Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 33 Kelas tiga


__ADS_3

Sampai pada hari penerimaan rapor kenaikan kelas, Toni masih belum berbicara pada Dina lagi. Karena pikirannya hanya tertuju pada Dina, membuatnya tidak konsentrasi belajar. Nilai-nilai Toni turun, padahal Toni termasuk siswa yang cerdas.


Dina selalu saja punya cara untuk menghindarinya. Walaupun masih ada rasa itu di dalam hatinya, tapi penolakan Toni terakhir kalinya membuat hatinya semakin terluka.


Dina tak lagi ramah padanya, tatapannya pada Toni dingin tak seperti Dina yang ia kenal. Membuat Toni semakin merasa tak ada harapan untuk bisa mendekati Dina lagi.


Wali kelas masing-masing telah mengumumkan siapa yang naik ke kelas IPA dan siapa saja yang naik ke kelas IPS. Dina merasa bahagia ia bisa masuk kelas IPA. Usahanya selama ini tidak sia-sia, satu tahapan untuk mengejar cita-citanya telah ia lewati.


Berbanding terbalik dengan Toni, ia merasa sedih. Ia harus masuk kelas IPS dan Dina juga menghindarinya. Ia merasa lengkap sudah penderitaannya. Ia begitu kesal, ia begitu emosi apa yang ia harapkan tak terwujud.


Selama liburan kenaikan kelas, beberapa kali Toni datang ke rumah Dina, tapi tak pernah bertemu Dina. Ia hanya bertemu mamanya Dina. Mamanya bilang jika Dina sedang sibuk mengurusi acara camping.


.


Hari terakhir libur kenaikan kelas semua siswa masuk sekolah untuk melihat pembagian kelas dan juga mengambil buku-buku pelajaran yang dipinjamkan oleh pihak sekolah.


Dina menempati kelas IPA 1, ada beberapa teman sekelasnya dulu yang kini juga satu kelas dengannya. Rani juga satu kelas dengan Dina, tapi hubungan mereka sedikit renggang karena Dina tidak sengaja mendengar jika Rani tidak begitu suka jika Dina dan Toni bersama.


Hal itulah yang membuat Dina memutuskan untuk menjauh dari Rani. Dina tidak mengira jika Rani pernah mencoba menjauhkan dirinya dengan Toni. Dina kecewa, kenapa Rani yang begitu dekat dengannya pernah menusuknya dari belakang.


Sewaktu Yuni memintanya untuk duduk sebangku dengan Yuni, Dina menyetujuinya. Yuni teman sekelasnya waktu kelas satu hanya saja mereka dulu tak terlalu dekat.


Sedangkan Toni menempati kelas IPS 4, sangat jauh dari kelas Dina. Letak kelas mereka ujung ketemu ujung. Toni satu kelas lagi dengan Roy dan mereka sekarang sudah berbaikan, kini Toni tak lagi dekat dengan Bian.


"Roy....Dina di kelas mana?" tanya Toni


"sepertinya IPA 1 Ton..." jawab Roy "kenapa?"

__ADS_1


"jauh Roy..." ucap Toni lesu


"jauh di mata dekat di hati Ton..." ucap Roy terkekeh


"Dina selalu di hatiku" Toni menarik kedua sudut bibirnya ke atas


"ayo pulang...."ucap Roy


Saat Toni dan Roy hendak pulang, ia melihat Dina melewati seberang kelas mereka. Toni menjadi bersemangat kembali.


"mumpung Dina sendiri, kamu hampiri dia..." Roy menepuk bahu Toni kemudian ia berjalan ke tempat parkir


Toni berlari dan menghampiri Dina "Din..." Toni mensejajari langkah Dina. Dina menoleh ke arah Toni dengan tatapan datar


"mau kemana?" tanya Toni dengan sudut bibir yang terangkat


Toni mengikuti Dina ke perpustakaan. Ia memperhatikan Dina yang sedang berbicara dengan penjaga perpustakaan. Tak lama Dina telah selesai dan berjalan keluar perpustakaan.


"sudah selesai?" tanya Toni mengikuti Dina kembali


Dina berhenti dan menatap Toni "sudah" kemudian ia berjalan kembali


"Din...bisa kita bicara sebentar?" tanya Toni mensejajari langkah Dina


"bicara apa lagi Ton?" tanya Dina dengan tatapan datarnya


"ayo duduk di sana" Toni menunjuk sebuah kursi yang ada di bawah pohon beringin di depan perpustakaan

__ADS_1


Dina berjalan ke tempat yang ditunjuk Toni, Dina duduk di kursi di bawah pohon tersebut diikuti oleh Toni.


"sekarang mau bicara apa?" tanya Dina datar


"kamu masih marah kepadaku?" tanya Toni dengan nada sendu. Dina diam tak menjawab pertanyaan Toni. "maafkan aku Din...aku menyesal" ucap Toni dengan nada memohon


"aku sudah memaafkanmu Ton..." Dina beranjak dari duduknya berjalan memasuki studio radio meninggalkan Toni sendiri.


"jika kamu sudah memaafkanku, kenapa sikapmu masih dingin Din..?" ucap Toni lirih kemudian ia beranjak dari duduknya dan pulang.


Setelah memastikan Toni pergi, Dina keluar lagi dari studio. Ia tahu hanya tempat itulah tidak semua siswa bisa masuk ke dalam. Dina hanya ingin menghindari Toni, karena ketika ia berhadapan dengan Toni ia tak akan sanggup menahan air matanya lagi.


Dina masih sangat menyayangi Toni, tapi ia juga merasakan sakit di dalam hatinya. Dina masih belum bisa melupakan apa yang pernah Toni lakukan padanya.


.


.


.


B e r s a m b u n g


.


Dukung terus karya ini ya bestie...


Please like, vote dan komennya ya

__ADS_1


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2