Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 206 Mulut tanpa filter


__ADS_3

Toni dan Dina mendatangi acara pernikahan teman Toni di suatu hotel di Singapura. Dina baru kali ini menghadiri acara resmi mendampingi Toni dan memperkenalkannya sebagai tunangan.


Sebelumnya Toni jarang membawanya ke acara-acara resmi seperti itu. Kali ini Toni ingin dunia tahu jika hatinya sudah dimiliki oleh Dina. Tak seperti minggu sebelumnya hubungan mereka diwarnai dengan pertengkaran dan rencana pernikahan mereka pun batal.


Toni memeluk mesra pinggang Dina memasuki hotel tempat acara resepsi. Toni memakai setelan jas formal berwarna abu-abu tua sedangkan Dina memakai dres panjang dengan belahan tinggi sampai paha berwarna berwarna abu muda, dengan aksen sedikit mutiara di bagian dadanya. Dina terlihat sangat cantik dan seksi, sampai Toni protes kenapa Dina memakai baju itu, jawaban Dina adalah karena Toni yang sudah menyiapkan dress itu.


Jawaban telak yang membuat Toni diam dan mau tidak mau ia harus menahan diri jika ada orang yang memperhatikan bahkan mengagumi Dina.


"sebenarnya ini acara temanmu yang mana?" bisik Dina yang merasa asing dengan teman-teman Toni.


"dia teman kuliah di kampus kita" Toni terkekeh "juga rekan bisnis, sekaligus teman main golfku"


"sejak kapan kamu bermain golf?" Dina menoleh ke arah Toni


"baru-baru saja....setelah kita kembali dari kota S" jawab Toni santai


"pantas saja, kamu sering mengabaikan aku, sibuk bertemu caddy cantik" cibir Dina


"eh...bukannya kamu yang mengabaikan aku? Makanya aku mencari hiburan" kilah Toni yang sudah lupa jika kemarin ia bertengkar dengan Dina gara-gara dia yang asyik bermain golf dan juga Dina yang sibuk dengan pekerjaannya


"mulai lagi...lebih baik aku pulang saja..." Dina melepaskan tangan Toni dari pinggangnya kemudian berjalan meninggalkan Toni


"eh...sayang..." Toni mengejar Dina yang berjalan tergesa-gesa. Toni meraih tangan Dina "maafkan aku...."


"selalu saja begitu" Dina mengerucutkan bibirnya


"iya...iya...aku minta maaf..." ucap Toni menciumi tangan Dina di depan semua orang. Dina sadar ia mereka sedang menjadi perhatian di sana, ia pun berusaha berdamai dengan emosinya.


"ayo kita temui temanmu itu.. " ucap Dina menahan kesalnya

__ADS_1


Toni menggandeng tangan Dina berjalan ke arah mempelai yang sedang berbincang dengan beberapa orang. Dari kejauhan Dina memperhatikan, sepertinya ia mengenali mempelai wanita, namun Dina tak ingin menebak-nebak.


"selamat ya Jo...akhirnya kamu menikah juga..." ucap Toni menepuk-nepuk bahu mempelai laki-laki


"terima kasih...iya...akhirnya aku nggak jadi perjaka tua lagi" Jo tergelak


"memangnya kamu masih perjaka? Aku ragu itu" Toni tergelak


"sstt...jangan buka aib di sini dong" Jo berbisik.


Toni mengetahui kebiasaan Jo akhir-akhir ini setelah mereka lebih dekat di lapangan golf. Jo sering membawa caddy berkencan, dan pernah Toni diajak ke sebuah private club di sana dan Jo memesan beberapa wanita penghibur untuk melayani mereka.


Jo tak punya malu, di depan Toni dan teman-temannya dia bercinta dengan wanita panggilan yang melayaninya. Toni hanya bisa geleng-geleng kepala, meskipun ia juga menginginkan hal yang sama, namun ia masih waras dan menepis keinginan itu meskipun hasratnya sudah di ubun-ubun.


"oh...iya...kenalkan ini tunanganku..." Toni memperkenalkan Dina kepada Jo. Dina mengulurkan tangannya dan tersenyum, namun Toni menepis Dina.


"oh...my God...Toni....cuma berkenalan saja nggak boleh" gerutu Jo


"pantas saja...kamu selalu nolak dikasih gratisan, sudah ada yang seksi begini..." ucap Jo tanpa filter. Dina hanya menatap Toni dan Jo bergantian dengan tatapan bingung


"kalau ada yang bisa bikin aku sampai kehabisan tenaga kenapa harus cari lagi" ucap Toni dengan senyum mengejek


"wowww....ternyata diam-diam kamu bergerak di bawah ya..." Jo tergelak


"kalian sedang membicarakan apa, aku tidak mengerti..." Dina bingung


"tentu saja soal....berbagi keringat" ucap Jo lagi-lagi tanpa filter, yang membuat pipi Dina merah. Ia malu karena pembahasan yang terlalu vulgar.


"sudah...jangan dengarkan dia...otaknya dia itu sudah miring.."

__ADS_1


"Baby....sini aku kenalkan pada Toni temanku..." Jo menarik istrinya yang tadi sedang berbincang dengan teman-temannya


Dina terkejut, dugaan dia benar, istri Jo adalah orang yang ia kenal, orang yang sudah pernah mempermalukannya di kampus waktu itu. Wajahnya yang tadi tersenyum berubah menjadi datar.


"kenalkan ini istriku..." ucap Jo. Toni kemudian memberika ucapan selamat pada istri dari temannya itu. Istri Jo terkejut melihat siapa yang berada di depannya. Rasa bencinya pada Dina tak pernah hilang.


Bahkan kini setelah ia menikah pun rasa benci pada Dina di masa lalu masih ada. Ia tak pernah melupakan orang yang telah membuatnya dicampakkan oleh orang yang ia cintai.


"kenalkan ini tunangannya Toni..." Jo menunjuk pada Dina


"aku sudah kenal dia..." ucap Dina dingin, Toni menyadari perubahan pada diri Dina


"oh...jadi kalian sudah saling kenal...ternyata dunia ini sempit...betulkan Ton?" ucap Jo santai


"selamat ya kak...akhirnya kamu menikah juga" ucap Dina dengan tatapan sinis


"terima kasih...." ucap Istri Jo "sekarang pacar siapa yang kamu rebut atau bahkan suami orang?" ucap istri Jo santai


Jo dan Toni saling tatap, mereka berdua sama-sama tidak tahu apa yang pernah terjadi di antara mereka berdua kenapa istri Jo sampai berbicara seperti itu.


Dina orang yang pemaaf, ia tak pernah memendam kebencian pada siapapun, namun ia sudah telanjur sakit hati karena beberapa kali dipermalukan oleh istri Jo.


Dan kini, istri Jo seperti menabuh genderang perang di antara mereka. Kali ini Dina siap jika harus menghadapi istri Jo itu. Dina yang kini bukan lagi Dina yang dulu. Sejak ia menjadi asisten Vanya ia banyak belajar menghadapi orang.


.


.


.

__ADS_1


Kira-kira siapa ya...istri Jo ini...? Cluenya pernah mempermalukan Dina di awal kuliah. Jawab di kolom komentar ya bestie...😘😘😘


B e r s a m b u n g


__ADS_2