Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 7 Hari Pertama Putih Abu-abu


__ADS_3

Toni dan Dina maju ke depan untuk menerima hadiah. Hadiahnya sederhana hanya dua kaleng minuman bersoda. Tapi mereka yang memenangkan masing-masing kategori cukup senang.


Mereka dianggap sebagai siswa-siswa populer di angkatannya. Memang lebih dari setengah siswa baru adalah siswa SMP Dina dulu. Jadi mereka sudah saling kenal meskipun hanya sekedar tahu nama dan wajah.


"kenapa kita jadi pasangan terbaik ya Ton?" Dina terkekeh


"entahlah Din..." Toni mengedikkan bahunya sambil terkekeh


"apa gara-gara kita sering berbagi makanan?" Dina terkekeh


"sepertinya tidak, yang tahu kita berbagi makanan tidak banyak" ucap Toni santai


"ah...sudahlah..malas memikirkannya" ucap Dina


Setelah acara pengunguman siswa ter- dan panitia ter- berakhir sudah masa pengenalan sekolah. Dina bisa bernafas lega, kegiatan yang membosankan berakhir sudah.


Seperti biasa Dina pulang jalan kaki, kali ini ia tidak mampir ke rumah budenya, tapi dia langsung pulang menunggu bis.


"aku antar pulang ya Din..." ucap seseorang yang mensejajarinya dengan menaiki motornya.


Dina menoleh, merasa ada yang mengajaknya berbicara "eh...Toni...mau kemana?" tanya Dina dengan senyum ramah kemudian berhenti sejenak


"aku tadi melihat kamu jalan kaki lewat depan rumah, jadi aku ikuti kamu" ucap Toni dengan senyum mengembang


"aku mau menunggu bis di depan...." ucap Dina melanjutkan jalannya


"aku antar ya Din..." Toni mengikuti Dina


"tidak usah Ton.. Aku biasa naik bis" ucap Dina penuh senyum "eh...itu bisnya sudah datang...daahhh....Toni" Dina mempercepat jalannya karena melihat bis yang akan ia tumpangi sudah terlihat mendekat.


Toni berhenti menghela nafasnya kasar. Jika biasanya dulu ia menawarkan cewek-cewek pulang pasti semua dengan senang hati menerimanya, berbeda dengan Dina.


"benar-benar butuh usaha lebih mendekati Dina" gumam Toni kemudian ia memutar arah motornya kembali ke rumah.


.


Hari Senin, hari pertama masuk sekolah sebagai siswa putih abu-abu, Dina berangkat lebih pagi dari biasanya, ia tidak mau datang terlambat ke sekolah.


Saat Dina datang, Toni belum menampakkan batang hidungnya, 'pun dengan Roy dan Rani.


"apakah mungkin aku datang terlalu pagi? Teman-teman belum banyak yang datang? Tapi syukurlah aku jadi bisa lebih santai" batin Dina


Kemudian Dina berjalan ke arah mading sekolah (majalah dinding sekolah) yang terletak di seberang kelasnya. Ia mulai membaca satu per satu berita atau info-info di sekolahnya. Meskipun mading itu sudah lama, tapi cukup menghibur

__ADS_1


Dina bisa tahu, apa saja prestasi yang telah diraih sekolahnya, siapa saja siswa berprestasi di sekolahnya. Dan juga seputar info-info kegiatan ekstrakurikuler.


Lama dia membaca majalah dinding, tak terasa sekolah sudah ramai. Para siswa sudah terlihat berdatangan dan sebagian ada yang sudah berjalan menuju lapangan untuk bersiap melakukan upacara bendera.


Dina kembali ke kelasnya, melihat apakah teman-temannya sudah datang. Ternyata Roy dan Toni sudah datang tapi Rani belum juga terlihat.


"kamu makin cantik memakai seragam putih abu-abu" ucap Toni dengan senyum mengembang


"iya...auranya terlihat bagaimana....gitu!" sahut Roy


"kalian ini ada-ada saja, jelas saja terlihat berbeda, pakai baju baru...." ucap Dina sambil terkekeh "kalian juga sama...terlihata...bagaimana...gitu..." Dina tergelak


"kamu iti tidak berubah Din...sukanya meledek " Roy mencebik


Toni hanya memperhatikan Dina yang terlihat akrab dengan Roy, ada rasa tidak suka di hatinya melihat Dina bercanda dengan Roy.


"sudah...sudah...bel sudah berbunyi...ayo kita ke lapangan bawah" ucap Toni menengahi candaan Dina dan Roy


"eh...iya...ayo...tapi Rani kenapa belum juga datang ya?" Dina mengerutkan dahinya


"mungkin bis yang ia tumpangi bannya bocor" jawab Roy asal


"sudah...sudah...ayo kita ke lapangan bawah..." Toni menarik tangan Dina dan Roy


"lhoh Din...kena....pa...?" Toni melihat pandangan Dina yang tertuju pada genggaman tangannya


"eh...maaf ya...Din" Toni melepaskan genggaman tangannya


"iya...tidak apa-apa" ucap Dina dengan senyum dipaksakan


"ayo...kenapa kalian malah berhenti di situ?" Roy berteriak


Dina dan Toni berjalan beriringan, menuju lapangan untuk upacara bendera. Upacara pertama mereka memakai seragam putih abu-abu.


Upacara bendera mereka telah selesai, semua siswa kembali ke kelasnya. Dina berjalan bersama teman-temannya yang lain. Ia tidak menemukan keberadaan Rani.


Dian bertanya-tanya kenapa Rani tidak ada kepada teman-temannya tapi tidak ada yang tahu. Dina masuk ke kelasnya dan menemukan sebuah surat di meja guru. Dina membukanya, dan itu adalah surat ijin Rani, ia tidak masuk karena sedang sakit.


Dina melipat lagi surat ijin tersebut dan memasukkannya kembali ke dalam amplop. Dina 'pun berjalan kembali ke tempat duduknya.


"kenapa Din?" tanya Roy


"Rani sakit jadi tidak masuk" ucap Dina datar

__ADS_1


"aku duduk di sebelahmu saja ya...Din.." Toni meletakkan tasnya di sebelah Dina dan duduk di kursi yang biasa Rani tempati.


"terus aku duduk sendiri begitu" Roy mencebik


"sampai Rani masuk Roy..." Toni menenangkan Roy


Ketika mereka bertiga berdebat memperebutkan posisi duduk, ada yng menghampiri Dina.


"Din...tadi Rani berpesan... Paling dia besok sudah masuk lagi" ucap seseorang yang menghampiri Dina


"iya terima kasih..." ucap Dina dengan tersenyum "eh...kamu siapa ya...aku belum kenalan denganmu" ucap dina emngulurkan tangannya


"aku Widi..." ucap cowok itu dan menjabat tangan Dina


"kenapa kamu bisa tahu Rani sakit Wid?" tanya Dina heran


"itu...rumahku dan Rani tidak jauh, aku setiap hari lewat depan rumahnya" ucap Widi tersenyum


"oh...begitu..." ucap Din


Seorang guru masuk ke dalam kelas mereka, semua siswa kembali ke tempat duduknya masing-masing. Guru tersebut memperkenalakan dirinya sebagai wali kelas Dina sekaligus guru mata pelajaran bahasa Indonesia.


Namanya Pak Agus, beliau berumur sekitar empat puluh tahunan, dan kebetulan rumahnya pak Agus tidak terlalu jauh dari rumah Dina. Rumah pak Agus searah dengan rumah Dina lebih jauh sekitar tiga kilometer.


Pak Agus meminta, siswa-siswa di kelas 1B untuk memebentuk pengurus kelas. Setelah dilakukan perdebatan yang cukup sulit akhirnya ketua kelas dijabat oleh Roy, wakil ketua kelas Widi.


Dan sebagai sekretaris adalah Dina, untuk bendaharanya adalah Rani.


Meskipun Rani tidak masuk, pak Agus tetap menyetujui kepengurusan yang telah terbentuk. Karena hari pertama mereka masuk sekolah, pak Agus tidak memberikan materi.


Beliau meminta semua siswa di kelas Dina untuk memperkenalkan diri satu per satu. Menunjukkan apa hobi mereka, dan mempertunjukkan kemampuan teman-teman sekelas Dina. Hari pertama mereka diisi dengan perkenalan dengan guru-guru yang mengajar di kelas mereka.


.


.


B e r s a m b u n g


Jangan lupa pencet tombol favoritnya ya...


Jangan lupa like, komen dan votenya ya...


Terima kasih sekebon bestie..

__ADS_1


__ADS_2