
Saat akan pulang Mira mabuk berat, bahkan tadi Sani dan juga Arzan memapahnya masuk kedalam mobil "kamu kenapa gak masuk San "
"Aku bisa pulang sendiri kok Zan lebih baik kamu antarkan Mira aja sampai rumahnya, aku baik-baik aja aku pulang sendiri nanti kalau kamu bolak-balik anterin Mira aku kamu yang capek besok juga kan akan sekolah lagi, aku baik-baik aja kok dan aku bisa pulang sendiri"
Arzan mengelengkan kepalanya " gak bisa ayo aku anterin aja , kamu ini kenapa sih aku baik-baik aja aku besok sekolah pun akan baik-baik aja, rumah kita juga kan searah nanti kita anterin dulu Mira baru aku anterin kamu ya. Ayo kita pulang sama-sama"
"Gak deh makasih aku pulang ya Zan kamu anterin Mira sampai rumah awas jangan kamu apa apakan bayy "
Sani langsung berlari begitu saja saat Arzan akan mengejarnya tiba tiba saja Mira memegang tangannya "ayo pulang Zan ayo aku gak kuat aku pengen pulang ayo "
"Iya kita pulang "
Arzan langsung masuk kedalam mobil dan dengan cepat segera menjalankan mobilnya, dirinya ingin cepat cepat mengantarkan Mira dan menjemput Sani lagi, dirinya begitu khawatir dengan Sani yang pulang sendiri semalam ini.
"Rizky gue boleh minta tolong ya sama lo, lo anterin Bella sampai rumahnya ya, gue nggak bisa anterin, gue ada kerjaan yang harus gue kerjain ada urusan nih gue"
"Kenapa sih ngedadak banget Al ini gimana pacar lo tuh mabuk berat"
"Iya gue tahu tapi gue pakai motor kan datang ke sini, kalau dia jatuh gimana lo kan pakai mobil anterin dia please. Gue ada kerjaan nih kalau nggak Papi gue marah"
"Kerjaan apasih Al "
Namun Alvaro malah sudah pergi dan meninggalkannya "sialan kenapa sih sama s Alvaro ini, kenapa coba kayak gitu sih, "
**
Tin tin , Sani mengalihkan pandangannya dan melihat kebelakang, saat membuka helm baru Sani mengenalinya " Alvaro kamu ada di sini kenapa gak anter Bella, Bella nya mana"
"Bella udah balik sama Rizky. Ayo gue anterin lo pulang nggak baik perempuan pulang malam sendirian , ini udah jam 12.00 malam ayo cepet gue anterin sekarang "
"Gak usah aku udah biasa kok pulang sendiri "
"Udah ayo gue anterin " sambil memberikan helm pada Sani
Sani dengan ragu mengambilnya namun Alvaro malam mendorong helm itu agar cepat cepat Sani ambil dan pada akhirnya Sani mengambilnya dan memakainya.
Saat akan naik Alvaro pun membantunya dan Sani sudah ada dibelakang Alvaro, sebelum jalan Alvaro mengambil tangan Sani untuk memeluknya, ya maksudnya untuk berpegangan "pegangan ya, "
"Gak usah gini aja deh Al, aku pegang sama bahu kamu aja ya"
"Aku bukan tukang ojek San, udah tenang aja kan cuman pegangan aja "
Alvaro langsung menjalankan motornya dengan kecepatan yang wajar tidak ngebut tidak pelan, biasa saja, selama perjalan Sani hanya diam tak berbicara sama sekali, Sani mencoba menyenderkan kepalanya pada pungguh Alvaro karena memang dirinya mengantuk dan lelah.
"San kamu gak tidur kan Sani "
"Emm iya Alvaro engga kok "
"Jangan tidur ya arahin nanti jalannya gue gak terlalu tau rumah lo "
"Yang deket kedainya kakeknya Arzan namun sebelumnya "
"Ok deh kalau itu gue tau "
Sekarang sedang lampu merah dan Arzan yang sedang diam saja celingak celingguk dan melihat ada motornya Alvaro namun saat melihat kebelakang bukan Bella yang di ponceng itu kan pakaiannya Sani.
__ADS_1
Arzan melihat lagi kedepan dan melihat tangan Sani yang memeluk Alvaro, saat Arzan akan membuka kaca mobilnya, lampu merah sudah hijau dan mau tak mau mereka harus jalan.
"Sial sebenarnya ada hubungan apa Alvaro dan Sani. Apa laki-laki yang dimaksud Sani adalah Alvaro tapi Alvaro kan masih dengan Bella, masa sih kenapa bisa kayak gini, kapan mereka dekat kenapa aku gak tau sama sekali, kenapa sih "
"Zan aku pusing banget aku pengen cepet cepet pulang, aku pengen pulang Zan "
"Iya kan ini juga mau pulang sebentar lagi Mir kita sampai kau tenang aja ya sorry aku jalaninnya ngebut banget nih, maaf ya "
"Jangan ngebut dong , biasa aja jalannya emang kita lagi kejar-kejar apa sih, sampai kamu harus ngebut biasa aja Zan aku pusing aku beneran pusing tolong biasa aja jagan ngebut ngebut ya "
"Hem iya iya aku gak ngebut, gak ada yang lagi aku kejar kok, hanya aku pengen cepet cepet anterin kamu, biar kamu cepet cepet istirahat "
"Hemm makasih Arzan ganteng, makin sayang deh "
Arzan menatap sekilas Mira dan tak menghiraukan kembali, mungkin saja Mira salah bicara kan dia lagi mabuk.
**
"Udah disini aja Al, makasih ya "
"Kenapa emangnya gak mau ya aku anterin sampai dalem aja"
"Nggak usah kosan aku itu masuk gang, nanti kamu malah kesasar lagi. Nggak apa-apa kok itu deket tinggal masuk aja kamu pulang aja ini udah malam kan udah jam 12.00 malam juga "
"Yaudah deh aku pulang, kamu kalau ada apa apa hubungin aku, kamu punya kan nomor aku "
"Ya ada kok, yaudah aku pulang dulu "
"Iya "
Namanya juga manusia ya pasti bisa berubahlah mana mungkin kan Alvaro terus-terusan kayak gitu, pasti dia juga bakal berubah dan gak akan kayak gitu lagi semoga aja ini memang benar-benar berubah dan tak main main lagi.
Saat melihat rumahnya kenapa gelap gulita Sani menepuk jidatnya dia lupa menyalakan lampu tadi, karena ya ini lampunya terlalu mewah dan terlalu banyak ada 10 lampu gila saja kalau dinyalakan habis listriknya,.
Sani dengan cepat berjalan dan tanpa melihat di depannya ada kulit pisang dan dirinya terjatuh tergeletak begitu saja, rasa sakit menjalar kekakinya dan juga tangannya tak lupa punggungnya juga.
**
"Kenapa sih San bisa kayak gini, kamu jatuh kayak gini kaki kamu juga diperban terus tangan kamu juga, kamu ceroboh banget sih "ucap Mira dengan kesal.
Yah sekarang ada Mira dan juga Arzan di rumah Sani. Kemarin ada tetangganya yang keluar dan menolongnya untuk ke klinik terdekat di sini, dan beginilah dirinya tidak bisa sekolah dan Arzan Mira menyempatkan diri datang kemari sebelum mereka berangkat ke sekolah.
"Iya aku lupa nyalain lampu depan dan ada kulit pisang nggak tahu bekas siapa. Aku terpeleset gitu aja dan nggak tahu deh sakit banget pokoknya kaki aku dan tangan aku, kalian mendingan cepet pergi ke sekolah nanti kalian telat loh aku baik-baik aja kok"
"Nggak bisa gitu dong San aku nggak bisa tinggalin kamu gitu aja, aku nggak sekolah deh bolos sekolah aja Arzan aja yang sekolah sana aku di sini jagain Sani"
"Apa kalian gak ingat ya hari itu ada ulangan harian. Emang kalian mau lewati ulangan harian dengan begitu aja gitu. Udah sekolah aja aku nggak papa kok di sini sendiri aku baik-baik aja nggak akan terjadi apa-apa sama aku oke. Kalian pergi sekolah ya"
"Oh iya aku lupa San. Ya udah deh aku siapin dulu makanan buat kamu dan juga minum biar kamu nggak bolak-balik dan diam di kamar ya, nanti aku pulang sekolah ke sini deh tapi nggak janji ya pokoknya nanti aku bakal ke sini lagi"
"Iya Iya Mir makasih"
Arzan yang mempunyai kesempatan untuk bertanya pada Sani duduk di sampingnya "Kamu beneran ini jatuh sendiri atau karena Alvaro"
"Iya aku jatuh sendiri kenapa kamu bawa-bawa Alvaro dia nggak ada sangkut-pautnya Zan"
__ADS_1
"Kemarin aku lihat kamu pulang sama Alvaro ya, aneh aja gitu ya lihat dua musuh bebuyutan pulang barengan dan kamu juga peluk dia, apa laki-laki yang kamu maksud itu dia Alvaro yang udah campain kamu. Apa kamu punya hubungan sama Alvaro"
"Enggak kok dia nggak lakuin apa-apa dia cuman anterin aku pulang biasa aja dan laki-laki yang buat aku sakit hati itu bukan Alvaro. Mana mungkin aku aja baru baikan sama Alvaro sekarang, aku peluk Alvaro hanya karena pegangan aja kok nggak ada maksud apa-apa, kamu kenapa sih Zan tiba-tiba tanya kayak gini"
"Nggak aku cuma tanya aja, aku nggak mau nanti kamu urusan sama Bella kamu tahu sendiri kan gimana Bella. Jangan cari masalah sama dia deh dan kamu juga jangan terlalu percaya sama Alvaro, kalau dia cuman mau mainin kamu aja kalau dia cuman mau manfaatin kamu aja gimana. Belum tentu dia baik beneran masa sih tiba-tiba langsung baik"
"Zan kita nggak boleh suudzon sama orang ya mungkin aja dia punya niat baik buat baikan sama aku, ya kayak kamu dulu kita jangan negatif dulu sama orang udah kamu berangkat sekolah gih sama Mira nanti kalian telat"
Arzan langsung keluar dari kamar Suni dan Mira datang membawa buah-buahan dan makanan yang lainnya, serta minumnya juga tak lupa "Ada apa tuh sama Arzan kok tiba-tiba dia keluar kayak yang kesel gitu. Apa kalian bertengkar ya"
"Enggak kok kita baik-baik aja mungkin dia pengen cari udara segar ya udah kamu berangkat ya hati-hati loh dijalanya"
"Iya aku pasti hati-hati kamu juga hati-hati di rumah ya, kalau ada apa-apa langsung telepon aja hubungin aku kalau nggak ada ulangan aku bolos tahu nggak sih, tungguin kamu aja di sini kita nonton film atau apa gitu"
"Udah udah sana kamu pergi sekolah ya aku baik-baik aja kok"
"Iya iya sebentar aku mau foto kamu"
"Buat apa kok difoto sih"
"Ya buat bikin status dong hehe"
Mira langsung aja pergi takut dimarahi oleh Sani, memang ya Mira ini apa-apa di buat status apa-apa dibuat status.
**
Alvaro yang sedang duduk bersama Bella dan juga Rizki hanya mengobrol-ngobrol saja namun saat Alvaro akan menghubungi Papinya, dia melihat status Mira dengan cepat Alvaro membukanya dan itu foto Sani yang sepertinya terluka.
Alvaro yang akan mengomentari status Mira tidak jadi kalau dia bertanya pada Mira yang ada dia akan tahu kalau dirinya sudah berbaikan dengan Sani.
"Lagi lihat apa sih sayang kenapa sih kayaknya fokus banget"
"Nggak kok Bel aku lagi lihat status Papih aku aja, dia kan lagi di luar kota sama kak Fatimah"
"Apaaa kak Fatimah lagi di luar kota sama papih lo, kok kak Fatimah nggak kasih tau gue sih, kenapa sih dia gak ngabarin gue "
"Ya emang lo siapanya Rizki sampai-sampai Kak Fatimah harus bilang sama lo ya, nggak ada gunanya juga dia bilang sama lo"
"Ya kan gue calon suaminya masa dia kayak gitu sih nggak bilang sama gue, tega banget tuh Kak Fatimah nanti deh gue telepon dia "
"Jangan kebanyakan mimpi Kak Fatimah itu seleranya bukan lo, mending mundur aja cari yang seumuran ajalah, kak Fatimah juga udah beberapa kali nolak lo, dari pada lo paksain dia malah jadi ilfil kan mending udah lu nggak usah kejar-kejar dia lagi"
"Nggak bisa Alvaro namanya juga udah cinta udah sayang ya gue nggak bisa lepasin gitu aja, gue akan tetap kejar kak Fatimah sampai gue bisa dapetin dia, lo berdua hanya perlu dukung gue aja oke jangan ada yang protes pokoknya lo berdua dukung gue"
"Iya iya dukung deh tapi kalau sekali lagi loh udah ditolak sama Kak Fatimah mending lo mundur aja ya, gue duluan ke kelas ya lo berdua makan dulu aja"
"Kenapa sih Alvaro lo kok jadi aneh sekarang main ke kelas main ke kelas, ada apa sih di kelas sebenarnya, bilang sama gue apa yang buat lo tertarik terus ada dikelas apa coba apa "
"Nggak ada apa-apa kok di kelas cuman ya gue pengen ke kelas aja. Pengen kerjain PR yang belum gue kerjain dan juga mau hafalin buat ulangan sekarang, jadi kalian habisin aja makan kalian ya, nanti kalian nyusul aja ya kalau udah beres makannya"
Setelah Alvaro pergi Rizky menatap Bella"Bel lo ngerasa nggak sih pacar lo itu sekarang beda banget, nggak kayak dulu dia tuh berubah banget bener nggak sih, pokoknya perbedaannya drastis banget "
"Iya juga gue juga ngerasa kalau Alvaro itu beda nggak kayak dulu lagi. Pokoknya beda banget deh, berbeda nya tuh bener bener berbeda "
"Iya benerkan kita mata matain aja ya Alvaro siapa tau ada sesuatu yang kita dapat, takutnya ada apa apa sama dia "
__ADS_1
"Boleh deh ayo ayo, kita mata matain siapa tau dia sembuyiin sesuatu dari kitakan, jangan sampai itu terjadi kita kan temen masa gak saling kasih tau sih "