Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Penyesalan datang diakhir


__ADS_3

Ayah Bella yang sudah pulang langsung masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang sedang memakai Skin Care, dia seperti tak ada beban fikiran sama sekali hanya fokus saja pada wajahnya.


"Apakah kau tidak khawatir dengan kehilangan anakmu. Apakah kau tidak takut bila Bella kenapa-napa kau begitu tenang dari tadi, kau tadi makan dengan tenang, sekarang kau dandan kau sama sekali tidak ada takut-takutnya kalau anakmu menghilang, apakah semua ini kau yang merencanakannya. Apakah kau yang telah membuat Bella diculik"


"Mamih Bella langsung berdiri dan menatap suaminya dengan kesal, kenapa dirinya malah dituduh seperti ini " lalu aku harus bagaimana. Apakah aku harus menangis. Apakah aku harus bersujud-sujud agar Bella kembali. Aku yakin dia hanya pergi ke rumah temannya saja, kau jangan terlalu khawatir dengan dia, dia terlalu banyak membangkang. Biarkan saja nanti juga kalau dia mau pulang pasti dia pulang sendiri ke sini, tidak mungkin ada yang mau menculik anak itu untuk apa dia hanya akan menyusahkan saja. Bahkan kita saja disusahkan olehnya, dia selalu saja membantah apa kata-kata kita, tak pernah dia mendengarkannya selalu saja ada jawabannya dan dia selalu saja menyalahkan Serena. Kenapa selalu seperti itu terus Serena itu kakaknya seharusnya dia hormat pada kakaknya, bukan malah terus begitu"


"Tetap saja kau adalah ibunya, harusnya kau ada sedikit saja rasa khawatir dengan Bella yang menghilang, tapi kau santai sekali seperti semuanya telah kau rencanakan dan sebenarnya kau juga tau dimana Bella. Aku curiga kau yang melakukannya kan dengan Serena anakmu itu, pasti dia membenci anakku kan Bella. Makanya kau menyewa seseorang dan menculik anakku" marah ayahnya Bella, dia sekarang menuduh istri dan juga anak tirinya.


"Jaga bicaramu mana mungkin aku menculik anakku sendiri, meskipun Serena adalah anakku dan bukan anakmu aku tahu Serena adalah anak tirimu jadi makannya kau menuduh Serena, seolah-olah memang ini rencana Serena, aku dan Serena tidak akan mungkin melakukan itu kau pikir saja untuk apa aku melakukan itu, yang ada aku malah menghabiskan uang menyuruh orang lain untuk menculik anak itu, sudahlah aku ingin tidur kau jangan mengajakku berdebat seperti ini, Ini sudah malam sudah waktunya tidur bukannya berdebat yang tidak penting, nanti juga besok anak itu akan kembali lihat saja kau tidak usah khawatir dengan Bella"


"Sungguh kau tidak tahu diri sekali. Jika sampai ketahuan kau dan Serena yang melakukan ini kau akan habis di tanganku, lihat saja aku tidak akan segan segan melakuaka apa yang aku ucapkan, aku akan mengusir kalian berdua dari rumahku. Anakmu sudah membuatku malu dengan hamil diluar nikah dan digarap oleh banyak laki-laki, sekarang anaku menghilang dan tak bisa ditemukan aku akan melaporkan mu karena dari gerak-gerikmu saja sudah terlihat kau kan yang melalukan ini, kau sama sekali tidak khawatir dengan anakmu sendiri mana ada seorang ibu yang akan berekspresi seperti ini tidak ada seorang ibu sepertimu, ibu akan sangat menyayangi anaknya tidak seperti ini, "

__ADS_1


"Silahkan kau laporkan aku memangnya kau punya bukti tidak kan, tak ada bukit sendikit pun, tak akan percaya polisi pun "


Ayahnya Bella langsung pergi dari kamarnya meninggalkan istrinya daripada nanti dia kehilangan kesabaran dan malah melukai istrinya sendiri, lebih baik keluar dan menenangkan dirin. Sedangkan mamihnya Bella hanya acuh dan tidur menarik selimut dan menutup matanya untuk segera tidur cantik.


**


Sena yang baru pulang melihat Alvaro yang masih ada di luar rumah. Kenapa anaknya di luar rumah bukannya masuk ke dalam, sepertinya anaknya sedang ada masalah.


"Bella hilang Pih, dia tadi kabur dari rumah dan sampai sekarang belum ditemuin bahkan Alvaro Rizki Arzan dan juga ayahnay sudah mencarinya tapi Bella belum ketemu bahkan Alvaro menemukan ponselnya di jalanan. Alvaro yakin kalau Bella itu diculik dia nggak hilang pih"


"Kenapa bisa hilang kayak gitu, terus kalian udah lapor polisi kan " tanya Sena sedikit khawatir juga bagaimana pun Bella adalah teman anaknya yang paling lama berteman dengan Alvaro bahkan sampai berpacaran.

__ADS_1


"Udah tadi juga ada salam dari Om Rizwan dia yang bantu tadi, soalnya polisi yang satu lagi tidak mau menindaklanjuti kasus itu karena belum 24 jam pih. Apa semua ini gara-gara aku ya pih Bella pergi dari rumahnya, aku putusin Bella aku akhirin semua hubungan aku sama Bella apa semua ini salah aku ,apa semua ini gara-gara aku ya Pi sampai-sampai Bella pergi dari rumahnya dan akhirnya sekarang dia malah dicuri dan nggak tahu pergi ke mana, diculik oleh siapa "


Sena langsung duduk dan menatap anaknya " kamu jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri mungkin ini sudah takdirnya Bella untuk diculik, kita tidak akan pernah tahu kan apa yang akan terjadi kedepannya pada kita, makanya kita harus selalu berhati-hati sudah sekarang kau masuk rumah dan segera istirahat. jika kau memang masih peduli pada Bella maka carilah Bella sampai ketemu, tapi papih yakin ini bukan salahmu, Bella tidak akan melakukan hal itu hanya untuk mengambil simpatimu saja, pasti ada sesuatu masalah di rumahnya yang mengharuskan dia pergi dari rumah. Bukannya kau selalu cerita kalau Bella di rumahnya selalu tak dianggap ya kan, bisa saja itu karena masalah itu sudah jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ayo masuk kau juga Sebentar lagi akan lulus dan sekolah ke luar negeri. Ayo cepat masuk"


Alvaro menganggukan kepalanya dan segera masuk bersama ayahnya, pikirannya masih mumet, dirinya harus bagaimana lagi, bagaimana lagi menemukan Bella bagaimana kalau sampai besok Bella tidak ditemukan.


Bagaimana kalau Bella malah ditemukan terus tidak bernyawa. Bagaimana dirinya sudah memikirkan jauh-jauh sekali pikirannya sudah kemana-mana, pikirannya sudah ngawur dirinya sangat takut Bella kenapa-kenapa.


Dirinya takut Bella meninggalkannya, Bella adalah perempuan berarti dalam hidupnya dia yang selalu menemaninya, tapi karena Bella yang tidak pernah mau merubah sikapnya dan dirinya yang sudah lelah akhirnya dirinya melepaskan Bella juga.


Tapi sekarang dirinya menyesal kenapa dirinya harus melepaskan Bella, kalau saja Bella tidak lepas darinya mungkin semua ini tidak akan terjadi dan dirinya akan selalu memantau Bella kemanapun dia pergi, sekarang menyesal pun tak ada gunannya Bella sudah hilang dan tak tahu kapan akan ketemu, dimana kamu Bell.

__ADS_1


__ADS_2