
Pukul delapan malam, Dina telah selesai memasak, ia pun berjalan menaiki tangga mencari keberadaan Toni yang dari tadi tak terdengar suaranya.
Dina melihat ruangan yang terletak di sebelah kamar Toni terbuka dan lampunya menyala. Dina masuk tanpa mengetuk pintu, ia melihat Toni sedang serius di depan komputernya.
Dina menghampiri Toni "makan dulu, nanti dilanjut lagi..." ucap Dina
"iya...aku mandi dulu ya..." Toni menatap Dina
"nanti makanannya keburu dingin, lagian kenapa tadi tidak mandi dulu malah langsung kerja"
"aku nggak kerja Din...aku sedang mengetik tugasmu" ucap Toni lembut menyunggingkan senyumnya
"oh...begitu...kan aku yang harus mengerjakan bukan kamu" Dina mendekati Toni
Toni tersenyum "sini..." Toni menepuk pahanya menyuruh Dina untuk duduk di pangkuannya
"aku sudah berjanji membantumu, jadi aku akan menepati janjiku" Toni mengecup bibir Dina
"iya...terima kasih...sekarang makan dulu ya....nanti dilanjutkan lagi" Dina mengecup bibir Toni kemudian ia menati Toni untuk turun ke meja makan.
Setelah makan malam, Dina naik ke ruang kerja Toni, ia melanjutkan apa yang telah Toni kerjakan. Dina serius mengerjakan tugas dan laporannya, tak menyadari Toni masuk ke ruangan.
Toni membawa segelas susu cokelat hangat untuk Dina dan meletakkan di meja. Toni menghampiri Dina yang sedang fokus mengetik kemudian memeluknya dari belakang.
"istirahat sayang...sudah malam"
"aku sudah bilang malam ini akan lembur..." Dina masih serius mengetik
"aku meminta kamu menginap di sini bukan untuk kamu tinggal lembur" Toni mengerucutkan bibirnya
"ini gara-gara tadi siang kamu mengajak aku tidur" Dina mengacuhkan Toni
"apa nggak gara-gara kamu pergi dengan mantanmu?" Toni tidak terima
"bukan...aku pergi dengannya cuma sejam, tadi itu aku sudah mau kembali ke kampus, tapi gara-gara pacarmu itu aku jadi tertahan mau kembali ke kampus" Dina mengerucutkan bibirnya
"pacar...pacar....pacarku itu cuma kamu!" Toni tak terima, ia kemudian mengangkat tubuh Dina dan membawanya ke kamarnya
"Toni turunin aku...aku belum selesai mengetik" protes Dina
"siapa suruh bikin aku kesal!" Toni menurunkan Dina di atas kasurnya, kemudian menciumi Dina
"Sayang...tolong...aku tanggung mengerjakannya...aku janji nanti sebelum jam dua belas malam aku sudah selesai" Toni melepaskan Dina "kamu tidurlah dulu nanti aku menyusulmu"
__ADS_1
Dina keluar dari kamar berjalan ke ruang kerja Toni, Toni mengekorinya dari belakang. Toni merebut kursi yang akan Dina duduki
"ayolah sayang...kalau kamu menggangguku aku nggak akan selesai-selesai" rengek Dina
"duduk sini..." Toni menepuk pahanya "aku bantu menyelesaikan"
Dina menghela nafasnya, ia sudah lelah ditambah lagi berdebat dengan Toni sangat menguras tenaganya. Dina menuruti apa mau Toni ia duduk di pangkuan Toni kemudian melanjutkan mengetiknya.
"kamu setiap malam seperti ini?" tanya Toni lembut sambil membelai rambut Dina
"iya...namanya juga anak teknik beda sama anak ekonomi" cibir Dina "belum lagi tugas menggambar, belum lagi tugas kelompok sampai menginap di kos teman" jawab Dina santai
Toni berpikir, sebelum ini Dina sering menginap di kos cowok, ia merasa cemburu. "menginap? Di kos cowok?" tanya Toni
"iya..."jawab Dina santai tak menyadari pertanyaan jebakan dari Toni
"kos cowok Din?!" suara Toni sedikit meninggi
"hah...?!" Dina menatap Toni heran "ya enggak lah...kalau sama cowok ya ngerjainnya siang-siang atau mereka hanya nitip nomor mahasiswa saja, aku yang mengerjakan"
"dhuh...kamu itu enggak pernah berubah ya...jangan mau dimanfaatkan sama cowok Din..."
"kamu bukan cowok?" Dina menarik satu sudut bibirnya ke atas
Dina fokus mengerjakan tugasnya, dengan Toni memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Dina.
Hampir jam satu malam Dina baru menyelesaikan tugasnya. Ia bangkit berdiri perlahan kemudian mencoba membangunkan Toni "Sayang...pindah ke kamarmu, aku sudah selesai"
"iya....tapi kamu juga tidur denganku ya..." rengek Toni.
"aku tidur di bawah ya...nggak baik kita tidur sekamar..." jawab Dina
"ya sudah...aku juga tidur di bawah..." ucap Toni tidak mau mengalah
"iya...iya....kenapa kamu sekarang manja begini? Dulu nggak pernah kaya anak kecil begini"
"sejak kecil nggak ada yang manjain aku, makanya aku manja sama kamu" Toni menggandeng lengan Dina "ayo..."
Dina menuruti Toni, ia sudah mengantuk, ia lelah berdebat tengah malam. Dalam hatinya, Dina merasa Toni menepati janjinya. Toni banyak berubah, dulu Toni sering mengabaikannya, bahkan tak ada waktu untuknya.
Kini, Toni bisa membagi waktunya untuk kerja, kuliah dan dirinya. Awalnya Dina tak pernah mengharapkan Toni akan selalu ada untuknya, selalu menyempatkan dirinya untuk mengganti waktu yang hilang.
Terkadang Dina merasa kesal karena kadang-kadang ia tak bisa bebas melakukan apa yang ia sukai, namun ia juga mengerti Toni ingin menjaganya dan juga memberi perhatian lebih padanya.
__ADS_1
Semalaman Toni tidur memeluk Dina bagaikan ia memeluk guling. Dina menjadi sesak dan susah tidur karena pelukan Toni terlalu erat. Dina baru bisa tidur menjelang pagi ketika pelukan Toni sedikit mengendur.
Dan mereka berdua bangun kesiangan, pukul tujuh pagi mereka berdua baru bangun.
"pagi sayang..." ucap Toni sambil menegcup dahi Dina
"pagi...ini jam berapa? Aku masih mengantuk..." ucap Dina menggeliat kemudian memejamkan matanya lagi
"ini sudah jam tujuh lebih..."
"aku kuliah jam sembilan kamu jam berapa hari ini?" tanya Dina dengan suara seraknya
"aku juga kuliah jam sembilan" Toni mengeratkan pelukannya "pagi ini aku ada rapat sebenarnya....malah bangun kesiangan"
"katanya kuliah pagi?" Dina membuka matanya menatap Toni
"iya...sudah aku batalkan baru saja" jawab Toni sambil melirik ponselnya yang bergetar dari tadi
"jangan begitu...bos harus memberikan contoh yang baik buat anak buahnya" Dina bangun dan duduk bersandar
"nanti berangkat aku antar, tapi pulangnya kamu dijemput Ridwan ya..." Toni menatap Dina
"aku bisa pulang sendiri Ton...aku bisa berjalan kaki atau menumpang temanku"
"ah...enggak...nanti kamu ketemu mantan kamu"
"aku kira setelah aku menuruti mau kamu yang aneh-aneh kamu akan melupakannya!" Dina kesal
"oh...tentu tidak..."
"terserahlah....katanya aku bebas ngapain saja asal jaga hati dan jaga diri baik-baik" Dina kesal ia pun turun dari tempat tidur kemudian ia turun ke kamar tamu melanjutkan tidurnya.
Terkadang Toni plin plan ketika memberinya kebebasan. Kadang ia bebas mau berbuat apa saja, kadang posesifnya yang lebih dominan.
.
.
.
.
B e r s a m b u n g
__ADS_1