Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 181 Membuka aib Toni


__ADS_3

Toni menggandeng tangan Dina erat-erat ia takut genggaman tangannya akan terlepas. Hati Dina menghangat diperlakukan seperti itu. Hal sederhana, digandeng di tempat umum dan dikenalkan ke temannya sebagai tunangan.


Namun Dina sedikit penasaran, teman Toni yang bernama Deni memakai seragam sopir taksi biru. Jika mereka teman kuliah kenapa temannya itu hanya bekerja sebagai sopir taksi.


Bukankah kampus mereka dulu termasuk kampus terkenal, dan kualitas lulusannya tak bisa diragukan lagi, namun jika dibandingkan dengan kampus Dina, masih berad di bawah kampus Dina.


"sayang...Deni ini yang aku mintai tolong mencarikanmu kos, atau apartemen kemarin, dan besok selama di sini dia yang akan mengantar jemput kamu kemanapun kamu pergi" ucap Toni lembut


"itu terlalu berlebihan Ton...Deni kan juga harus bekerja..." ucap Dina keberatan


"tenang saja Din...aku sudah dikontrak oleh tunangan kamu ini sebagai sopir pribadi kamu, nanti aku atur waktunya kamu jangan kawatir" ucap Deni melihat dari spion tengah mobilnya


"baiklah....sepertinya aku tidak punya pilihan lain" Dina lesu. Mendengar itu Deni tersenyum, ia ingat saat Toni selalu bercerita tentang Dina yang meninggalkannya sampai-sampai semua cewek yang mendekati Toni harus ia singkirkan.


"kita mau langsung ke apartemen atau mau keliling dulu?" tanya Deni


"aku lelah, kita langsung saja boleh?" ucap Dina lirih


"baik sayangku..." Toni membelai rambut Dina.


"kamu tahu nggak Din...Toni ini dulu idola kampus lho..." ucap Deni yang tak mau penumpangnya bermesraan di dalam taksinya


"oh...ya...?"


"iya...dia itu serba bisa...pemain band, pemain basket...banyak cewek-cewek yang mengantri untuk jadi pacarnya"


Dina menoleh ke arah Toni, dan menatapnya curiga Toni pun ketakutan "kamu kalau cerita yang benar dong...jangan bikin Dina salah paham" ucap Toni kesal


Deni tergelak "iya...iya...gara-gara banyak yang mengantre itu, dia iti jarang terlihat di kampus, dia ke kampus hanya di jam kuliah atau kalau ada perlu saja, selain itu jangan harap bertemu dengannya di kampus"

__ADS_1


"terus...Den..." Dina antusias


"dia itu lebih suka di rumah, menyendiri kalau nggak dia pergi ke kota J mengurus anak perusahaan papanya yang hampir bangkrut." Deni kembali melirik pasangan yang ada di belakangnya.


"sampai-sampai beredar gosip diantara cewek-cewek yang ia tolak, dia itu nggak suka cewek sukanya cowok" Deni tergelak


"jangan ceritakan aib gue dong...." Toni kesal


"ya habisnya kamu itu digoda cewek, dipamerin paha...dipamerin macem-macam cuma dilirik terus ditinggal pergi" tawa Deni semakin kencang


"masak iya sih...kamu sama sekali nggak tergoda?" Dina menggoda Toni


"aku malah mual Din..." Toni semakin kesal


"lama-lama aku penasaran dong...aku tanya kenapa ia nggak mau meladeni cewek-cewek itu kan lumayan gratisan...dia jawab... cuma Dina yang boleh menggodaku" Deni tak henti-hentinya tertawa melihat wajah Toni yang sudah merah padam


Dina merasa malu, ketika Deni mengucapkan seperti itu. Ia terkadang menggoda Toni dan berakhir dengan dirinya yang kewalahan mengimbangi permainan Toni.


"baiklah...ayo sayang..." Toni membuka pintu kemudian ia keluar sambil menggandeng tangan Dina memasuki gedung apartemen itu.


Toni mengajak Dina ke kantor pengelola gedung untuk melunasi pembayaran sewa apartemen yang akan ditempati Dina. Setelah administrasi selesai Toni kembali ke tempat Deni parkir untuk mengambil barang-barangnya dan milik Dina.


"kamu keliling saja dulu, nanti kalau aku butuh aku telepon, aku nggak enak menahanmu lama-lama" ucap Toni


"kenapa begitu kita berteman Ton, lagipula kamu telah membayar jasaku di muka" Deni terkekeh


"sudah...sudah...lebih baik kamu cari pelanggan lagi, lumayan bisa dapat uang tambahan" ucap Toni sedikit kesal, pasalnya Deni tidak mau dibayar karena ia merasa berhutang budi pada Toni. Dulu jika ia belum mendapat kiriman uang dari orang tuanya Toni lah yang membantu membayar biaya kuliahnya.


Toni pun meninggalkan Deni dan bergegas masuk ke gedung apartemen. Ia menggandeng tangan Dina masuk ke dalam lift. Sesampainya di unit yang akan ditempati Dina, Toni membukakan pintu untuk Dina.

__ADS_1


Dina masuk dan berkeliling melihat-lihat apartemen yang akan ia tempati. Apartemen yang akan Dina tempati tidak terlalu luas hanya sekitar 24 meter persegi namun satu setengah lantai jadi ruang tidur berada di atas, sedangkan di bawah ruang tamu kamar mandi serta dapur.


"ini terlalu berlebihan...ini terlalu luas jika aku tempati sendiri" gerutu Dina


"sendiri? Ada aku sayang...apa kamu lupa?"


"bukankah kamu harus bekerja di kota J?" Dina duduk di sofa yang ada di ruang tamu


"di akhir pekan aku akan ke sini, aku nggak bisa jauh dari kamu"


"sama saja...mengijinkanku kesini tapi tiap minggu juga ke sini" gerutu Dina


"sebaiknya kita mulai membersihkan apartemen ini, setelah itu kita pergi keluar untuk membeli perlengkapan untuk mengisi apartemenmu ini"


Meski lelah, mereka berdua sibuk membersihkan apartemen karena memang sudah lamaa tidak ditempati. Dina beruntung apartemen yang disewa oleh Toni sudah ada perabotnya jadi ia tak perlu repot-repot membeli perabotan


Malam harinya Toni dan Dina pergi ke swalayan untuk membeli perlengkapan yang Dina butuhkan. Tidak terlalu banyak sebenarnya tapi Toni terlalu berlebihan membelikannya sehingga Dina harus mengembalikan barang-barang yang ia rasa tidak ia perlukan.


Mereka berdua kelelahan memutuskan untuk segera kembali ke apartemen untuk beristirahat. Karena terlalu lelah mereka berdua pun langsung tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.


Kebersamaan yang akan mereka rindukan untuk beberapa bulan ke depan. Bisa menghabiskan waktu berdua seharian. Sejak Dina lebih sering berada di rumahnya, Toni tak lagi bebas menghabiskan waktu bersama Dina.


Mengantar Dina ke kota S adalah salah satu cara agar ia bisa berlama-lama berduaan dengan Dina, apalagi kini mereka sudah resmi bertunangan. Tak lagi harus sembunyi-sembunyi dari kedua orang tua Dina untuk bertemu.


.


.


.

__ADS_1


B e r s a m b u n g


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya bestie...


__ADS_2