Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 238 Perfect


__ADS_3

Toni masih setia menyuapi Dina makan. Ia pun juga sesekali makan, apa yang dibawakan oleh salah satu tim WO tadi. Mereka menyempatkan untuk beristirahat sejenak karena antrian tamu sudah tak begitu panjang seperti tadi.


Kemudian salah satu karyawan WO mendatangi Toni dan berbisik pada Toni. "oke...sebentar lagi" ucap Toni menyuapkan suapan terakhir pada Dina


"ada apa sayang...?" tanya Dina yang keheranan


"nggak ada apa-apa hanya mereka memberitahu jika untuk after party sudah siap semuanya" ucap Toni tentu berbohong


"oh..." Dina kemudian meneguk air putihnya hingga tandas


"aku, mau ke toilet sebentar ya..." ucap Toni berpamitan pada Dina


Toni pun berjalan menuruni panggung pelaminan, dan menghilang entah kemana. Dina duduk sebentar karena kakinya pegal sudah hampir dua jam ia berdiri menyambut tamu yang memberikan ucapan selamat pada dirinya dan Toni.


"sebentar lagi...ada kejutan dari mempelai pria kita....katanya khusus untuk istri tercintanya..." ucap pembawa acara laki-laki


"oh...ya...kira-kira seorang Toni Wijaya mau ngapain ya....?" ucap pembawa acara perempuan


"kita lihat saja ke sana...." ucap pembawa acara laki-laki sambil menunjuk sudut gelap dekat dengan panggung pelaminan.


Lampu mulai disorot kearah yang ditunjuk oleh pembawa acara. Di sana Toni telah siap, duduk di depan sebuah piano.


"selamat malam semuanya, terima kasih karena sudah hadir di sini malam ini, terima kasih untuk doa-doa yang diberikan pada kami" Toni mulai berbicara, hari ini ia banyak tersenyum


"saya sangat bahagia, karena hari ini hari yang telah saya tunggu selama bertahun-tahun, hari ini tepatnya pagi ini, saya bisa mengucapkan janji suci untuk sehidup semati bersama kekasih hati saya, terima kasih Dina, terima kasih karena kamu mau menerimaku apa adanya diriku, menerima segala kekuranganku, aku sungguh beruntung bisa memilikimu" ucap Toni menatap Dina.


Dina yang sudah berdiri sejak awal Toni berbicara hanya bisa menahan air mata bahagianya. Ia juga merasa beruntung bisa menikah dengan Toni orang yang selalu bisa tahu bagaimana membuat dirinya tak bisa berkata-kata.


"malam ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk istri saya tercinta, lagu ini mewakili perjalanan cinta kami sejak kami masih SMA"


Toni mulai menekan tuts piano, memainkan musiknya. Dentingan piano itu sungguh merdu, membuat siapa saja yang sedang berbicara terdiam dan mendengarkan


I found a love, for me


Darling, just dive right in and follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow


Your heart is all I own

__ADS_1


And in your eyes, you're holding mine


Semua mata memandang pada Toni yang mulai menyanyikan lagu untuk Dina. Dina tak bisa berkata-kata Toni memang paling tahu bagaimana membuat dia tak lagi bisa berkata hanya sebuah senyum haru yang terbit di bibir Dina.


Baby, I'm dancing in the dark


With you between my arms


Barefoot on the grass


Listening to our favourite song


When you said you looked a mess


I whispered underneath my breath


But you heard it


Darling, you look perfect tonight


Semua orang larut dalam lagu lagu itu, Toni benar-benar bisa menghipnotis semua orang dengan apa yang ia nyanyikan


Well, I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Toni menatap Dina begitupun Dina menatap Toni dengan penuh cinta. Perlahan kaki Dina melangkah menuju tempat Toni berada tanpa memutus tatatapan mereka berdua.


Baby, I'm dancing in the dark


With you between my arms


Barefoot on the grass


Listening to our favorite song

__ADS_1


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this


Darling, you look perfect tonight


Langkah kaki Dina telah sampai di pinggir panggung. Ada seorang dari pihak WO yang membantunya turun. Setelah berhasil menuruni tangga, Dina kembali melangkahkan kakinya menuju tempat Toni berada.


Langkah Dina telah sampai di depan piano, Dina menatap Toni dengan tatapan penuh cinta. Selalu ada kejutan dalam hubungannya dengan Toni. Toni selalu bisa menempatkan dimana ia harus memberikan kejutan pada orang yang ia cintai.


Toni beranjak berdiri, pihak WO memberi aba-aba pada pemain musik untuk mengiringi Toni bernyanyi. Toni meraih tangan Dina, tangan kirinya memegang tangan kanan Dina, dan tangan kanannya berada di pinggang Dina. Mereka mulai berdansa, Toni masih sambil bernyanyi.


Baby, I'm dancing in the dark


With you between my arms


Barefoot on the grass


Listening to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


Semua orang menatap ke arah sepasang pengantin itu. Semua itu juga tak luput dari liputan media, sebuah pernikahan besar di awal tahun. Semua tamu terdiam, larut dalam lagu yang Toni nyanyikan. Mereka semua menyaksikan betapa bahagianya sepasang pengantin itu malam ini.


Toni menyatukan keningnya dengan kening Dina. Mereka masih berdansa, bagai seorang pangeran dan putri di negeri dongeng.


I don't deserve this


You look perfect tonight


(Perfect ~ Ed Sheeran)


Dan lagu itu diakhiri dengan Toni mencium bibir Dina dengan lembut di hadapan semua tamu yang hadir di sana. Tuan Yanuar yang menyaksikan itu merasa bahagia, putra keduanya menikah dengan orang yang tepat.


Riuh tepuk tangan menggema di ruangan itu. Semua tampak ikut berbahagia, mungkin baru kali ini mereka menyaksikan pernikahan seorang pengusaha muda yang terkenal tak banyak bicara dan jarang tersenyum bisa begitu romantis kepada istrinya.


.


.


.


B e r s a m b u n g


Duh meleleh hati othor bang Toni....kamu benar-benar cowok romantis, idaman para emak-emak reader. Jangan lupa sawerannya ya bestie buat bang Toni yang udah nyanyi penuh penghayatan

__ADS_1


__ADS_2