Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 50 Cerita Roy


__ADS_3

Hari baru semangat baru, Toni benar-benar menepati ucapannya, ia menjauhi Dina. Ia hanya memperhatikan Dina dari jauh. Terkadang ia sengaja melewati kelas Dina hanya untuk memastikan bahwa Dina sekarang baik-baik saja dan bahagia tanpanya.


Melihat Dina bisa tersenyum bahkan tertawa dengan orang lain itu sudah cukup baginya. Meskipun sakit, Toni berusaha menguatkan hatinya, ia berkorban demi kebahagian Dina.


Ia bahagia bisa melihat Dina bahagia meski itu bukan bersama dirinya. Ia tak ingin terlihat terpuruk lagi, ia hanya ingin terlihat menjadi Toni yang diam dan tak seramah biasanya.


Ia bertekad untuk tak bersikap baik terhadap orang-orang terdekatnya saja. Toni berubah menjadi sosok yang terlihat tegas, kuat dan terlihat angkuh di depan semua orang.


Bersikap ramah dan baik hanya membuatnya ditindas oleh Bian dan teman-temannya. Memang Toni memiliki rencana untuk membalas Bian tapi ia menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.


Toni masih menunggu Bian yang menghampirinya terlebih dahulu. Ia tak mau dirinya yang datang menemui Bian, karena itu hanya akan menunjukkan kelemahannya.


Semua rasa semua rencana ia pendam dalam hati. Ia tak mau seorang pun tahu kalau dirinya memiliki rencana untuk membalas Bian. Bahkan Roy yang teman dekatnya pun ia tak menceritakan kepadanya.


Beberapa kali Toni melihat Dina dekat dengan cowok dan ia sama sekali tidak mengenalnya. Ia menahan sesak di dadanya melihat Dina begitu bahagia bersama cowok itu.


Satu hal yang membuat ia yakin kelak Dina akan kembali kepadanya, cowok yang bersama Dina tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dirinya.


Toni bisa berbangga hati, dan dia berpikir jika Dina dekat dengan cowok itu hanyalah untuk pelariannya saja. Karena dari cowok-cowok yang pernah menjadi pacar Dina mereka semua mempunyai kelebihan yang semua orang mengakuinya.


.


Roy penasaran dengan Toni, setelah hari dimana Toni terlihat sangat terpuruk kini Toni menjadi sosok yang tak lagi bersahabat dengan teman-teman yang lain. Bahkan Toni tak lagi bercerita apa yang ia rasakan dan rencanakan.


Ia juga tak berani bertanya pada Toni, ia menghargai privasi Toni. Ia akan mendengarkan jika Toni memang ingin bercerita padanya. Sejatinya Roy sama seperti Dina, maka mereka berdua lebih cocok bersahabat dibanding berpacaran.


Tak banyak yang tahu jika Roy dan Dina bersahabat dari mereka SMP. Mereka saling mendukung dengan cara mereka tanpa ada yang mengetahui.


Roy tak sengaja bertemu Dina ketika berada di perpustakaan. Ia pun mendekati Dina yang sedang asyik membaca sendirian.


"Din..."bisik Toni kemudian duduk di sebelah Dina


"eh Roy..." jawab Dina


"sendiri?" tanya Roy


"iya...seperti yang kamu lihat" jawab Dina pelan karena tak ingin membuat keributan di perpustakaan


"kamu dan Toni bagaimana?" tanya Roy pelan

__ADS_1


"tidak ada apa-apa, memangnya kenapa?" Dina mengerutkan dahinya


"Toni sekarang berubah Din...ia tidak seperti Toni yang kukenal" ucap Roy


Dina menghela nafasnya "lantas apa hubungannya denganku?" tanya Dina


"ada...jelas ada...Din....sejak kejadian hari itu, Toni begitu terpuruk bahkan mbok Nah sampai panik, dan tiba-tiba Toni menjadi orang yang tak bersahabat" ucap Roy


"aku yakin Toni baik-baik saja" Dina menarik kedua sudut bibirnya


"semoga..." ucap Roy dengan nada yang tidak yakin "sebenarnya semua itu ulah Bian Din"


"aku sudah tahu" jawab Dina sambil membalik majalah yang ia baca "tapi aku tidak tahu kenapa Bian begitu benci kepadaku"


"jadi kamu tidak tahu?" tanya Roy, Dina menggelengkan kepalanya


"Bian itu waktu SMP sempat suka sama kamu, tapi kamu tak pernah meliriknya" ucap Roy


"jangan mengada-ada kamu Roy...tahu dari mana kamu?" raut wajah Dina berubah menjadi serius


"kamu ingat Deni temanku? Dia yang menceritakannya, Bian sakit hati karena kamu tak pernah menanggapinya selain itu adiknya Bian juga suka dengan Toni, sama seperti kamu Toni juga tak terlalu menanggapinya" terang Roy


"jadi bagaimana Din? Kamu mau memaafkan Toni kan?" Roy ingin tahu bagaimana perasaan Dina sesungguhnya


"aku sudah memaafkannya Roy..." ucap Dina dengan senyumannya


"jadi kamu kan menerima Toni lagi?" tanya Roy dengan raut wajah serius


"aku tidak bisa Roy, terlepas itu bukan kesalahan Toni tapi luka di hatiku akan dirinya belum sembuh Roy, lagipulan aku sekarang sudah punya pacar" ucap Dina dengan senyum mengembang


"siapa Din...?" tanya Roy dengan nada marah


"kamu tidak mengenalnya..." ucap Dina menarik kedua sudut bibirnya


"kenapa tidak denganku saja sih Din...aku masih setia menunggumu" Roy terkekeh


Dina hanya menanggapi dengan senyuman "sudah ya Roy...semoga kamu ataupun Toni bisa menemukan cewek yang jauh lebih baik dariku, bahagia itu tidak selalu dengan memiliki pacar Roy" Dina beranjak dari duduknya meninggalkan Roy yang termangu sendiri.


Roy terkejut mendapat kenyataan jika Dina kini telah memilik pacar lagi. "Semoga bahagia dengan pilihanmu Din" gumam Roy.

__ADS_1


Roy bingung ia harus menceritakannya pada Toni atau tidak. Jika ia menceritakan pada Toni, pasti Toni akan terpuruk lagi.


Tapi kalau ia tidak menceritakannya, Toni akan terus berharap pada Dina. Roy sahabat bagi Dina dan juga bagi Toni. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana.


Ia ingin melihat kedua sahabatnya bahagia tapi ia tak bisa berbuat apaa-apa selain menjadi pendengar setia mereka berdua. Roy tidak bisa menyalahkan Dina karena Dina juga berhak bahagia.


Roy pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi. Ia melihat Toni berdiri di depan kelasnya menatap ke arah Dina yang sedang mengobrol dengan Ani.


"sepertinya Dina sekarang lebih ceria" ucap Roy berdiri di sebelah Toni sambil menatap Dina


"iya...aku bahagia melihat Dina bisa ceria lagi" ucap Toni dengan tatapan kosong


"meski tanpa kamu?"


"meski tidak denganku, aku bahagia Dina bahagia dengan pilihannya" ucap Toni kemudian ia masuk ke dalam kelasnya.


"maksudnya apa? Apakah dia sudah tahu kalau Dina sudah punya pacar lagi?" batin Roy sambil masuk ke dalam kelasnya kemudian duduk di sebelah Toni yang duduk melamun.


"mbok Nah hari ini masak apa?" Roy mengalihkan perhatian Toni


"makanan kesukaan Dina..." jawab Toni singkat


"hah...? Maksudnya?" Roy menjadi bingung


"kamu tanya mbok Nah masak apa kan? Mbok Nah masak bakso dan capcay untuk makan siang, puas kamu?!" ucap Toni kesal


"iya...iya...tapi jangan marah-marah begitu" Roy berusaha untuk sabar.


Toni sekarang lebih tempramental ketimbang dulu, sedikit salah ucap Toni akan marah. Banyak cewek yang berusaha mendekati Toni sejak tahu Dina dan Toni sudah tak dekat lagi.


Tapi cewek-cewek itu satu per satu mundur karena tempramen Toni yang berubah-ubah. Dan juga Toni tak menanggapi satu pun di antara mereka.


.


.


.


B e r s a m b u n g

__ADS_1


__ADS_2