Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 78 Cinta lama


__ADS_3

Meski Toni sudah memutuskan Andini, namun Andini masih sering mendatanginya di kantor. Toni mengabaikannya, ia tetap fokus pada pekerjaannya. Ia memanfaatkan waktu luangnya sebaik mungkin untuk bisa mengurus kantor cabang papanya.


Apalagi semester ini ia lebih sibuk dari semester sebelumnya jadi ia tak pernah ada waktu untuk menanggapi Andini. Ia datang ke kantor menyelesaikan pekerjaannya kemudian ia pulang lagi.


Kerja sama dengan klien besarnya pun berjalan dengan lancar. Membuat Toni bisa sedikit berbangga diri di depan papanya.


Karena semua berjalan sesuai apa yang telah ia rencanakan, kini ia bisa memiliki sedikit waktu luang. Ia memanfaatkan waktu luangnya dengan berkeliling kota.


Tiba-tiba ia merindukan Dina, lama ia tak menemui Dina. Ia mengemudikan mobilnya ke arah rumah Dina. Berharap Dina berada di rumah dan ia bisa menemuinya.


Toni memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dina. Kebetulan mamanya sedang menemui tamu di halaman rumahnya.


"siang tante...." sapa Toni sopan


"eh....siang...."


"tante apa kabar?" tanya Toni sopan


"baik...baik....kamu lama tidak main ke sini...."


"iya tante....sibuk kuliah dan bantu-bantu papa..."


"anak baik...." puji mama Dina


"Dina ada di rumah tante?"


"oh...ada....ada...tapi sepertinga sedang tidur, sebentar ya..."


"eh....kalau Dina tidur, saya pulang saja tante..."


"tante bangunin dulu....kamu sudah jauh-jauh ke sini masak disuruh pulang lagi" mamanya Dina masuk ke dalam rumah, Toni pun menunggu Dina di teras rumah.


Lima menit kemudian, mamanya Dina keluar rumah "tunggu sebentar ya....tante mau lanjut ngobrol dulu"


"iya tante....terima kasih"


Tak lama, terdengar suara pintu dibuka dari arah belakang Toni. Toni membalik badannya dan menatap Dina yang wajahnya terlihat kusut.


"eh...sudah bangun Din?" ucap Toni dengan senyum mengembang

__ADS_1


"belum....!" ucap Dina ketus kemudian duduk di seberang Toni


"maaf mengganggu tidur kamu, tadi aku hanya iseng jalan-jalan ke daerah sini, dan ingat kamu makanya aku mampir" ucap Toni dengan senyum yang tak surut dari bibirnya


"terus....?" ucap Dina kesal


"aku kira kamu tidak ada, pas tanya mama kamu, ternyata kamu ada di rumah"


"kalau sabtu minggu aku memang pulang, kamu beruntung saja hari ini aku tidak pergi kemana-mana" ucap Dina datar


"aku tahu, tiap hari sabtu pagi kamu siaran" ucap Toni


"itu kamu tahu" Dina memutar bola matanya "oh iya aku lupa, kamu pasti tahu rumahmu dekat dengan sekolah"


Toni menggaruk kepalanya yang tidak gatal "keluar yuk..." ucap Toni dengan tatapan penuh harap


"kemana?" ucap Dina datar


"kemana saja terserah kamu"


"hmmm...." Dina berpikir, ia takut Dendy datang dan mencarinya. Tapi sudah beberapa hari juga Dendy tak menelponnya.


"ayolah Din...sebentar saja...." Toni menarik kedua sudut bibirnya ke bawah


"hmmm....sebenarnya iya...tapi...entah belum ada kabar juga..." jawab Dina datar


"pacar kamu?" tanya Toni penasaran. Dina menganggukkan kepalanya


"kamu masih sama yang dulu itu Din?" tanya Toni dengan tatapan sendu


"iya masih...masih dengan yang itu" jawab Dina jujur


"awet ya Din..." ucap Toni lirih


"iya... Ya.....meskipun harus berhubungan jarak jauh tapi ya harus tetap dijalani kan?"ucap Dina memperhatikan Toni yang ada di depannya yang terlihat tak bersemangat seperti tadi ketika baru datang.


"semoga bahagia terus ya..." ucap Toni memaksakan senyumnya


"iya terima kasih" ucap Dina menaril kedua sudut bibirnya ke atas.

__ADS_1


"kamu sendiri bagaimana?" Dina mencoba mengalihkan pembicaraan


"seperti yang kamu lihat..." ucap cowok itu sambil mengangkat kedua telapak tangannya setinggi dadanya


"tentunya banyak yang mengidolakan kamu di kampusmu" ucap Dina mengembangkan senyumnya "eh...kamu kuliah dimana?"


"aku kuliah di universitas M Din..." ucap cowok itu


"oh...kampus yang bagus juga...jurusan apa?"


"ekonomi menejemen Din"


Dina mengangguk-anggukkan kepalanya, tak menyangka mantan yang dulu pernah menempati ruang hatinya berkuliah hanya di dalam kota, padahal kakaknya kuliah di kota yang sama dengan Dina.


"ya sudah...ayo kita keluar, aku ingin makan bakso yang ada di dekat danau itu" ucap Dina menarik kedua sudut bibirnya ke atas.


"hah...beneran Din...?" Toni terlihat bahagia


"iya...tapi naik motor kamu ya..." ucap Dina terkekeh


"untuk yang itu aku minta maaf...aku tadi naik mobil ke sini" ucap cowok itu lirih


"oh...ya sudah...aku ganti baju dulu ya..." Dina meninggalkan cowok itu.


Toni benar-benar bahagia, setelah sekian lama ia tak bertemu Dina akhirnya kerinduaannya terbalas. Dina menemuinya dengan senyuman.


Tidak seperti dulu terakhir kali mereka bertemu. Dina terlihat begitu membencinya. "Benar yang Roy bilang, aku tak boleh memaksa Dina, biarkan saja semuanya mengalir begitu saja" batin Toni.


Selama ini Toni mengetahui kabar tentang Dina melalui Roy. Dari Roy ia tahu dimana Dina kuliah, dimana Dina kos. Tapi Roy melarang dirinya menemui Dina dengan alasan, Dina masih belum melupakan semua peristiwa antara dirinya dan Toni.


Tak berapa lama, Dina sudah keluar memakai baju rapi. Cowok itu terkesima, lama tak bertemu Dina berubah menjadi lebih cantik. Ia menyesal telah menyia-nyiakan Dina dulu, dan yang pasti yang jadi pacarnya sekarang pasti bangga dengan penampilan Dina.


.


.


.


B e r s a m b u n g

__ADS_1


2 bab sudah meluncur ya bestie, jangan lupa ritualnya ya terima kasih sekebon bestie


__ADS_2