
Di perpustakaan juga Dina bertemu dengan Bimo, cowok yang berhasil menggantikan posisi Toni di hatinya. Awal pertemuan mereka tak terduga.
Sewaktu Dina mengikuti perkemahan pembekalan pengurus OSIS tidak sengaja bertemu seorang cowok yang ia tidak tahu karena datang tidak memakai seragam dan datang waktu acara malam hari.
Dina kira dia berasal dari sekolah lain, ternyata di mengantarkan barang milik sepupunya yang tertinggal. Dari situlah perkenalan Dina dan Bimo.
Dina sebenarnya masih belum ingin memiliki pacar lagi karena pengalaman buruknya bersama Toni. Bahkan waktu Bimo menyatakan cintanya Dina tak langsung menjawabnya.
Sebulan setelah Bimo menyatakan perasaannya barulah Dina menjawabnya. Dina pikir tak ada salahnya mencoba sebuah hubungan dengan orang yang baru.
Dina menerima Bimo, sosok yang tegas namun lembut dan penyayang. Dengan Bimo Dina merasa aman dan terlindungi. Bersama Bimo, Dina yang kadang terlalu berhati-hati mengambil keputusan menjadi orang yang lebih berani mengambil keputusan.
Tapi Bimo sering memaksakan apa yang ia inginkan. Bimo terlalu posesif, Dina tidak dibiarkan kemanapun sendirian. Ketika Dina menolak diantar Bimo dengan segala apapun caranya agar Dina mau menuruti apa maunya.
Perlahan tapi pasti Bimo mampu menggeser posisi Toni di hati Dina. Tapi bayang-bayang Toni tak mudah ia lupakan. Mereka masih satu kelas meskipun duduk mereka berjauhan, tapi itu cukup mengganggu Dina.
Yang Dina lakukan ketika berada di dalam kelas hanya belajar sebaik mungkin. Berusaha menunjukkan kalau ia sama sekali tidak terpengaruh dengan keberadaan Toni di kelas.
Dina ingin menunjukkan jika perpisahannya dengan Toni tidak membuat Dina terpuruk justru sebaliknya membuat Dina semakin bahagia.
Dan segala usahanya berhasil, ketika kenaikan kelas Dina diumumkan sebagai juara kelas dan menduduki peringkat tiga besar di kelas satu. Itu semua mampu membungkam Bian dan teman-temaannya. Dan yang paling bangga atas prestasi Dina adalah Bimo.
Ia berpikir karena dialah Dina bisa seperti sekarang, padahal karena Toni lah yang membuat Dina semakin terpacu menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi yang terbaik tanpa Toni.
Tapi Bian masih saja mempengaruhi Toni dengan menjelek-jelekkan Dina. Roy sendiri juga tidak mengetahui secara pasti kenapa Bian begitu tidak suka pada Dina. Roy masih dekat dengan Toni, terkadang Toni pun bercerita apa yang ia rasakan ada Roy.
Sesungguhnya Toni masih menyayangi Dina, tapi Toni selalu menganggap Dina telah menghianatinya. Toni menganggap Dina menjauh darinya karena Widi dan Bimo.
Roy hanya menjadi pendengar setia, sesekali ia menanggapi ucapan Toni dengan membela Dina. Tapi dibantah oleh Toni. Roy tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Toni.
Roy pun tahu jika Dina masih menyayangi Toni juga, ia juga tahu jika pacar Dina yang sekarang hanya pelariannya saja. Di matanya Dina tidak pernah terlihat dekat dengan pacarnya.
Sayangnya hubungan Dina dan Bimo hanya bertahan selama enam bulan saja. Di saat Dina mulai menyerahkan hatinya untuk Bimo, Dina harus menelan pil pahit.
Bimo tiba-tiba memutuskannya tanpa alasan yang jelas. Dina sedih, marah, kesal bercampur menjadi satu. Dina semakin terpuruk, bukan karena dia benar-benar menyayangi Bimo, tapi karena ia harus mengalami hal yang sama sewaktu bersma Toni.
__ADS_1
Bedanya ketika ia bersam Toni ia benar-benar menyayangi Toni bahkan sampai sekarang pun ia belum melupakan Toni. Dengan Bimo Dina baru mulai menyerahkan hatinya. Tidak sesakit waktu putus dengan Toni tapi itu membuat Dina trauma akan pacaran.
Dina berusaha menjalani hari-harinya dengan tidak menunjukkan jika ia sedang terpuruk. Kelas dua Dina satu kelas lagi denga Roy, Rani dan Widi. Awal masuk kelas dua, semua siswa diacak kelasnya oleh pihak sekolah.
Toni berada di kelas 2F sedang Dina menempati kelas 2B. Toni dan Bian serta Angga berpisah mereka tak lagi satu kelas. Itu membuat Toni sedikit terhindar dari pengaruh buruk oleh teman-temannya.
Posisi duduk Dina kembali lagi bersama Rani kemudian Roy dan Widi duduk di belakaangnya.
"Din...kamu masih menyayangi Toni?" tanya Roy ketika kelas sepi karena semua siswa sedang beristirahat
"kalau boleh jujur... Aku masih sangat menyayangi Toni, Roy..." jawab Dina lirih
"apa tidak ada kesempatan untukku Din?"
"hah...kamu ini ada-ada saja..." Dina terkekeh
"canda Din..." Roy tergelak, sebenarnya dalam hatinya Roy masih menyukai Dina, tapi melihat Dina setelah putus dari Toni menjadi selerti orang asing, Roy yakin jika keputusan dirinya dan Dina dulu adalah tepat.
Lebih baik berteman daripada berpacaran, karena mereka berdua lebih cocok jika berteman.
"kamu tidak ingin mencoba memperbaiki hubunganmu dengan Toni, Din?"
"aku ragu Roy..." jawab Dina sendu
"Toni sebenarnya masih sangat menyayangi kamu Din" ucap Roy
"tahu dari mana kamu Roy?" Dina terkekeh
"Toni yang mengatakannya padaku Din.." ucap Roy
"entahlah Roy...aku sendiri bingung, di satu sisi aku masih menyayangi Toni tapi di sisi lain aku juga trauma" ucap Dina lesu
"sekarang dia tidak begitu dekat lagi dengan teman-temannya Din, aku dukung kalian untuk bisa bersama lagi" ucap Roy memberi Dina semangat
Tak bisa dipungkiri ucapan Roy seperti air sejuk di padang pasir. Memberi Dina sebuah harapan akan bisa memperjuangkan Toni kembali. Tapi ia pun juga trauma dengan hubungannya terdahulu.
__ADS_1
"aku tidak tahu bagaimana cara mendekatinya lagi Roy..." ucap Dina sendu
"aku akan membantumu, minggu depan aku akan mengudang kalian ke resto S" ucap Roy
"acara apa Roy?" tanya Dina penuh tanda tanya
"syukuran kecil-kecilan Din, sweet seventeen" Roy terkekeh
"eh...iya...kamu mau ulang tahun ya...aduh aku belum menyiapkan kado untukmu" ucap Dina bersemangat
"hahahaha...tidak perlu Din..."
"tapi nanti ada teman-temannya, percuma" ucap Dina lirih
"aku tidak mengundang mereka Din, aku tidak pernah dianggap oleh mereka buat apa aku mengundangnya" ucap Roy kesal
Dina terperangah, baru kali ini ia mengetahui jika Roy tidak pernah dianggap ada oleh Bian dan kawan-kawan. Padahal dari segi permainan Roy jauh di atas Bian dan Angga.
Bahkan duet Roy dan Toni yang membuat mereka memenangkan pertandingan antar kelas waktu itu. Ada apa sebenarnya, apakah karena Roy dari keluarga sederhana pikir Dina.
.
.
.
B e r s a m b u n g
.
Dukung terua karya ini ya bestie
Please like, komen dan votenya ya...
Jangan lupa mampir juga di karya 'PACARKU, ADIK KELASKU'
__ADS_1
Arigatōgozaimashita 😘😘😂