
Jam pulang kerja, Dina bergegas pulang, badannya terasa sangat capek. Hari pertama ia bekerja, meski hanya sebagai mahasiswa magang namun Dina yang biasa kuliah dan kadang mengerjakan tugas harus seharian berada di depan komputer.
Meski tugasnya tidak terlalu berat namun, duduk selama delapan jam di luar kebiasaannya membuat ia lelah. Jarak perusahaan tempatnya magang lumayan jauh sekitar dua puluh menit, Dina melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Dua puluh menit kemudian, Dina telah sampai di kosnya. Dina memasukkan motornya ke dalam, kemudian naik ke kamarnya.
"baru pulang Din?" sapa Tere yang melihat Dina terlihat kelelahan
"iya kak...capek...badan rasanya remuk..." keluh Dina kemudian berbaring di kamar Tere
"mandi sana habis itu tidur....bau besi kamu....!" ucap Tere sambil menutup hidungnya
"males kak...." Dina terkekeh
"aku mau tidur dulu, kalau ada yang nyari aku, nanti tolong bangunin ya kak" Dina bangun dari tidurnya
"oke....ada pesan nggak siapa gitu namanya, biasanya kan kamu kalau tidur enggak mau diganggu"
"seperti biasa cewek-cewek elite kak, terus sama satu lagi namanya Toni, tapi belum pasti juga dia datang apa enggak" Dina berjalan keluar dari kaamarnya Tere
"heh...Toni itu pacar baru?!" teriak Tere
"bukan....dia pacar lama" Dina tergelak kemudian ia masuk ke kamarnya. Ia sengaja tidak mengunci pintunya, biasanya jika Tere ada di kos, ia sering bolak-balik ke kamar Dina, entah meminjam apa saja tiap hari selalu seperti itu.
Tanpa berganti pakaian, Dina langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas. Seperti biasa jika Dina tidur pintu tak dikunci, Tere masuk ke kamar Dina mengecek kondisi Dina.
Tere selalu kawatir, jika Dina sudah kelelahan sering kali Dina tiba-tiba sakit demam. Tere sudah menganggap Dina seperti adiknya sendiri.
Bel kos berbuny, dari atas balkon Tere berteriak "cari siapa?"
__ADS_1
"Dina...." jawaban dari bawah
"sebentar...." Tere kemudian masuk ke kamar Dina, berkali-kali membangunkan Dina namun Dina tak kunjung bangun
"ni anak...tidur apa mati sih?" gumam Tere kemudian ia turun membuka pintu kos
"Dina sedang tidur...." ucap Tere yang terkesima melihat siapa yang datang. Cowok tinggi, putih, berbaju rapi badannya terlihat atletis meski tak terlalu terlihat.
"oh...tidur ya....tadi sudah janji mau ke sini, tapi janjinya malam, sepertinya aku kecepetan"
"tadi Dina pesan kalau ada yang nyari, dia minta dibangunin, dia nyebutin nama gitu...memangnya situ siapa?" tanya Tere yang masih tampak terkesima
"aku Toni....kalau begitu aku balik lagi nanti" ucap Toni membalikkan badannya
"hmmm....Toni ya....tadi Dina pesan kalau Toni mau datang, naik saja tunggu di atas nanti aku bangunin lagi" ucap Tere masih terkesima
"sudah pindah di atas, dia cari yang tenang" jawab Tere
"memangnya boleh?" tanya Toni memastikan
"iya...kos sedang sepi, hanya aku dan Dina di kos" jawab Tere kemudian menutup pintu kos
"sial....ini cowok paling cakep yang pernah nyari Dina, dapat dari mana tuh anak" batin Tere sambil menaiki tangga diikuti oleh Toni
Tere berjalan ke kamar Dina yang berada di ujung belakang, selisih satu kamar dari kamar Tere. "sebentar aku bangunin dulu" Tere masuk ke kamar Dina dan membangunkan Dina.
Toni berhenti di depan pintu kamar Dina, ia melihat cewek yang selama ini selalu ada dalam pikirannya sedang tertidur lelap.
"Din...ada Toni" Tere membangunkan Dina
__ADS_1
"apa sih kak....aku ngantuk" Dina menggeliat merubah posisi tidurnya
Toni tersenyum melihat tingkah manja Dina, belum pernah ia melihat Dina begitu manja. "sudah nggak apa-apa, aku tunggu dia bangun saja" ucap Toni tersenyum tipis
"baiklah...aku tinggal ke kamar dulu, kalau ada apa-apa, kamarku ada di depan tangga tadi" Tere meninggalkan Toni. Baru kali ini Tere membiarkan cowok menunggu Dina bangun, ia melihat Toni cowok yang tenang dan terlihat bertanggung jawab.
Toni duduk di tepi tempat tidur, melihat Dina yang sedang tertidur pulas. Toni merapikan anak rambut Dina yang menutupi wajahnya. "Kamu semakin cantik Din...pasti banyak yang mendekati kamu" Toni memberanikan diri mengecup dahi Dina kemudian ia beranjak dan duduk di meja belajar Dina.
Toni memperhatikan sekelilingnya, di atas meja belajar Dina banyak foto-foto Dina bersama teman-temannya tapi tak ada foto Dina berdua saja dengan cowok .
Toni membuka buku-buku Dina, ia tak menemukan apapun yang berhubungan dengan cowok lain. Ada satu buku di bawah tumpukan buku kuliahnya yang menarik perhatian Toni.
Ia mengambilnya, dan ternyata itu adalah buku harian Dina. Toni membuka halaman demi halaman buku tersebut. Toni tersenyum dalam buku harian tersebut tertulis Dina sudah putus dengan pacarnya. Bahkan ia pun tahu hati Dina masih tertuju pada satu nama.
"aku akan menghapus nama itu dari hatimu Din" batin Toni kemudian ia mengembalikan buku Dina ke tempat semula. Ponsel Dina sedari tadi bergetar di atas meja, Toni melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dan juga ada beberapa pesan yang belum terbaca.
Toni tak berani membuka ponsel Dina, ia takut akan ketahuan dan membuat Dina marah padanya. Toni membiarkannya, kemudian ia mengambil ponselnya, ia penasaran kenapa Dina tidak membalas pesannya.
Ia mencoba menelepon nomor Dina yang masih ia simpan. Di luar dugaannya, ponsel Dina di atas meja tak berbunyi "apa kamu ganti nomor Din?" Toni memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya.
Toni masih memandang wajah Dina yang terlelap, terlihat sangat lelah. Ini kali kedua ia melihat Dina tertidur, tapi kali ini wajah Dina terlihat ceria meskipun ada guratan lelah di wajahnya.
.
.
.
B e r s a m b u n g
__ADS_1