Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 224 Singa betina


__ADS_3

Seorang cleaning service masuk membawa peralatan kebersihannya "maaf tuan bagian mana yang harus saya bersihkan?" tanya CS itu


"kamu bersihkan meja itu" ucap Dina menunjuk meja kerja GM "kursinya juga...setelah bersih...kamu semprot memakai desinfektan...aku tidak mau badanku gatal-gatal ketika duduk di situ" ucap Dina datar


Cleaning service itu pun menuruti perintah Dina. Ia tidak tahu siapa yang memerintah, ia tak mau ambil pusing karena itu memang pekerjaannya, terlepas siapa yang memerintah.


Tadi ia hanya sekilas mendengar jika ada orang pusat yang datang ke hotel itu. Ia membersihkan meja dan kursi sebanyak tiga kali, ia benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik.


Dina tersenyum samar, padahal ia tidak memerintahkan sedetail itu namun CS itu begitu teliti dan rapi pekerjaannya. Setelah ia memastikan meja dan kursi telah bersih, ia pun menyemprotkan desinfektan seperti yang diminta oleh Dina.


GM itu masih berdiri terpaku melihat Dina yang masih berdiri memperhatikan CS itu bekerja. Pertemuan terakhir mereka Dina tak sekejam itu, tapi kenapa hari ini asisten CEO itu begitu menakutkan.


"saya sudah selesai membersihkan, tolong anda periksa mungkin ada yang saya lewatkan" ucap CS itu sopan


Dina berjalan ke meja kerja GM itu dan meraba seluruh permukaan meja dan kursi. Sedangkan CS itu memperhatikan dengan perasaan cemas.


Dina meletakkan tasnya beserta tas kerjanya di meja kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam tas. Dina berjalan menghampiri CS itu "kerjamu bagus, ini untuk kamu" ucap Dina ramah tak semenakutkan tadi sambil mengulurkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan


"terima kasih Nona, tapi maaf saya tidak bisa menerimanya" tolak CS itu secara halus


"jangan ditolak, ini rejekimu, kalau kamu rasa tidak memerlukannya kamu bisa membagi dengan teman-temanmu yang lain" ucap Dina menyodorkan uang itu


"baik nona, terima kasih, kalau tidak ada yang perlu saya kerjakan saya permisi" ucap CS itu sopan


Dina kembali duduk di kursi GM dan mulai membuka tas kerjanya, ia mengeluarkan dokumen-dokumen yang kemarin telah ia tandai.

__ADS_1


"Pak Johan, silahkan duduk..." ucap Dina datar, Johan pun duduk di hadapan Dina dengan wajah ketakutan, yang ada di pikirannya hanyalah ia ketahuan berbuat mesum di kantor dan di jam kerja.


"maaf Bu Dina saya salah....saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Johan sambil menundukkan kepalanya. Salah satu alis Dina terangkat, ia memperhatikan orang yang ada di depannya.


"saya ke sini bukan untuk membahas yang tadi, saya tidak peduli dengan urusan pribadi anda" Dina mulai membuka satu per satu map yang ia pegang "dan untuk hal tadi, saya memang punya masalah pribadi dengan wanita itu" ucap Dina datar


Sedang Pak Eko hanya mengamati dari tempat duduknya, meskipun merasa bosan karena ia hanya duduk saja namun yang ada di depannya itu tontonan menarik dimana seorang perempuan yang lemah lembut ramah baik hati menjadi seorang singa betina yang siap menerkam lawannya kapan saja.


"pantas saja Yanuar berusaha keras membuat Dina menjadi menantunya, kemampuannya memang tak bisa diremehkan" batin Pak Eko


"saya ingin menanyakan semua yang telah saya tandai ini, ini sangat tidak masuk akal, saya tahu betul hotel ini selalu penuh dan menjadi hotel favorit para wisatawan kenapa bisa sampai merugi begini besar hah?!" ucapn Dina yang di awal terdengar lemah lembut tiba-tiba membentak orang yang ada di depannya


Johan pun mengambil lembaran-lembaran kertas berisi laporan hotel itu dan membacanya, banyak sekali tanda yang telah dibubuhkan oleh Dina


"kamu tidak tahu? Lantas ini tanda tangan siapa? Bukankah ini tanda tangan bapak?" Dina tak lagi bersikap lunak seperti tempo hari saat ia datang ke sana.


Johan terdiam, ia tak berani menjawab, jika ia salah sedikit saja maka karirnya akan tamat. Ia yang meminta bagian keuangan untuk memasukkan angka-angka yang tidak wajar pada laporan sedangkan uangnya tentunya masuk ke dalam kantong pribadinya.


Dina mengangkat gagang telepon "suruh semua menejer ke ruang rapat sekarang, dan suruh mereka membawa laporan mereka selama enam bulan terakhir" ucap Dina dingin kemudian ia meletakkan gagang telepon itu.


Dina pun merapikan kembali semua dokumen yang tadi ia buka kemudian memasukkannya ke dalam tas kerjanya. Ia kemudian beranjak dari duduknya


"kita adakan rapat dadakan hari ini" ucap Dina dingin kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu dan menuju ruang rapat diikuti Pak Eko, Johan pun juga mengikuti Dina ke ruang rapat.


Dina memasuki ruang rapat itu dan di sana sudah para menejer yang sedang berbisik-bisik. Dina duduk di meja paling ujung dan memimpin rapat itu.

__ADS_1


"saya sengaja mengumpulkan kalian di sini, karena di dalam map ini, terdapat banyak kejanggalan" ucap Dina sambil mengangkat map yang tadi ia buka. "semua laporan enam bulan terakhir letakkan di depan saya"


Para menejer pun meletakkan laporan-laporan di hadapan Dina. Pak Eko yang berada di sebelahnya pun hanya duduk bersedekap di dada.


"sudah semuanya?" tanya Dina


"sudah bu..."


"saya akan mencocokkan semua laporan anda semua dengan yang saya pegang, jadi jangan ada yang keluar sebelum saya selesai memeriksanya" uCap Dina kemudian membuka satu per satu laporan


"Pak Eko bantu saya ya, saya tidak mungkin bisa memeriksanya sendirian" ucap Dina ramah


"Baik Non..." Pak Eko pun mulai membantu Dina, itu bukanlah hal yang sulit karena bertahun-tahun ia sudah sering melakukannya, ia tak mungkin menolak permintaan Dina karena dulu saat ia bekerja pada Tuan Yanuar pun juga selalu dibantu orang lain.


Semua menejer terlihat tegang dan tak ada yang berani bicara, kali ini mereka benar-benar tak bisa lagi mengenali Dina yang tiba-tiba berubah menjadi singa betina.


Dina mulai mencocokkan laporan dari bagian-bagian yang tak terlalu banyak pengeluaran. Satu per satu menejer telah meninggalkan ruang rapat itu karena laporan mereka tak ada masalah.


.


.


.


B e r s a m b u n g

__ADS_1


__ADS_2