Jadikan Aku Pacarmu

Jadikan Aku Pacarmu
Bab 195 Hari terakhir


__ADS_3

Hari terakhir Dina bekerja di perusahaan elektroni terkemuka di kota S. Pagi-pagi Dina sudah mempersiapkan semua yang harus ia bawa ke kantor, termasuk surat pengunduran dirinya.


Rencananya pagi-pagi sebelum mulai bekerja Dina akan menghadap kepala personalia di kantornya untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.


Seperti biasa Dina mengantar Dina ke kantor terlebih dahulu baru ia berangkat ke lokasi proyeknya, hari ini rencana Toni bertemu dengan kliennya untuk serah terima proyek yang telah selesai ia kerjakan.


"sayang....kalau kamu sudah pulang tapi aku belum jemput, kamu hubungi Deni saja ya...hari ini banyak yang harus aku kerjakan" ucap Toni lembut namun matanya tetap fokus ke jalan.


"iya sayang....semoga semuanya lancar"


Mereka telah sampai di depan gedung kantor Dina. Dina pun turun kemudian melambaikan tangan, perlahan mobil Toni meninggalkan gedung itu.


Dina menatap gedung yang menjulang tinggi di hadapannya, gedung tempat ia bekerja selama tiga bulan terakhir. Tempat dimana dirinya mendapat banyak pengalaman dan teman baik. Rasanya berat, namun harus ia lakukan, karena ia telah berjanji pada kedua orang tuanya serta papanya Toni.


Dina melangkah masuk ke dalam, menyapa semua orang yang ia temui. Pagi terakhir ia menyapa mereka semua. Dina berjalan menuju ke ruangan kepala personalia.


Dina mengetuk pintu, namun belum ada jawaban dari dalam, mungkin belum datang pikirnya. Dina berbalik arah menuju ke ruangannya, namun baru beberapa langkah ia bertemu dengan orang yang akan ia temui.


"selamat pagi pak..." sapa Dina


"pagi.." ucap kepala personalia


"maaf pak...saya mau menghadap bapak pagi ini bisa?" tanya Dina sopan


"oh...iya...mari silahkan" ucap kepala personalia itu sambil membuka pintu ruangannya kemudian ia mempersilahkan Dina duduk ia pun juga duduk di kursinya.


"ada perlu apa pagi-pagi menemui saya?"


"saya mau menyerahkan surat pengunduran diri saya pak" Dina menyerahkan sebuah amplop berisi surat pengunduran dirinya kepada kepala personalia itu.


Kepala personalia itu pun mengambil amplop itu mengeluarkan isinya kemudian membacanya, dahinya berkerut, ia terkejut karena karyawan yang baru akan menyelesaikan masa trainingnya malah mengundurkan diri.


"kenapa mengundurkan diri? Apakah tidak nyaman bekerja di sini? Padahal, saya sudah menyiapkan surat-surat pengangkatanmu menjadi karyawan tetap di sini" kepala personalia itu menatap Dina

__ADS_1


"saya sangat nyaman bekerja di sini pak, saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa bekerja di sini" ucap Dina merasa tidak enak hati


"lalu kenapa kamu mengundurkan diri?"


"calon mertua saya menghendaki saya bekerja di perusahaan beliau pak, kedua orang tua saya dan juga tunangan saya pun juga menghendaki demikian, jadi dengan berat hati saya mengundurkan diri dari sini" Dina tertunduk


Terdengar helaan nafas dari kepala personalia itu "saya mendapat laporan bahwa kinerjamu cukup bagus, perusahaan ini membutuhkan karyawan seperti kamu, kalau memang itu keputusan kamu, saya akan menyetujuinya"


"terima kasih banyak pak, terima kasih atas bantuan serta bimbingannya selama tiga bulan ini" Dina tersenyum


"kalau boleh tahu calon mertua kamu bekerja dimana? Posisi apa yang akan kamu tempati?"


"di Wijaya Group pak, dan saya diminta menjadi asisten CEO di sana" ucap Dina apa adanya ia tidak mau menutup-nutupi apapun dari kepala personalia itu


"baiklah...nanti akan saya proses pengunduran diri kamu, sesuai peraturan kamu belum bisa menerima hak-hak sebagai karyawan di sini sudah mengerti kan?"


"ya pak sudah...."


"sudah lama saya ditawari posisi itu pak namun karena saya masih ingin berkarir dengan usaha saya sendiri dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya saya menolaknya, tapi sekarang karena desakan kedua orang tua serta calon mertua saya mau tidak mau saya menuruti mereka, saya tidak mau dianggap sebagai anak yang tidak berbakti" ucap Dina dengan nada tidak enak hati


"saya salut sama kamu Din, jarang saya menemui orang seperti kamu" kepala personalia melebarkan senyumnya "semoga sukses di tempat yang baru, dan semoga pernikahan kalian nanti bahagia"


"terima kasih pak..." Dina menjabat tangan kepala personalia itu "terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bekerja di sini, sekali lagi terima kasih" kemudian Dina keluar dari ruangan itu.


Langkahnya tidak seringan waktu ia memasuki ruangan itu tiga bulan yang lalu. Kini langkahnya terasa berat, berat harus meninggalkan tempat yang telah memberikan banyak pengalaman.


Dina masuk ke dalam ruangannya, seperti biasa Dina memulai aktivitasnya di pagi hari. Tak ada yang tahu jika ini hari terakhirnya bekerja di sana.


Ia bekerja seperti biasa, bekerja sebaik mungkin. Ia ingin meninggalkan kesan baik di mata teman-temannya. Ia tidak mau dicap sebagai karyawan tidak bertanggung jawab.


Jam istirahat makan siang pun tiba, Dina mengajak kedua temannya Dea dan Mira makan di restoran sebelah kantor mereka.


"aduh Din...jangan kesana ya....aku sedang mode irit nih..." ucap Dea

__ADS_1


"iya...Din..." timpal Mira


"aku yang mengajak berarti aku yang bayar...sudah ayo..." ucap Dina menarik kedua temannya itu.


Mereka bertiga berjalan beriringan ke arah restoran yang jaraknya hanya sekitar seratus meter dari kantor mereka. Mira dan Dea terlihat begitu senang karena mereka akan ditraktir oleh Dina.


Sesampainya di restoran itu, suasana cukup ramai karena banyak pengunjung yang memanfaatkan istirahat makan siang mereka untuk makan atau hanya sekedar mengobrol dengan teman-teman mereka.


Mereka pun memesan makanan kesukaan mereka masing-masing. Setelah mereka memesan makanan, mereka pun mengobrol menceritakan tentang isu-isu yang sedang beredar di kantor mereka.


Dina cukup terhibur dengan teman-temannya itu. Mereka memang paling terdepan jika mengenai isu-isu yang beredar di perusahaan.


"kamu sendiri...kenapa tiba-tiba mentraktir kamu makan di sini?" ucap Dea dengan nada menyelidik


"kamu sedang berulang tahun?" timpal Mira dan hanya dijawab dengan gelengan oleh Dina


"terus kenapa?" Dea kesal


"anggap saja ini acara perpisahan kita"


"memangnya kamu mau kemana? Atay kontrak kamu tidak diperpanjang, tadi pagi aku melihat kamu keluar dari ruangan kepala personalia" ucap Mira


"aku mengundurkan diri Mir..." ucap Dina


"hah...apa?!"


.


.


.


B e r s a m b u n g

__ADS_1


__ADS_2