Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 9 Perkemahan sabtu minggu


__ADS_3

Hari berganti hari, kini sudah hari sabtu. Semua siswa kelas satu wajib mengikuti perkemahan sabtu minggu. Sebagai pengukuhan mereka menjadi anggota pramuka SMAX.


Jam dua siang mereka mulai berkumpul di sekolah. Sambil menunggu acara dimulai nanti jam tiga sore. Rani mengajak Dina ke rumah Toni karena jaraknya dekat dengan sekolah sambil menunggu ketua kelas mereka datang.


Saat Rani dan Dina tiba di rumah Toni, ternyata Toni sudah duduk-duduk menunggu di teras rumahnya. Toni terkejut melihat kedatangan Dina.


"kamu sudah datang Din?" tanya Toni menghampiri Dina dan Rani


"aku memang tidak pulang Ton..." jawab Dina santai


"terus tadi kemana? Kalau tidak pulang kenapa tidak ke sini saja?" tanya Toni sambil membukakan pintu pagar


Dina dan Rani masuk ke halaman rumah Toni. Toni mengajak Dina dan Rani untuk duduk di kursi teras.


"kalian mau minum apa?" tanya Toni


"mamamu ada di rumah?" tanya Dina


"mama sedang pergi dengan papaku" jawab Toni santai


"apa saja Ton, yang ada keluarkan semua ya..." ucap Rani terkekeh


"jangan begitu Ran...tidak enak sama Toni..." Dina menyenggol lengan Rani


"kalian tunggu sebentar ya..." ucap Toni kemudian masuk ke dalam dan tak berapa lama Toni keluar lagi


"terus kamu tadi kemana Din?" tanya Toni


"ini hanya Dina yang ditanya?" Rani menggoda Toni


"ya sudah....kalian tadi kemana kalau tidak pulang?" tanya Toni akhirnya menyerah daripada dicibir oleh Rani.


"aku tadi menumpang mandi di tempat saudaranya Dina..." ucap Rani dengan wajah tak berdosanya


"oh...memangnya di mana rumah saudaramu Din?" tanya Toni


"itu dekat SMA M" ucap Dina santai


Tak berapa lama, seorang wanita paruh baya keluar dengan membawa nampan yang berisikan dua gelas jus jeruk dan satu es sirup.


"ini mas...minumnya..." ucap wanita paruh baya itu


"taruh di meja saja mbok..." ucap Toni santai

__ADS_1


Wanita paruh baya tersebut meletakkan minuman yang ia bawa di meja. Kemudian wanita itu masuk lagi ke dalam.


"ini yang sirup buat siapa Ton?" tanya Rani dengan tidak tahu malunya


"buat kamu...." jawab Toni singkat


"kenapa beda Ton?"


"Dina kan suka jus jeruk, aku juga suka...kamu tadi aku tanya jawabnya yang ada keluarkan saja " jawab Toni dengan senyum smirknya


"siapa yang bilang aku suka jus jeruk Ton?" tanya Dina mengerutkan keningnya


"asal tebak saja" Toni tergelak


"haish...kamu itu ya Ton....ini namanya diskriminasi...Dina dapat jus jeruk aku dapat sirup" Rani mencebik


"semua sesuai amal dan ibadahnya Ran" Dina tergelak


"kalian ini memang kompak ya....kompak mengerjai aku" Rani kesal


Meskipun berdebat masalah minuman, tapi mereka bertiga hanya sebatas bercanda, tidak ada yang serius. Pukul tiga kurang sepuluh menit Roy baru datang.


Setelah memasukkan motornya ke dalam garasi rumah Toni, Roy 'pun keluar lagi ke teras.


"kalau telat kamu yang bertanggung jawab Roy...!" teriak Rani


Mereka berempat bergegas berangkat ke sekolah. Di sekolah telah ramai siswa kelas satu. Mereka semua sudah berkumpul di lapangan atas, di depan ruang-ruang kelas satu.


Mereka berbaris sesuai kelas masing-masing. Tak lupa mereka harus mengenakan atribut yang sudah ditentukan oleh para senior mereka. Setelah pengarahan singkat mereka semua disuruh untuk mendirikan tenda untuk tempat mereka tidur nanti malam.


Malam harinya setelah makan malam, para senior mengadakan acara api unggun yang wajib dihadiri semua peserta. Karena sudah malam dan gelap mereka tidak menegtahui teman-teman sekelas mereka ada dimana.


Setelah acara api unggun selesai, para peserta diperbolehkan untuk istirahat di tenda masing-masing kelas


"Din...kamu ganti baju tidak?" tanya Rani saat sudah ada di dalam tenda


"hmm...aku tidak ganti baju Ran, takutnya nanti tiba-tiba kita disuruh bangun tengah malam dan harus berpakaian lengkap" ucap Dina


"iya benar...lebih baik kita semua tidak usah ganti baju" ucap Bela teman sekelas Dina


"tapi nanti kalau diperiksa oleh senior bagaimana?" tanya Santi


"kalian semua bawa jaket sama celana olahraga tidak?" tanya Dina

__ADS_1


"celana olah raga pasti bawa Din, kita kan disuruh bawa pakaian olah raga" celetuk Dewi


"kita pakai celana olah raga, tanpa melepas rok kita, terus kita pakai jaket saja, jadi misalkan diperiksa kita terlihat memakai baju tidur, padahal kita masih memakai seragam pramuka lengkap" terang Dina


"bagus juga idemu Din..." ucap Santi


"sudah....sudah...itu para senior sudah teriak-teriak, semua harus sudah tidur, tidak ada yang boleh melakukan aktivitas apapun" ucap Dewi dengan suara pelan


"iya...kita pura-pura tidur saja, sepertinya akan ada kegiatan malam ini, dan sepertinya tidak akan lama lagi" ucap Rani


Mereka semua pura-pura tidur. Sewaktu senior mereka memeriksa tenda mereka, mereka tampak sudah terlelap. Bahkan ada beberapa teman Dina yang memang sudah tertidur pulas.


Benar saja, tak berapa lama setelah para senior berkeliling memeriksa tenda-tenda peserta. Tiba-tiba peluit ditiup, dan para senior berteriak-teriak sambil berkeliling membangunkan para peserta.


"saya hitung sampai lima, semua harus sudah berbaris di depan saya! Jika ada yang terlambat akan mendaptkan hukuman!" teriak salah satu senior menggunakan pengeras suara.


Dina dan teman-temannya, yang memang sedari tadi sebagian besar tidak tidur bergegas keluar tenda. Mereka berlari ke arah tengah lapangan dan berbaris di depan senior yang memegang pengeras suara.


Kelompok Dina yang pertama datang ke tengah lapangan, meskipun ada satu dua orang temannya tertinggal tapi mereka lolos dari hukuman karena meskipun ada yang terlambat tapi tidak terlalu lama.


Setelah semua berkumpul di lapangan, ketua panitia memberikan pengarahan singkat tentang kegiatan yang akan mereka lakukan. Mereka semua akan melakukan jurit malam yaitu melakukan tantangan-tantangan dengan berkeliling di area sekeliling sekolah yang jaraknya masih dalam radius satu kilometer dari sekolah mereka.


Dina merasa malas dengan kegiatan tersebut, harus berkeliling di malam hari, harus keluar masuk makam pula. Sewaktu ia menengok ke arah samping kanan, ia mendapati Toni yang sedang memperhatikannya.


Toni mengucapkan sesuatu dengan isyarat bibirnya. Dina memperhatikan apa yang Toni katakan, ternyata Toni mengatakan "semangat" mereka sengaja berbicara dalam bahasa isyarat karena tidak ada satupun yang boleh berbicara ketika ketua panitia sedang berbicara.


Mereka berdua saling curi-curi pandang. Saling melirik satu sama lain. Mencoba saling memberikan semangat satu sama lain. Mereka berdua sama-sama tahu, mereka malas mengikuti kegiatan-kegiatan yang terlalu berlebihan.


Tapi mereka wajib mengikuti kegiatan tersebut, karena keikutsertaan mereka dalam kegiatan tersebut juga menjadi pertimbangan nilai di rapot mereka nantinya.


.


.


.


B e r s a m b u n g


Jangan lupa pencet tombol favorit ya bestie...


ditunggu like komen dan votenya ya bestie


terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2