
Kicauan burung bersahut-sahutan menandakan jika matahari mulai meninggi. Dua anak manusia masih bergulung saling menghangatkan di dalam tenda. Mungkin mereka berdua terlalu lelah oleh aktivitas mereka semalam hingga tak menyadari jika hari telah siang.
Udara di sekitar semakin terasa panas, Toni mulai membuka matanya dan menyadari jika matahari telah meninggi. Ia menoleh ke arah samping melihat Dina masih terlelap, Toni tersenyum melihat Dina yang masih bergulung dalam selimut.
Kini ia tahu Dina benar-benar tak kuat dengan udara dingin, terbukti Dina terlihat meringkuk selimutnya pun ia tarik hampir menutupi wajahnya.
Toni mengecup dahi Dina, ia begitu beruntung bisa meluluhkan hati Dina kembali. Ia begitu hancur ketika Dina meninggalkannya karena keegoisnnya dulu. Hidupnya seakan suram, hari-hari ia lalui dengan perasaan hampa, kosong dan tak memilik semangat.
Kini setelah ia berhasil mendapatkan cinta Dina kembali, hidupnya menjadi lebih hidup dan berwarna. Hari-harinya penuh dengan kebahagiaan, meski terkadang ada pertengkaran di antara mereka namun lagi-lagi Toni bisa memenangkan hati Dina lagi.
Toni semakin yakin jika Dina sungguh-sungguh mencintainya saat Dina menyerahkan miliknya yang paling berharga padanya. Itu sebuah pembuktian jika Dina serius menjalani hubungannya dengan Toni.
Meski Dina bukan yang pertama baginya, namun ia begitu tergila-gila dengan tubuh Dina. Seringkali ia tak bisa menahan diri ketika bersama Dina. Dina begitu memabukkan baginya dan telah menjadi candu yang ia tak bisa lepaskan.
Lama menatap Dina sambil mengingat semua yang telah ia lalui sampai berada di titik ini. Karena Dina pula perusahaan yang ia pegang menjadi sekarang. Dina penyemangatnya dalam bekerja, dunianya seakan hanya berputar pada Dina seorang.
Dina mulai menggeliat, ia merasa tak lagi kedinginan. Perlahan ia membuka matanya dan menyadari jika Toni sedang memandanginya.
"selamat siang princess...." ucap Toni lembut dengan senyumnya yang paling menawan
"hah...sudah siang?" Dina melihat sekelilingnya
"maaf...karena aku kamu jadi kelelahan..."
"huh....kamu itu memang tak pernah merasa puas hanya sekali..." Dina mengerucutkan bibirnya, ia terlihat kesal
"kamu itu candu bagiku...setiap berada di dekatmu...aku sulit mengontrol diriku" Toni mendekatkan wajahnya pada wajah Dina
"eh...mau apa?" Dina menggeser tubuhnya. Toni tergelak melihat ekspresi Dina yang terlihat menggemaskan baginya
"mau langsung ke pantai atau mau mandi dulu?"
__ADS_1
"mandi di sungai yang kemarin?" Dina bangun dari tidurnya
"terserah...mau mandi di sungai atau mandi di hotel...aku sudah memesan kamar kemarin" Toni ikut duduk di hadan Dina
"sepertinya lebih baik mandi di hotel saja....aku takut ada binatang di sungai...hii...." Dina bergidik membayangkan tiba-tiba ada binatang mendekatinya ketika mandi di sungai
"baiklah...kita bereskan tenda dulu, setelah itu kita ke hotel untuk mandi sekaligus makan siang..." Toni membuka tenda mereka
"makan siang? Memangnya ini jam berapa?" Dina melipat selimut yang mereka pakai
"ini sudah hampir jam sebelas sayang..." Toni berdiri di depan tenda sambil meregangkan tubuhnya.
Dina dan Toni pun segera membereskan tenda milik mereka. Mereka melihat ke arah seberang, ternyata teman baru mereka masih belum ada tanda-tanda jika mereka telah bangun dari tidur mereka.
Mereka berdua pun bergegas, meninggalkan tempat mereka camping untuk pergi ke hotel yang telah dipesan Toni. Perjalan yang mereka tempuh sekitar satu jam dari tempat mereka camping.
Satu jam kemudian...
Mereka berudua telah sampai di hotel yang Toni maksud. Sebuah hotel yang tidak terlalu mewah namun menyajikan pemandangan yang begitu indah. Hotel itu terletak di dekat pantai dengan menghadap pantai langsung.
Toni memarkirkan mobilnya di belakang lobi hotel "kamu tunggu di sini dulu, aku ke resepsionis untuk mengambil kunci kamar kita" Dina pun mengangguk
Toni berjalan ke lobi hotel meninggalkan dirinya sendiri di dalam mobil. Tak lama kemudian Toni tampak keluar dari lobi hotel. Ia pun masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya perlahan.
"kita mau kemana lagi?" Dina bingung
"ke belakang, kamar kita berada di belakang, terpisah dari gedung ini" ucap Toni mengemudikan mobilnya perlahan ke bagian belakang hotel, jalannya sedikit menanjak karena kamar mereka terletak bagian tebing yang menghadap langsung ke laut.
"dari luar terlihat biasa saja, ternyata setelah masuk ke dalam benar-benar diluar dugaan" ucap Dina sambil menatap sekeliling
"aku juga baru tahu ini"
__ADS_1
"kukira kamu sudah pernah ke sini..."
"teman kuliahku yang memberi referensi tempat-tempat yang bisa dipakai untuk mencari ketenangan"
Toni memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang telah disediakan. Kemudian ia mengajak Dina ke kamar mereka. Kamar yang mereka tempati lebih seperti private villa, jarak dari kamar satu dan kamar lainnya lumayan jauh. Toni membuka pintu kamar, ia pun mengajak Dina masuk ke dalam, di sana ada kolam renang pribadi yang tidak terlalu besar yan menghadap pantai langsung.
Suasana tampak sepi mungkin karena bukan hari libur jadi hotel tak terlalu ramai. "aku ingin mandi dulu..." ucap Dina kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi
Lima belas menit kemudian ia pun telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi memakai dress selutut berwarna putih bertali spageti "mandilah dulu..." ucap Dina menghampiri Toni
"baiklah...kamu makanlah dulu aku sudah memesan makanan tadi, setelah itu kita pergi ke pantai"
Toni meninggalkan Dina untuk membersihkan dirinya. Tak butuh waktu lama, Toni keliar dari kamar mandi, hanya mengenakan celana pantai dan memperlihatkan otot-otot perutnya yang terlihat seperti roti sobek meskipun tidak terlalu besar.
"ayo kita ke pantai..." Toni berjalan mendekati Dina yang masih asyik menikmati jus jeruknya
"tiba-tiba aku malas ke pantai...kita di sini saja ya..." ucap Dina lesu
"baiklah...." Toni pun duduk di sebelah Dina sambil menikmati pemandangan yang ada di hadapan mereka "kalau begitu kita berenang saja bagaimana?" ucap Toni sambil melepas celana pantainya hingga hanya menyisakan boksernya.
"kamu duluan...aku menyusulmu nanti setelah matahari tak terlalu tinggi" ucap Dina santai
"baiklah nanti saja kalau begitu..." Toni kembali duduk di sebelah Dina
"eh...pakai dulu celanamu ...." Dina terkejut melihat Toni yang tak memakai celana pantainya kembali
"kenapa? Cuma kamu saja yang melihat...tak perlu aku memakainya lagi" ucap Toni santai, Dina hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Toni yang menjadi tak punya malu.
.
.
__ADS_1
.
B e r s a m b u n g