
Saat mereka sedang asyik asyiknya mengobrol tiba ponsel Alvaro berdering dan itu dari papihnya, malahan papihnya melakukan video call.
"San tolong dong angkatin dari papih, nanti liatin muka gue "
Sani mengangguk padahal hatinya sudah dag dig dug, Sani langsung mengangkatnya dan mengarahkannya pada Alvaro.
"Hallo pih udah nyampai "
"Sudah, kamu kemana malam gini masih nyetir, kamu belum sampai rumah Alvaro kamu kemana dulu, sama siapa "
"Papih tenang aja aku pergi sama Sani, tadi sekalian aja bareng kan Sani udah kerja lagi dan aku menang loh pih pertandingan basket, tadi ada makan-makan di sana ditempat kerja Sani, kasihan juga kan Sani pulang sendiri ya udah Alvaro tungguin aja, aku nggak kemana-mana pih, bisa tanya kok langsung sama Sani. Soalnya ada kok di samping Alvaro bahkan dia yang megang ponsel Alvaro "
"San coba deh lo liatin mukannya sama papih gue " minta Alvaro
Namun Sani mengelengkan kepala "cepet San jangan malu "
Sani segera membalikan ponselnya dan bertatapan dengan Sena "Hai om "
Setelah mengatakan itu Sani langsung mengarahkannya ke Alvaro lagi.
"Tuh lihat benerkan Alvaro sama Sani, jadi papih gak usah khawatir ya, aku setelah nganterin Sani pulang langsung pulang deh "
"Iya papih lihat kok ya udah kamu anterin dia sampai rumahnya dan selamat juga untuk pertandingan kamu yang akhirnya menang juga, papih bangga banget sama kamu maaf ya Papih nggak bisa nonton untuk hari ini, papih janji akan bawa hadiah buat kamu "
__ADS_1
"Iya Pih makasih ya udah matiin dulu ya kasihan Sani dari tadi pegangin ponselnya, takut-takut nanti tiba-tiba jatuh tuh ponsel karena pegel. Ya udah dadah Papih "
"Ya hati-hati ya, awas jangan kebut kebutan "
"Iya pihhh "
Sambungan pun dimatikan , Sani langsung menyimpan kembali ponsel Alvaro ketempatnya. Dan diantara mereka tak ada percakapan lagi, karena memang sudah tak ada lagi kan, mereka sudah membicarakan segala hal.
**
"Tuan apakah kau tidak apa apa " tanya Fatimah yang tiba tiba melihat tuannya murung setelah menelfon anaknya.
"Aku baik Fatimah, Menurutmu bagaimana jika suatu saat Alvaro menyukai Sani juga, Apakah aku harus mengalah untuknya. Apakah aku harus bersaing dengan anakku sendiri"
"Tapi apakah baik merebutkan satu perempuan dengan anaknya sendiri, bersaing dengan anak kita sendiri bagaimana jika kau ada di posisiku seandainya ini pun"
"Kalau aku ya maaf tuan aku akan menyerah dan membiarkan anakku bahagia dengan perempuan itu, meski nanti hati aku akan sakit karena kalau kita memperebutkan satu perempuan dengn anak sendiri taruhannya adalah keharmonisan keluarga ,tapi bisa juga kita berbicara pada perempuannya itu dan dia suruh memilih akan memilih siapa di antara kalian berdua "
"Begitu ya apakah aku salah telah membuat Alvaro dan Sani menjadi akrab dengan membuat mereka satu kelompok terus dan pada akhirnya mereka sekarang sangat akrab, malahan seperti pacaran karena Alvaro sampai mau-maunya menunggu Sani beres bekerja, itu adalah sesuatu yang baru yang aku lihat dari anakku Alvaro dia sebelumnya tidak sampai segitunya pada perempuan bahkan pada Bella pun tidak "
Fatimah menunduk dan entahlah harus menjawab apa lagi, kenapa dirinya ada diposisi seperti ini kenapa.
"Emm tapi saya yakin Alvaro tidak akan pernah mungkin suka dengan Sani, Alvaro sepertinya hanya ingin berteman dan meminta maaf atau menebus semua kesalahannya dulu yang selalu saja membully Sani, dan membuat Sani sedih mungkin ini adalah suatu balasan yang Alvaro lakukan untuk Sani agar dia bisa dimaafkan oleh Sani "
__ADS_1
Wajah Sena yang tadinya murung sedikit membaik dan sedikit tersenyum pada Fatimah " semoga saja memang seperti itu ya. Aku tidak mau mempunyai masalah dengan anakku sendiri apa lagi sampai bersaing untuk mendapatkan perempuan itu sangat aneh sekali kan"
"Iya tuan aku yakin Alvaro tak akan seperti itu "
"Baiklah kita sudahi dulu membahas tentang berkas berkas ini, kau boleh kembali kekamar mu, "
"Baik tuan saya permisi dulu "
"Ya baik "
**
"Makasih Alvaro udah anterin, jadi kita kapan mau beresin tugas kita"
"Besok lo bawa aja ke sekolah besok kan olahraga juga terus waktunya panjang dan kadang kita juga olahraga cuma sebentar, kita pakai aja waktunya sama istirahat kita kerjain di perpustakaan biar lebih tenang"
"Ok deh aku masuk "
"Ok sip awas besok jangan telat mask sekolah "
"Iya gak akan "
Setelah membuka kuncinya Sani langsung masuk rumah dan mengunci kembali pintunya, dan Alvaro juga sudah tak ada didepan rumahnya sudah pergi.
__ADS_1
Sani yang lelah segera masuk kedalam kamarnya, bukannya dia langsung menganti pakaian dia malah langsung tiduran, saking capenya dengan kegiatan hari ini.