
Setelah pertandingan usai, semua siswa membubarkan diri. Tinggalah tim basket kelas Dina dan beberapa siswa kelas 1B yang tidak ikut bertanding. Mereka sedang duduk-duduk di tepi lapangan menikmati kegembiraan mereka karena telah menang dalam pertandingan antar kelas.
"oh...iya...besok jangan lupa upacara bendera jam tujuh ya...." ucap Roy selaku ketua kelas
"dan juga sorenya kita aubade di alun-alun kota" timpal Widi
"oh...iya...ya besok meski tanggal merah kita tetap sibuk ya..." Dewi terkekeh
"kira-kira hadiahnya apa ya...?" tanya Santi
"paling juga ucapan selamat " ucap Roy tergelak
Dina menjadi pendengar setia obrolan mereka semua. Ia duduk di samping Toni yang terlihat kelelahan setelah bertanding.
"apapun hadiahnya yang penting kita sekarang punya tim basket di kelas kita" ucap Santi
"ya tidak begitu juga San...teman-teman sudah capek-capek bertanding masak iya tidak hadiahnya?" timpal Angga
"tidak ada hadiahnya tidak jadi masalah.... Toh ini hanya pertandingan antar kelas" ucap Toni dengan senyum tipisnya
"sudah....ayo cepat ganti baju...kita masuk kelas lagi, lihat! kelas lain mereka pelajaran lagi seperti biasa" ucap Roy
"ah...iya...padahal aku capek..." ucap Bian beranjak berdiri
Mereka semua membubarkan diri, Dina dan teman-temannya kembali ke kelas, sedangkan tim yang tadi bertanding berganti baju di rumah Toni. Kelas mereka diberi kelonggaran oleh guru mereka, karena guru yang mengajar juga sedang ada keperluan, tapi mereka tetap diberi tugas yang harus mereka kumpulkan.
Dina dan teman-teman kembali ke kelas kemudian mereka mengerjakan tugas-tugas yang harus segera mereka kumpulkan. Dina dengan serius mengerjakan tugasnya agar cepat selesai.
"serius banget...." ucap Toni yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Dina
"eh..." Dina kaget kemudian menatap Toni "iya...takut tidak selesai" jawab Dina sambil melanjutkan tugasnya
Toni dan Roy pun kemudian duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka juga mengerjakan tugas yang sama.
"Din...kamu sudah selesai belum?" Roy menepuk bahu Dina dari belakang
"bentar Roy....sedikit lagi" jawab Dina tanpa menoleh
"enak saja....antri ya...aku yang sudah menunggu Dina selesai dari tadi!" ucap Rani yang tak mau kalah dengan Roy
"iya...iya...nanti kan bisa mencontek bersama..." Roy terkekeh
Dina telah selesai mengerjakan soal-soalnya. Rani yang sudah tidak sabar menyelesaikannya pun menarik buku Dina.
__ADS_1
"Ran...cepat...!" protes Roy sambil mengambil buku milik Dina
"ketua kelas harusnya memberi contoh yang baik, mengerjakan sendiri, bukan malah mencontek punya teman" Cibir Rani sambil menulis
"sudah...kalian ini tidak usah berebut! Roy kamu duduk sini saja daripada bukuku sobek" Dina kesal karena dari tadi buku Dina dioper-oper ke depan dan ke belakang oleh Rani dan Roy
Mereka berdua bertukar tempat duduk. Dina duduk di sebelah Toni yang masih mengerjakan tugasnya dengan tenang.
"eh...jangan pacaran waktu jam pelajaran!" ucap Roy menggoda Dina dan Toni
Toni mengacuhkan ucapan Roy, baginya sudah terbiasa diledek oleh Roy. Toni mengerjakan soal sambil sesekali melirik ke arah Dina.
"selesaikan dulu...." ucap Dina ketika Toni meliriknya
"iya..." jawab Toni dengam senyum tipisnya.
Dina menunggu Toni menyelesaikan tugas-tugasnya. Meskipun ada beberapa yang Toni tidak bisa, tapi ia gengsi untuk bertanya pada Dina. Sebisa mungkin ia mengerjakan sendiri. Ia tidak mau terlihat bodoh di hadapan Dina.
"selesai....!" Roy merentangkan tangannya
"sama-sama mencontek tidak usah bangga" cibir Rani yang dari tadi sudah menyelesaikan tugasnya "seperti Toni...meski Dina duduk di sebelahnya tapi dia mengerjakan sendiri"
"aku tidak sepandai Toni Ran..." Roy mencebik "ayo...semua dikumpulkan..!" Roy berdiri dan berjalan ke depan kelas. Teman-teman sekelas Dina mengumpulkan buku tugas mereka dan Roy membawa buku-buku tersebut ke ruang guru.
"kantin...!" belum juga Dina menjawab Rani sudah menjawabnya terlebih dahulu "kan belum traktir kita-kita....ya kan Roy?" ucap Rani ketika Roy sudah kembali ke kelas
"ya sudah ayo...." Toni kesal dengan ucapan Rani padahal Dina hanya diam saja dari tadi
"oke....siap...boss..." Rani segera berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kelas
"kamu mau makan apa Din?" tanya Toni lembut
"memangnya di kantin ada pilihan?" tanya Dina terkekeh
"kalau mau makan yang lain nanti pulang sekolah saja...sekarang biar mereka saja yang makan" Toni terkekeh melihat Rani dan Roy yang bersemangat
"memangnya kamu tidak lapar? Tadi baru selesai bertanding pasti lapar..." ucap Dina dengan senyum tipisnya
"ya lapar juga... " Toni menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"kalau lapar makan dulu, daripada nanti sakit..." ucap Dina berdiri dari duduknya
"kalau makan di rumahku mau tidak? Mbok Nah jam segini biasanya sudah memasak...?" tanya Toni lembut
__ADS_1
"iya...terserah kamu saja, tapi Rani dan Roy bagaimana?" tanya Dina
"kalau mereka mau makan di kantin ya biarkan saja" Toni berjalan menggandeng tangan Dina
"kalian kenapa lama...?" Rani menunggu di depan pintu gerbang sekolah
"kalian mau makan di kantin?" tanya Toni
"kalau aku sih lebih suka masakan mbok Nah..." ucap Roy
Akhirnya mereka berempat ke rumah Toni. Mereka makan di sana karena mbok Nah pembantu di rumah Toni terbiasa memasak banyak kalau jam makan siang.
Mamanya Toni berpesan pada mbok Nah agar memasak lebih banyak, jaga-jaga Toni mengajak teman-temannya makan di rumah. Karena sejak kakaknya Toni masih bersekolah sudah terbiasa teman-temannya suka mampir ke rumah.
Toni tidak membiarkan Dina sedikit pun untuk bersusah mengambil makanannya. Ia dengan telaten mengambilkan apa yang mau diambil oleh Dina. Roy dan Rani tidak peduli, mereka makan dengan lahap.
"Toni....aku bisa ambil sendiri!" Dina mencebik
"anggap saja ungakapan rasa sayangku untukmu...." ucap Toni lembut
Dina menyerah, protespun tak ada gunanya. Ia membiarkan Toni meladeninya.
"masakan mbok Nah memang juara...." ucap Roy ketika mbok Nah mengantarkan buah ke meja makan
"mas Roy bisa saja..." ucap mbok Nah dengan tersenyum ramah
"coba suruh bayar pasti tidak akan bicara seperti itu" ledek Rani
"tumben mas Toni bawa cewek ke rumah..." ucap mbok Nah
"iya mbok...kenalkan ini Dina pacar Toni..." ucap Toni menunjuk ke arah Dina "dan yang di sebelah Roy itu Rani"
"oh...non Dina...saya mbok Nah...yang mengasuh mas Toni dari bayi" ucap Mbok Nah sopan
"iya mbok...masakan mbok enak sekali" ucap Dina tersenyum ramah
Mereka berempat makan diselingi saling meledek. Hari pertama Dina berstatus pacar Toni diperkenalkan dengan orang yang telah mengasuhnya sejak bayi. Dina belum cukup mengenal Toni. Tapi melihat pengasuh Toni begitu baik ia tahu Toni pasti dikelilingi orang baik.
.
.
B e r s a m b u n g
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya ya bestie, like komen dan votenya ya terima kasih sekebon bestie