
Setelah dari butik milik Vanya, Toni dan Dina pergi menemui wedding organizer yang akan mengurus semua acara mereka. Toni dan Dina tak memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan pernikahan mereka, mereka berdua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Maka dari itu mereka mempercayakan semua acara mereka pada wedding organizer.
Toni dan Dina pergi ke restauran di Hotel Royal milik Wijaya Group. Karena di hotel itulah mereka akan mengadakan resepsi. Mereka lebih tepatnya Toni dan Tuan Yanuar memilih hotel tersebut karena fasilitas di sana lebih bagus daripada di hotel lain milik Wijaya Group. Juga ballroom di sana lebih luas dan juga terhubung langsung dengan taman yang indah di bagian belakang hotel.
Mereka berdua telah sampai di hotel tersebut, dan pihak weddiny organizer telah menunggu mereka. Toni menggandeng tangan Dina memasuki lobi hotel, semua karyawan menunduk hormat padanya. Toni membawa Dina masuk ke dalam restauran dari kejauhan Dina melihat seseorang yang ia kenal.
Dina sedikit cemas, apakah orang itu yang bertanggung jawab untuk acara pernikahan mereka. Dengan langkah mantap dan wajah yang dibuat datar, Toni menghampiri pihak WO.
"selamat siang, maaf kami sedikit terlambat" ucap Toni tetap dengan wajah datar.
"tidak apa-apa, kami juga baru datang" ucap seorang wanita berumur sekitar awal tiga puluh tahun "oh iya....perkenalkan ini Vito...dia adik dari pemilik Hari Baik Organizer"
"kita berjumpa lagi" ucap Vito mengulurkan tangannya
"hmm...iya....kakak sudah lulus?" tanya Dina yang sedikit kaku, karena, dulu Vito sempat mengutarakan perasaannya setelah Dina putus dari Bimo
"belum....doakan ya..." jawab Vito cengengesan
"jadi kalian sudah saling kenal?" tanya wanita yang bersama Vito
"dia adik tingkatku, mantan pacar teman satu kosku" ucap Vito santai sambil melirik Toni.
Toni dari tadi hanya diam, ia merasa cemburu karena Vito yang menatap Dina dengan tatapan yang sulit diartikan.
"tunjukkan apa konsep yang akan kalian ajukan!" ucap Toni tegas
Vito menatap Toni dengan tatapan tidak suka, namun ia berusaha menahan diri, jika ia mengacaukan proyek ini, maka kakaknya tak akan mau menampung dia lagi.
__ADS_1
"ini ada beberapa konsep yang bisa anda pilih" ucap Wanita yang bernama Nita sembari memyodorkan beberapa foto beserta perincian biaya dan juga detail acara.
Dina pun menarik album foto yang disodorkan oleh Nita, kemudian melihat-lihat foto yang ada di dalamnya, Dina bingung memilih, di dalam album itu semua konsepnya mewah semua, sedangkan Dina hanya ingin simpel dan sederhana.
"bagaimana sayang?" tanya Toni lembut sambil membelai punggung Dina
"aku bingung" Dina masih membolak-balik album foto
"baiklah...karena tunangan saya bingung, saya saja yang menentukan" ucap Toni tegas, Dina menoleh pada Toni dengan penuh tanda tanya.
"untuk resepsi.....saya ingin tema princess, seperti panggilan sayangku untuknya" Toni menatap Dina dengan binar matanya
"tapi aku ingin yang sederhana saja..." protes Dina
"sayang...ini pernikahan kita sekali seumur hidup, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu" ucap Toni lembut, berbanding terbalik ketika berbicara dengan pihak WO di depannya. Dina hanya bisa mengerucutkan bibirnya
"saya ingin mewah tapi tidak norak, anda tahu kan maksud saya?" tanya Toni pada Nita dan Vito dengan tatapan tajam "dengan dominan warna kuning lembut dan juga putih"
"calon istri saya, juga menginginkan after party, untuk masalah acara pemberkatan karena itu acara sakral saya ingin konsep sederhana namun tak menghilangkan kesan mewahnya" ucap Toni tegas
"tapi Ton..."
"sayang....aku tidak mau di hari bahagia kita semua orang kecewa, apalagi dirimu, aku ingin yang terbaik untukmu" Dina hanya bisa menghela nafasnya "lagipula ini keinginan papa, papa sangat bahagia karena kamu yang jadi menantunya, ia ingin semua yang terbaik"
"baik Tuan....lantas untuk masalah tempat, gaun pengantin, make up dan juga catering tuan mau yang bagaimana?" tanya Nita
"untuk tempat di ballroom sini, after party di taman belakang ballroom, catering juga dari hotel ini, make up serta gaun sudah ada yang menangani sisanya saya percaya pada kalian" ucap Toni tegas menatap tajam pada Vito yang dari tadi mencuri-curi pandang pada Dina
__ADS_1
"baik....ada lagi?" tanya Nita
"sementara itu dulu, tolong proposal serta konsepnya saya tunggu maksimal dua hari dari sekarang, silahkan hubungi sekretaris saya untuk detail yang lain, jangan ke asisten saya" ucap Toni
"baik...akan segera kami serahkan rancangan konsepnya maksimal dua hari lagi" ucap Nita mantap. Vito menyenggol lengan Nita, ia keberatan, dua hari terlalu cepat menurutnya.
"jangan kecewakan saya, karena saya mendapatkan rekomendasi jika kalian adalah salah satu WO terbaik di negara ini" ucap Toni "maaf saya masih ada pekerjaan, saya tunggu dua hari lagi" Toni beranjak dari duduknya kemudian menggandeng Dina keluar dari restoran itu.
Vito yang sejak tadi hanya diam pun akhirnya bersuara "kenapa kamu menyetujui permintaan mereka, dua hari itu terlalu cepat" protes Vito
"sepertinya aku salah mengajak orang" ucap Nita ketus "lagipula kenapa sejak tadi kamu hanya diam dan memandangi calon klien kita hemm?" Nita sambil merapikan kertas-kertas yang tadi sempat ia perlihatkan pada Toni dan Dina
"aku ingin merebutnya" Vito terkekeh
"apa?!" Nita membulatkan matanya
"jangan melotot begitu....dulu aku pernah dekat dengannya, dan beberapa kali aku menyelamatkannya dari sikap posesif mantannya " ucap Vito santai
"awas ya....kalau kamu macam-macam...akan aku adukan pada Tante Mieke" ucap Nita
Mereka pun pergi meninggalkan restauran itu. Nita senang, calon kliennya kali ini tidak peduli masalah biaya, hanya sebuah PR besar baginya dan tim untuk menyusun konsep acara sesuai permintaan calon klien mereka.
.
.
.
__ADS_1
B e r s a m b u n g
Tidak lama lagi novel ini akan tamat, tolong like vote dan komennya ya bestie....terima kasih