Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 11 Pendekatan


__ADS_3

Pagi harinya, semua siswa diwajibkan untuk mengikuti senam pagi. Tapi belum ada tanda-tanda ada yang bamgun dari tidurnya. Mungkin Dina dan kawan-kawannya terlalu lelah jadi tidur mereka sangat nyenyak sampai pagi. Mereka semua dari semalam sudah tidak mengetahui kelompok lain tiba di sekolah jam berapa. Bahkan teman satu tenda mereka datang pun tidak tahu.


Hanya Dina yang sekilas merasakan ada yang ramai-ramai masuk tenda, tapi ia juga tidak tahu itu jam berapa. Tahu-tahu mereka sudah diributkan oleh kakak-kakak senior mereka yang pagi-pagi sudah berteriak membangunkan mereka.


Dina bergegas keluar tenda masih mengenakan seragam pramuka lengkap tadi malam. Melihat kakak-kakak senior mereka mengenakan pakaian olah raga, ia bergegas kembali masuk ke dalam tenda. Ia membangunkan semua teman-temannya yang masih tidur. Kemudian ia mengganti bajunya di dalam tenda.


"ada apa Din? Kenapa kamu seperti orang panik?" tanya Santi dengan suara serak khas bangun tidur.


"kalian tidak dengar? kita disuruh senam pagi..." ucap Dina sambil memakai baju olah raga


"hah...?! Jam berapa ini?" tanya Santi sedikit panik


"entah aku tidak memakai jam tangan San...yang jelas di luar mulai terang benderang" ucap Dina


"ayo teman-teman...jangan sampai kita terlambat senam pagi" Dina membangunkan teman-temannya yang belum bangun


"apa sih Din? Masih malam juga..." ucap salah satu teman sekelasnya


"aduh...ayo daripada kita semua kena hukuman..." Dina mencoba memebangunkan temannya yang masih belum bangun


"haish...kegiatan ini benar-benar merepotkan" akhirnya semua teman-teman sekelas Dina bangun


Mereka semua kompak keluar tenda bersama-sama. Di tengah-tengah lapangan sudah mulai berkumpul peserta-peserta yang lain.


"baru bangun Din?" tanya Toni ketika Dina dan teman-temannya melewati barisan Toni.


"hmmm...aku sudah bangun dari tadi Ton...kalian masih pada ngorok aku sudah bangun" Dina terkekeh


"oh...begitu, habis senam kita makan bersama ya..." ucap Toni yang terlihat baru bangun dari tidurnya.


"iya memang kita semua nanti makannya bersama-sama" Dina terkekeh.


"haish...kamu itu" Toni mendadak kesal karena candaan Dina


Mereka semua melaksanakan senam pagi bersama. Meskipun tidak serius senam mereka tetap harus ikut daripada dihukum keliling lapangan lima kali.


Setelah senam pagi mereka diberi kesempatan untuk membersihkan diri dan makan pagi. Makan pagi mereka disediakan oleh panitia, jadi mereka tidak perlu repot untuk memasak.


Toni mengambilkan nasi kotak untuk dirinya dan Dina. Ia mencari-cari keberadaan Dina dengan membawa dua kotak nasi.


"Ran, Dina ada dimana?" tanya Toni saat tidak sengaja bertemu Rani


"tadi kulihat masih di tenda" jawab Rani kemudian ia meninggalkan Toni.

__ADS_1


Toni bergegas ke tenda Dina. Masih membawa dua kotak nasi untuk mereka berdua.


"Dina...." Toni memanggil dari luar tenda


Dina yang merasa dipanggil namanya segera keluar dari tenda.


"eh...Toni ada apa?" tanya Dina terkejut karena tiba-tiba Toni muncul di tendanya. Setahu dia cowok-cowok kelasnya sudah ke ruang sekretariat untuk makan pagi.


"ayo makan dulu" Toni menyodorkan satu kotak nasi yang ia bawa


"oh...terima kasih Ton...baru saja mau ambil jatah makan sudah kamu ambilkan" ucap Dina tersenyum senang


"mau makan dimana kita?" tanya Toni


"hmmm dimana ya...?" Dina melihat sekeliling


"di situ saja Din, di tangga timur" ucap Toni sambil menunjuk ke arah tangga sebelah timur lapangan


Mereka berdua berjalan ke arah tangga sebelah timur lapangan. Bantak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka.


Mereka duduk berdampingan di anak tangga paling bawah. Toni membuka kotak yang ia bawa.


"ini Din...sudah aku bukakan" Toni menyodorkan kotak nasi yang sudah ia buka


"yang itu buat aku..." ucap Toni dengan senyum lembutnya


"kamu ini kenapa repot-repot....aku bisa membukanya sendiri Ton" Dina mencebik


"tidak salahnya kan aku membantumu" Dendy terkekeh


Mereka berdua makan dalam diam. Mereka berdua seperti orang yang sudah berhari-hari tidak makan. Tenaga mereka terkuras habis pada acara tadi malam.


"kamu nanti pulang dengan siapa Din?" tanya Toni lembut sambil meminum air mineralnya


"oh...kalau tidak dijemput ya naik bis Ton..." ucap Dina santai sambil membuka tutup botol air mineralnya


"aku antar pulang ya..." ucap Toni penuh harap


"kapan-kapan saja Ton...kamu kan semalam kurang tidur sama seperti aku, nanti kalau di jalan mengantuk bagaimana? Kan bahaya Ton..." terang Dina


"baiklah...kapan-kapan aku antar pulang ya...tapi tidak boleh menolak lagi" ucap Toni menghabiskan air minumnya


"iya...iya..." Dina terkekeh

__ADS_1


Mereka berdua berbincang-bincang berdua, bercanda saling meledek. Mereka berdua menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Ada binar cinta di mata mereka berdua tapi mereka masih belum mengutarakan perasaan mereka.


"aku kembali ke tenda dulu ya Ton...mau beres-beres, biar nanti waktu mau pulang tinggal angkat saja" ucap Dina


"iya Din...habis ini tidak tahu ada acara apa lagi" ucap Toni berdiri kemudian mengulurkan tangan ke Dina


Dina menerima uluran tangan Toni, Toni membantunya berdiri. Mereka berjalan beriringan kembali ke tenda masing-masing dan berpisah saat sampai di depan tenda Toni.


Dina membereska barang-barangnya, dan juga mulai melipat alas yang mereka pakai tidur semalam. Agar mereka nanti tinggal merubuhkan tenda saja sebelum pulang.


Panggilan untuk semua peserta, semua peserta diminta untuk berkumpul di lapangan atas depan ruang kelas satu. Mereka disuruh untuk baris per kelas.


Panitia telah mengatur permainan untuk mereka. Meskipun lelah mereka tetap bersemangat melakukan permainan tersebut. Tepat pukul sebelas siang, acara ditutup dengan upacara penutupan.


Masing-masing kelompok wajib mengirimkan dua perwakilan yang nantinya akan diadakan penyiraman air bunga di kepala mereka secara simbolis.


Setelah selesai acara penyiraman air bunga maka berakhirlah acara pengukuhan anggota baru baru pramuka di SMAX. Para siswa diperbolehkan pulang.


"Din...yakin tidak mau aku antar pulang?" tanya Toni mensejajari langkah Dina


"aku sudah dijemput Den..." ucap Dina dengan senyum mengembang


"ya sudah kalau begitu, aku temani sampai depan ya..." ucap Toni dengan nada lesu


"iya terima kasih" ucap Dina "sudah Toni sampai di sini saja" ucap Dina ketika sampai pintu gerbang


"sudah dijemput?" tanya Toni


"sudah...daaahhh.... Toni" Dina melambaikan tangannya kepada Toni dengan senyum mengembang.


Setelah memastikan Dina pulang bersama papanya, Toni pun berjalan kaki pulang ke rumahnya. Di rumahnya sudah ada Roy yang menunggunya dengan tatapan penuh tanda tanya. Karena seingat Roy tadi Toni sudah pulang lebih dulu daripada dirinya.


.


.


B e r s a m b u n g


jangan lupa pencet tombol favoritnya ya...


Please like, komen dan vote nya ya bestie


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2