mengenal Jesica jadi tak ada pentingnya ia menanggapi tatapan Jesica.


"kenapa kamu lakukan itu Ton?" ucap Dina dengan nada kesal


"aku hanya ingin meminta maaf padamu, tolong beri aku kesempatan lagi Din..." Toni menatap penuh harap.


"aku sudah memaafkanmu Ton...masalah kesempatan kedua, aku belum bisa memberikannya padamu, semua biarlah waktu menjawabnya" jawab Dina


Toni menghela nafasnya, ia menyadari kesalahannya, ia tahu Dina tak akan mudah menerimanya lagi. Teman-teman Toni hanya diam memperhatikan perdebatan Toni dan Dina.


"jadi kalian...?" Joy penasaran


"Dina mantanku waktu SMA" jawab Toni menahan sesak di dadanya.


Benar apa kata Roy, mengejar Dina ketika ia sudah kecewa tak akan mudah, butuh kesabaran dan usaha. Ia bernyanyi seperti itu juga atas saran Roy. Roy tahu betul apa yang Dina suka, meski mereka sudah lama tak bertemu.


.


.


.

__ADS_1


B e r s a m b u n g


__ADS_2