Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 34 Tekad Toni


__ADS_3

Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Semua siswa datang pagi-pagi sekali. Dina juga datang pagi-pagi karena ia bertugas menyiapkan upacara bendera.


Selain menyiapkan segala sesuatu untuk upacara bendera, Dina juga mengecek persiapan masa pengenalan sekolah siswa kelas satu. Dina hanya sesekali membantu karena, kepanitiaan sepenuhnya dipegang pengurus OSIS kelas dua.


Sedangkan pengurus yang kini sudah kelas tiga hanya mendampingi dan memantau para panitia. Setelah upacara bendera selesai, Dina kembali ke kelasnya. Tak sengaja ia bersenggolan dengan Toni sehingga membuat topi yang dipakai Dina terjatuh.


"Din..." ucap Toni smabil menunduk mengambil topi Dina yang terjatuh


Toni menyerahkan topi kepada Dina, Dina memakai lagi topinya. Toni menyungingkan senyumnya melihat Dina.


"ternyata cincin yang aku beri dulu masih Dina pakai" batin Toni


"terima kasih" ucap Dina datar kemudian ia berlalu dari hadapan Toni. Toni mengikuti Dina dan mensejajari langkah Dina


"iya...sepertinya hari ini pulang pagi" ucap Toni menarik kedua sudut bibirnya "jalan-jalan yuk...Din"


"maaf Ton...aku masih harus membantu panitia" jawab Dina datar


"oh... Iya... Mbok Nah selalu menanyakan kamu terus"


"oh.." Dina ber..oh ria


"Din..." Toni meraih tangan Dina dan menggandengnya


Dina hanya diam ia tidak bisa berkata apapun lagi. Dina menahan sesak di dadanya, satu tahun lebih ia berusaha melupakan Toni, nyatanya ia tidak bisa. Dina menahan air mata yang dari tadi sudah mulai menggenang di pelupuk matanya


"aku minta maaf ya...aku salah..." ucap Toni dengan nada penyesalan. Dina melepaskan genggaman tangan Toni. Dina berlari menuju kelasnya dengan menahan tangisnya.


"kenapa Ton...?" Roy menepuk bahu Toni


"Dina Roy...ia masih memakai cincin pemberianku" ucap Toni sendu


"lantas kenapa kamu sedih?" tanya Roy


"dia tidak mau berbicara denganku Roy..." ucap Toni


Roy menghela nafasnya "jangan terburu-buru...pelan-pelan saja...mungkin Dina masih butuh waktu" Roy menepuk bahu Toni


"iya...kamu benar Roy...Dina tak akan marah padaku kalau aku tidak salah, dan mungkin kesalahanku tak pernah termaafkan" ucap Toni lirih

__ADS_1


Roy dan Toni berjalan masuk ke kelasnya. Belum ada pelajaran di hari pertama masuk sekolah. Dan benar apa yang dikatakan Toni, semua siswa dipulangkan lebih awal dari jam masuk normal.


Toni menunggu Dina di depan kelasnya, ia yakin jika Dina akan melewati kelasnya. Dan benar tebakan Toni, Dina berjalan bersama Ani melewati kelasnya.


"Din..." ucap Toni. Dina dan Ani berhenti di depan kelas Toni


"aku tunggu di sekretariat ya...." ucap Ani berlalu meninggalkan mereka


"ada apa lagi Ton?" tanya Dina datar


"aku hanya ingin mengajakmu makan siang, mbok Nah memasak makanan kesukaanmu hari ini" ucap Toni dengan senyum lebar


"maaf Ton...aku sudah ditunggu teman-teman" ucap Dina datar


"baiklah..." ucap Toni lesu kemudian ia berjalan meninggalkan Dina. Dina tahu Toni pasti kecewa, Dina memang sengaja melakukannya. Ia tidak tahu apakah Toni benar-benar menyesal ataukah ada maksud lain.


Hari-hari berlalu, Dina semakin jauh dari jangkauan Toni. Tak ada lagi Dina yang selalu tersenyum kepadanya. Bahkan hanya untuk ke perpustakaan Dina memilih melewati lorong depan kelas dua.


Meski Dina sering ke studio yang terletak di sebelah kelas Toni, tapi Toni tak pernah tahu kapan Dina berada di sana. Dina sendiri memilih untuk menjauh dari Toni untuk menyembuhkan lukanya.


Tapi bagaimanapun cara Dina menghindar, akan ada waktunya Dina bertemu dengan Toni. Mereka masih satu sekolah, dan lagi Dina sering beraktivitas di dekat kelas Toni.


Toni lebih sering pulang ke rumahnya, ia lebih suka masakan mbok Nah daripada jajan di kantin.


"Ton...aku tadi bertemu Dina di kantin Bu Parti" ucap Deny teman sekelas Toni yang kadang mendengar pembicaraan Toni dan Roy


"hah...benarkah?" Toni tampak senang


"iya...hampir tiap istirahat kedua Dina ke sana" ucap Deny


"bukankah Dina biasanya ke kantinnya pak Jo?" tanya Toni


"kalau itu aku kurang tahu ya...aku sering bertemu Dina di belakang Ton" ucap Deny


Secercah harapan terbit, Toni menjadi bersemangat lagi untuk mendapatkan maaf dari Dina. Toni akan berusaha mendekati Dina lagi.


Keesokan harinya, Toni bersiap berangkat ke sekolah. Seperti biasa Toni sarapan di temani mbok Nah.


"mbok Papa mama sudah berangkat?" tanya Toni

__ADS_1


"belum mas... Ibu baru tadi pagi tiba dari perjalanan Dinas, sedang bapak masih ada di ruang kerjanya" jawab mbok Nah


"nanti siang aku tidak makan di rumah mbok, jadi mbok tidak perlu memasak" pesan Toni sambil meminum segelas susu


"memangnya mas Toni mau kemana?" tanya mbok Nah dengan raut wajah heran


"mau mengejar cintaku mbok...doakan ya..." ucap Toni tersenyum lebar


"siapa lagi mas...? Sudah lama mas Toni tidak membawa pacarnya mas Toni pulang


"Dina mbok...doakan supaya Dina memaafkan aku ya mbok..." ucap Toni dengan sorot mata bahagia


"non Dina... Mbok setuju kalau non Dina...mbok doakan supaya mas Toni bisa bersama non Dina lagi" ucap mbok Nah


"Dina siapa mbok....?" tiba-tiba Pak Yanuar papanya Toni masuk ke ruang makan


"itu den...temannya mas Toni" jawab mbok Nah sambil membereskan piring kotor milik Toni


"anak papa sudah punya pacar...? kenalkan dong dengan papa..." ucap papanya Toni dengan senyum lebar


"kapan-kapan pa..." ucap Toni sambil meninggalkan ruang makan


"memangnya mbok sudah pernah bertemu dengan pacarnya Toni?" tanya papanya Toni


"dulu waktu mas Toni kelas satu pernah diajak ke rumah den... Anaknya cantik, baik, sopan, sama mbok saja dia ramah" ucap mbok Nah sambil mengambilkan makanan untuk papanya Toni.


"berarti sudah lama Toni pacaran dengan Dina itu mbok?" tanya papanya Toni sambil menyuapkan makanannya


"sudah lama putus juga den... Kalau tidak salah gara-gara den Bian begitu den..." jawab mbok Nah "mbok ke belakang dulu den...." pamit mbok Nah


Papanya Toni hanya mengangguk, kemudian ia makan sambil membaca koran paginya.


.


.


.


B e r s a m b u n g

__ADS_1


Dukung terus karya ini.ya bestie... Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2