Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 94 Liburan (1)


__ADS_3

Selama perjalanan Dina tertidur, matanya sungguh berat, ia baru tidur sekitar 3 jam waktu Toni datang. Toni hanya tersenyum melihat Dina yang tertidur pulas di sisi penumpang.


Perjalanan ke pantai resort milik rekan bisnis Toni sebenarnya tidaklah terlalu jauh hany saja di akhir pekan jalanan menuju ke sana sangat padat.


Dua jam Dina tertidur, ia mulai mengerjapkan matanya memyesuaikan pandangan matanya jika sekarang dia berada di dalam mobil. "sudah sampai mana?" Dina menolej ke kiri dan ke kanan


"setengah jam lagi kita sampai" jawab Toni lembut


"kalau capek istirahat dulu saja..."


"enggak...aku enggak capek...lebih baik nanti istirahat di sana saja" jawab Toni tersenyum lembut


"terserah kamu saja, kamu yang menyetir aku kan enggak bisa menyetir" Dina terkekeh


"kapan-kapan kalau aku habis sidang, aku ajari kamu menyetir"


Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka, Dina sibuk melihat jalanan yang asing baginya. Ia belum pernah melewati jalan tersebut.


Setengah jam kemudian mereka telah sampai di resort yang Toni maksud. Mereka berdua turun dan masuk ke bagian depan resort tersebut.


"sudah reservasi pak?" tanya resepsionis


"atas nama Toni Wijaya" jawab Toni datar


"tunggu sebentar" resepsionis tersebut memeriksa catatan pemesanan kamar "kamar anda terletak di ujung selatan menghadap pantai langsung, nanti akan diantar salah satu pegawai kami "


"baik...terima kasih" ucap Toni datar. Toni dan Dina berjalan mengikuti pegawai resort tersebut menuju ke kamarnya.


"kamu pesan berapa kamar Ton?" tanya Dina pelan


"aku hanya dikasih satu oleh rekan bisnisku" jawab Toni


"hah...? Perjanjiannya kan kita beda kamar" Dina membelalakkan matanya


"sudah....kita lihat saja dulu kamarnya, aku juga tidak diberitahu kamar seperti apa tang disediakan untukku" ucap Toni lembut yang tahu ketakutan Dina


"sudah sampai pak....ini kamarnya" pegawai resort itu membuka pintu kamar yang akan ditempati oleh Toni dan Dina "jika ada yang dibutuhkan silahkan telepon ke bagian resepsionis, saya permisi dulu"


Toni dan Dina masuk dalam kamar yang akan mereka tempati, dan ternyata kamar yang mereka tempati mirip private vila yang ada satu kamar tidur terpisah dan ada ruang makan serta ruang tamu.


"kamu tidur di dalam kamar, aku nanti tidur di sofa" ucap Toni sebelum Dina mengatakan keinginannya


"baiklah...." Dina membuka pintu yang menghadap pantai dan melihat pemandangan yang begitu indah. Pantai sisi kamar yang mereka tempati lebih sepi karena terpisah dari pengunjung lainnya.


"udaranya segar...." Dina menghirup nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya

__ADS_1


"iya....tapi ini tengah hari di luar masih panas sekali, kita makan dulu saja ya...." ucap Toni lembut.


"iya...aku juga sudah lapar" Dina tersenyum


Toni mengajak Dina makan di restoran yang terdapat di area VIP resort itu.


"kamu mau makan apa?" Toni menyodorkan buku menu kepada Dina


Dina membuka buku menu yanga ada di depannya "harganya kenapa mahal semua" batin Dina


"kamu mau makan apa Din?" Toni menatap Dina yang terlihat hanya membolak-balik halaman buku menunya


"entahlah Ton...aku bingung....kamu saja yang pesan...." Dina menatap buku menu yang ia baca


"alergi kamu masih sering kambuh?"


"udah jarang kambuh Ton...."


"baiklah....kita pesan seafood aja ya...."


"terserah kamu, tapi jangan banyak-banyak sayang kalau enggak habis"


Toni tersenyum, jarang ada cewek yang berkata demikian. Baru Dina cewek yang jika ditraktir tidak pernah memanfaatkan kesempatan.


Toni memesan makanan dan minuman untuknya dan Dina. Seperti kata Dina, ia hanya memesan dua menu saja untuk mereka berdua. Nanti malam ia akan memberi kejutan untuk Dina pikirnya.


"Din...ini masih terlalu panas untuk jalan-jalan ke pantai" ucap Toni


"enggak apa-apa Ton..." jawab Dina dengan nada ceria


"setidaknya kamu ganti dulu baju kamu, masak ke pantai paka celana panjang begitu" Toni terkekeh


"ah...iya...." Dina berjalan kembali ke kamar mereka diikuti Toni


Dina mengganti pakaiannya memakai celana pendek sepaha dan kaos bertali spageti, memperlihatkan tubuhnya yang indah.


Toni terkesima, baru kalli ini ia melihat Dina berpakaian seperti itu.


"kamu kenapa menatap aku seperti itu?" Dina mengerutkan dahinya


"baru kali ini aku melihat kamu berpakaian seperti itu" ucap Toni lembut


"memangnya ada yang salah? Tadi kamu bilang ke panti jangan pakai celan panjang"


"iya...enggak...enggak ada yang aneh....kamu cantik" mata Toni berbinar bahagia

__ADS_1


"kamu sendiri juga cakep pakai celana pendek dan kaos oblong seperti itu" Dina terkekeh


Baru kali ini Dina memuji Toni. Dulu, Dina tak pernah memujinya, ia tak pernah memperhatikan penampilan atau fisik seseorang. Namun Toni cukup senang, kini Dina lebih bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan.


Toni dan Dina kembali berjalan ke pantai mereka berjalan menyusuri pantai, bercanda bermain air. Dina sungguh menikmati liburannya, ia tak peduli sekarang bersama siapa.


Ia mulai percaya lagi bahwa Toni tak akan berbuat macam-macam padanya. Tawanya begitu lepas, melepaskan beban yang selama ini ia tanggung.


"Din...nanti kita basah...." ucap Toni ketika Dina menciprat-cipratkan air padanya


"kalau enggak ingin basah ya jangan ke pantai" Dina masih menciprati Toni dengan air.


"baiklah....kamu yang mulai lho ya....jangan salahkan aku kalau kamu basah kuyup" Toni mulai membalas Dina. Mereka berdua berkejar-kejaran di pantai tertawa saling mengejar tak peduli mereka telah basah kuyup.


Berjam-jam mereka seperti itu, seperti tak mengenal lelah. Pada akhirnya Dina terjatuh dan Toni menangkapnya "hati-hati Din...."


"ah...iya..."


"kamu enggak apa-apa?"


"aku baik-baik saja Ton...."


"sebaiknya kita duduk, sebentar lagi matahari akan tenggelam" ucap Toni menggandeng Dina untuk menepi


Dina dan Toni duduk berdua menghadap ke pantai mereka hanya diam. Dina menikmati semilir angin pantai yang menerbangkan rambutnya.


"kapan terakhir kali kamu ke pantai" tanya Toni menatap Dina


"hmmm.....setahun yang lalu mungkin tapi enggak sampai basah-basahan begini" ucap Dina tenang


"pergi dengan siapa? Pacar?"


"he...em..." Dina tak menyadari perubahan wajah Toni karena ia terlalu asyik menikmati suasana pantai "kamu sendiri?" Dina menoleh pada Toni


"aku sudah lupa....sudah lama sekali" jawab Toni sendu


"tapi sepertinya kamu sudah lama tahu tempat ini"


"iya....pernah sekali ke sini, tapi hanya di restoran, itupun karena urusan bisnis" jawab Toni


.


.


.

__ADS_1


.


B e r s a m b u n g


__ADS_2