
Alvaro yang baru saja pulang langsung masuk kedalam rumah, namun saat akan masuk kedalam kamarnya ayahnya memberhentikan dirinya.
"Kenapa kau sebentar nak, bukannya dirumah Bella ada tahlilan kan"
"Ayahnya Bella mengusir kami semua pih, dan aku yakin kalau Bella masih hidup ayah Bella pun yakin kalau Bella masih hidup dan yang kami kubur itu bukan Bella pih. Alvaro yakin kalau Bella itu masih hidup gak mungkin kan tiba-tiba aja Bella tinggalin kita semua, ini tuh gak mungkin banget pih "
"Nggak ada yang nggak mungkin semuanya bisa aja terjadi Alvaro kita harus menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah, kita tidak bisa mengubah semuanya kita hanya bisa ikhlas dan sabar saja , papih tahu ini begitu berat buat kamu tapi kamu jangan terlalu berharap dengan apa yang kami pikirkan dan firasat mu itu, bisa saja itu memang benar-benar Bella kita juga tidak tahu kan siapa saja musuh dari keluarga Bella tak ada yang tahu. Kamu jangan pernah ikut campur dan jangan pernah cari tahu tentang keberadaan Bella maksudnya mencari Bella yang menurutmu masih hidup, papih tidak mau keselamatanmu menjadi taruhannya papih mau kamu sekolah dengan giat dan fokus sebentar lagi kamu ulangan kan sebentar lagi kamu juga akan kuliah jadi jangan habiskan waktu untuk mencari Bella, karena semua itu akan sia sia saja "
"Tapi pih, Alvaro yakin kalau Bella itu masih hidup, Alvaro harus cari, Alvaro harus lihat dengan kepala mata Alvaro sendiri kalau Bella itu udah meninggal atau belum tapi hati terdalam Alvaro berkata kalau Bella itu masih ada dia gak meninggal pih "
"Oke papi ngerti dengan perasaan kamu tapi sekarang kamu mau cari Bella ke mana, apa kamu akan merelakan masa depan kamu hanya untuk mencari Bella yang tidak tahu ada di mana, papih tidak akan pernah mengizinkan itu papih ingin kamu menjadi orang sukses nanti setelah kamu beres kuliah dan semuanya, papih akan mengizinkan kamu untuk mencari Bella tapi untuk sekarang kamu tidak boleh mencarinya, hidup harus berjalan dan kamu jangan terus berpaku pada Bella "
__ADS_1
"Kenapa papih menjadi egois seperti ini, papi egois Alvaro tuh lagi kehilangan dan Alvaro yakin Bela masih ada, Alvaro akan temuin dia di mana pun dia berada"
"Terus gimana dengan masa depanmu bagaimana dengan sekolahmu dengan kuliahmu, apakah kamu akan membiarkan sekolahmu begitu saja apakah kau akan meninggalkan semua mimpi-mimpimu pikirkan semuanya, papih hanya ingin yang terbaik untukmu bukannya papi egois atau apapun Bella itu sudah tidak ada dan tidak akan pernah kembali lagi sampai kapanpun, kamu harus ingat itu "
Sena langsung pergi dari hadapan anaknya itu, dirinya ingin yang terbaik untuk anaknya untuk apa mencari Bella yang sudah meninggal, sudah ada mayatnya sudah tes DNA dan semuanya, itu semua sudah menunjukkan kalau Bella memang sudah tiada, polisi juga sedang mendalami kasus ini lalu untuk apa anaknya mencari bukti-bukti yang lain atau mencari Bella yang katanya masih hidup.
Alvaro yang mendengar jawaban papinya hanya bisa menjambak rambutnya dan masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintunya dengan begitu keras tanpa memikirkan kemarahan papinya nanti. Saat ini kepalanya begitu pusing.
Alvaro sudah ada di dalam kelasnya langsung menghampiri Sani yang memang sudah ada di sana, "menurut kamu San Bella itu masih hidup atau yang dikubur itu emang benar-benar Bella"
Sani yang sedang membaca buku dikagetkan dengan pertanyaannya Alvaro yang tiba tiba dan juga Alvaro juga yang tiba tiba duduk disampingnya, itu membuatnya bingung harus menjawab apa kalau dia hanya menjawab kalau dia percaya Bella itu meninggal lalu tanggapan Alvaro akan seperti apa, tapi jawab aja lah seadanya.
__ADS_1
"Percaya nggak percaya sih Al aku juga masih nggak percaya Bella bisa tinggalin kita secepat ini "
"Aku mau cari Bella, aku yakin Bela masih hidup dan orang yang dikubur itu bukan Bella aku yakin itu San aku yakin banget itu bukan Bella, aku kenal mana yang Bella mana yang bukan memang perawakannya semuanya mirip tapi aku yakin itu bukan Bella"
Sani menghadapkan dirinya ke arah Alvaro dan menatap lekat wajah Alvaro "lalu jika nanti kamu mencari Bella dan ya pahitnya Bella benar-benar sudah tidak ada dan yang memang kita kuburkan itu adalah Bela lalu tanggapan kamu bagaimana, dan satu lagi apakah kamu benar-benar akan mencari Bella dan meninggalkan semua mimpi-mimpi kamu menurut aku sih lebih baik kamu kuliah terlebih dahulu bereskan semua pendidikan kamu, lalu setelah itu kamu cari Bella kamu nggak akan bisa cari Bella sambil kuliah itu nggak akan bisa yang ada kamu gak akan fokus yang ada sekolah kamu akan berantakan bukannya itu adalah impian kamu kan sekolah di sana dan pengen jadi orang sukses kayak papi kamu"
Alvaro tersenyum kecut "kata-katamu sama seperti papiku mengatakan kalau aku harus sekolah dulu, tapi aku ingin kebenarannya San aku ingin kebenaran, aku ingin mencari Bella dan aku yakin itu yang dikubur bukan Bella, untuk masalah sekolah aku bisa tunda beberapa tahun kuliah bisa umur berapapun"
"Semua keputusan ada di tanganmu Al tapi aku hanya memberi saran saja padamu, mau kau ikuti ataupun tidak itu tidak masalah tapi menurutku kau lebih baik fokus dulu sekolah memang akan berat melakukannya tapi setidaknya kau harus imbang dalam segala hal, kau punya kehidupan kau punya papi yang pasti berharap kau akan sukses di kemudian hari setelah kau sukses setelah kau punya uang sendiri semua bisa kau lakukan mencari Bella dengan cara apapun nanti kau akan bisa lebih baik kau fokus dulu kuliah"
Alvaro menghembuskan nafasnya dan melihat ke arah Sani "akan aku pikirkan semuanya dulu mana yang akan aku ambil karena semuanya memang berat tapi sepertinya apa yang kau katakan itu juga benar, setelah aku mempunyai uang sendiri setelah aku bisa mencukupi diriku sendiri semuanya akan mudah untuk mencari Bella, aku mau mencari keberadaan Bela yang sebenarnya. Ya benar yang kau katakan itu benar tapi aku akan memikirkan semuanya dulu aku harus mengambil satu keputusan untuk hidupku dan juga Bela"
__ADS_1
Sani mengagukan kepalanya dan entahlah harus berbicara apa lagi Alvaro pun diam dan menatap ke depan dengan tatapan kosong kalaupun dirinya ada di posisi Alvaro jadinya pasti akan seperti Alvaro terpuruk dan kehilangan mana ada yang mau ditinggalkan oleh orang tersayang, apalagi Alvaro begitu menyayangi Bella meskipun hubungan mereka sudah berakhir tapi dirinya masih melihat ada cinta di dalam mata Alvaro dan itu begitu besar.