Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 232 Persiapan


__ADS_3

Hari yang dinanti telah tiba, sejak pagi rumah Dina telah ramai dengan sanak saudara yang datang untuk memberikan restu pada Dina. Sejak pagi buta pun Dina sudah di make up. Dina dimake up oleh penata rias terkenal teman baik Vanya.


Dina juga dilanda kegugupan. Ia benar-benar gugup luar biasa, bahkan waktu dirias pun tangannya sampai berkeringat. Ia sudah sering bertemu Toni, namun entah kenapa di hari pernikahannya ia malah gugup, lebih gugup jika dibandingkan dengan memghadapi klien yang banyak maunya.


"Din..." ucap seseorang masuk ke dalam kamar Dina


"hei An...ayo masuk...kamu harus dandan juga biar cantik" ucap Dina mengembangkan senyumannya


"nggak perlu....aku nggak suka dandan" Tolak Ani yang memang lebih tomboy dari Dina.


"ayolah....nggak lucu udah pakai dress begitu kamu enggak dandan" paksa Dina "mbak tolong ndandani teman saya ya..." ucap Dina pada salah satu penata rias


Dengan wajah memelas Ani pun menuruti kemauan sahabatnya itu. Ia tak ingin mengecewakan Dina yang sudah bersusah payah menyiapkan semua untuknya.


Dina hanya meminta Ani untuk menjadi pendampingnya, karena sejak ia lulus kuliah, ia sudah tak lagi berhubungan dengan ketiga sahabatnya itu.


Di awal-awal ia lulus kuliah masih sering bertukar kabar, lambat laun, entah kenapa sahabat-sahabatnya itu seolah-olah menghilang.


Padahal dulu sewaktu mereka masih kuliah, Dina sering membantu mereka. Bahkan terkadang Dina sering mengantar mereka jika mereka ingin pergi kemanapun.


Bisa dibilang Dina banyak mengorbankan waktunya untuk mereka. Terlepas dari Dina yang sering berkeluh kesah pada sahabat-sahabatnya itu.


Setelah lulus tinggal Ani saja yang masih ada untuk Dina. Di sela-sela kesibukannya Dina masih menyempatkan untuk bertemu dengan Ani meski hanya sebentar.

__ADS_1


"aduh...calon pengantinku ini benar-benar cantik, padahal aku hanya sedikit memolesnya" ucap sang penata rias


"ah...kakak bisa saja...justru kakak yang hebat, karena bisa menyulap itik buruk rupa ini menjadi seorang putri" puji Dina


"memang aslinya kecantikanmu itu dari dalam hati kamu, makanya hanya sedikit polesan hasilnya benar-benar memukau, kenapa kamu tidak jadi model saja"


"aku jadi model?" Dina tergelak "aku bukan orang yang percaya diri ketika ditatap banyak orang kak, bisa-bisa aku pingsan kalau jadi model" Dina semakin tergelak


"kamu terlalu merendah....padahal Vanya berencana meminta kamu untuk menjadi model untuk butiknya"


"sepertinya kak Vanya sedang banyak pikiran" Dina terkekeh


Seluruh keluarga besar Dina telah berkumpul di rumah Dina. Padahal hubungan keluarganya terutama dari papanya tidak begitu baik. Tapi karena Dina akan menikah dengan anak pengusaha kaya di kotanya mereka seperti mencari muka.


Dina sudah tak peduli lagi, ia tahu betul bagaimana papanya dikucilkan bahkan sering tak dianggap di keluarga besarnya karena dianggap paling miskin di antara saudara-saudara yang lain.


Mereka semua tak menyangka Dina yang mereka remehkan, menjadi calon menantu kesayangan pengusaha kaya di kota itu.


"Din...masak iya aku harus berdandan seperti ini? Ini terlalu tebal" protes Ani menghampiri Dina


"Ani...kamu itu cantik...awas ya...kalau kamu habis ini menghapus make up mu itu, aku nggak mau berteman dengan kamu lagi" ucap Dina kesal


Ani hanya bisa membuang nafasnya kasar, kalau sudah begitu Ani tak bisa lagi memprotes Dina.

__ADS_1


.


.


B e r s a m b u n g


VISUALISASI


...Dina...



...Toni...



...Roy...



...Dendy...


__ADS_1


...Bimo...



__ADS_2